Salurkan Waqaf, Infaq dan Shadaqah/Sumbangan Anda untuk PEMBANGUNAN MASJID AD DA'WAH Jl.KH.Sirodj Salman RT.27 Samarinda melalui: BANK SYARIAH MANDIRI Rek. 7036237362

Rabu, 26 November 2008

PCM ANGGANA BELI SEBIDANG TANAH


selasa (24-11-2008), penulis atas nama pimpinan cabang muhammadiyah kecamatan anggana telah melakukan transaksi dengan bapak sunarto dalam pembelian sebidang tanah dengan ukuran lebar 20 meter dan panjang 50 meter yang berlokasi di rt.6 desa handil terusan kecamatan anggana kabupaten kutai kartanegara. dana yang diperoleh adalah hasil pengumpulan wakaf dari warga dan simpatisan muhammadiyah, rencananya di atas tanah tersebut insya Allah akan dibangunkan sebuah gedung sekolah taman kanak-kanak aisyiyah bustanul athfal (aba) 2 handil terusan, yang berdiri tahun ajaran 2008/2009 yang sementara ini dipinjami gedung tka/tpa al qur'an di handil c, desa handil terusan untuk melakukan aktifitas belajar mengajar.

sehubungan dengan itu juga, maka untuk mewujudkan dan terealisasinya bangunan gedung dimaksud, maka dukungan, partisipasi serta do'a warga dan simpatisan muhammadiyah masih sangat diharapkan, tapi kami yakin dengan ijin Allah Subhanahu Wata'ala dan kemauan yang istiqomah, insya Allah bangunan tersebut akan terwujud.

yang jelas, bahwa tk aba 2 ini adalah merupakan ladang amal jariah bagi warga dan simpatisan muhammdiyah, sebab yang berwakaf untuk pengadaan tanah lokasi pembangunan gedung tk aba 2 tersebut adalah bukan penduduk dari desa handil terusan, serta anak didik yang memanfaatkan untuk belajar di sekolah tersebut juga seratus persen adalah anak dari warga desa handil terusan, tidak ada dari anak yang berwakaf itu. oleh karena itu harapan kami kepada warga masyarakat handil terusan agar semaksimal mungkin untuk menyekolahkan anak-anaknya untuk sekolah di tk aba 2 tersebut dan yang lebih penting berpartisipasi memeliharanya.

UNTUK ITU KEPADA YANG INGIN BERINFAQ UNTUK PEMBANGUNAN GEDUNG SEKOLAH TK ABA 2 HANDIL TERUSAN, SILAHKAN KIRIM INFAQ ANDA MELALUI BANK BRI UNIT ANGGANA No. Rek. 33-21-4458 a.n. PIMPINAN CABANG MUHAMMADIYAH ANGGANA. mohon sebutkan untuk TK ABA2 HANDIL TERUSAN, contact person Amir Hady hp.08125349437 atau fax.0541682148

Selasa, 25 November 2008

Prof Yunahar Ilyas Guru Besar UMY


Prof. Dr. Yunahar Ilyas, Lc., M.Ag., dikukuhkan sebagai guru besar bidang ulumul qur’an di kampus terpadu Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Selasa (18/11). Pengukuhan ini berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia No. 29728/A 4.5/KP/2008. Acara yang dihadiri Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Rektor UMY, dan semua dosen UMY, pada kesempatan tersebut Yunahar menyampaikan pidato pengukuhannya yang berjudul “Al-Qur’an Al-Karim: Sejarah Pengumpulan, dan Metodologi Penafsiran”.

Pria yang saat ini menjabat sebagai Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, dan Ketua Majelis Ulama Indonesia menegaskan di pengukuhan tersebut, kitab suci Al-Qur’an yang sampai kepada kita sekarang ini benar-benar otentik, dan valid, sebagaimana yang diturunkan Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW, tanpa mengalami penambahan atau pengurangan satu ayat, bahkan satu huruf pun. Cara membacanya pun tidak berubah walaupun hanya satu harakat, karena Al-Qur’an ditransfer tidak hanya secara tertulis, tetapi yang lebih utama lagi secara lisan turun-temurun, bersambung, dan dipercaya sampai kepada Rasulullah SAW, tambah Yunahar.

Pria yang telah menghasilkan sembilan buku bernafaskan Islam, salah satunya Tipologi Manusia dalam AlQur’an (2007) mengatakan, yang paling menarik perlu diperhatikan di Indonesia, tidak hanya di kalangan awam, tetapi juga di kalangan mahasiswa, bahkan sampai tingkat strata dua, juga sebagian ustadz-ustadz kalau ditanya berapa jumlah ayat di dalam Al-Qur’an, dengan mantap, dan yakin menjawab 6666, sebuah angka yang gampang dihafal, dan terkesan hebat. Padahal dalam literatur yang dipercaya, terutama yang berbahasa arab karya para ulama ulumul qur’an tidak ada seorang pun yang menyebutkan angka tersebut, ujar Yunahar. Muhammad ‘Abd al-Azhim az-Zarqani dalam kitabnya Manahil al-Irfan fi ‘Ulum al-Qur’an menyebutkan bahwa para penghitung jumlah ayat-ayat Al-Qur’an sepakat pada angka 6200, hitungan ulama Madinah awal 17 (6217 ayat), ulama Madinah akhir 14 (6214 ayat), dan pendapat Abi Syaibah (6210 ayat). Berdasarkan rujukan tersebut, tidak ada satupun yang sampai angka 6300, apalagi 6666 sebagaimana yang populer di Indonesia, ujarnya.

Saat pembacaan pidato, Yunahar juga memberikan informasi kepada audiens mengenai pengumpulan Al-Qur’an pada zaman rasulullah SAW. Dia mengatakan, ketika Al-Qur’an diturunkan, Nabi Muhammad SAW segera berusaha menghafalnya, karena untuk beliau pribadi, itulah salah satunya cara memelihara Al-Qur’an. Sebagaimana dicatat oleh sejarah beliau seorang ummy yang tidak bisa membaca, dan menulis, katanya. Tapi kemudian Allah SWT menganugerahkan kepada beliau sebuah keistimewaan yang tidak diberikan kepada siapa pun, yaitu kemampuan otomatis membaca, menghafal, dan memahami Al-Qur’an, tambahnya. Di dalam Al-Qur’an Surat Al-Qiyamah 75: 16-19 “Janganlah kamu gerakkan lidahmu untuk (membaca) Al-Qur’an, karena hendak cepat-cepat (menguasai) nya. Sesungguhnya atas tanggungan Kami-lah selesai membacakannya, maka itulah bacaan itu. Kemudian, sesungguhnya akan tanggungan kami-lah penjelasannya”, tambah Yunahar di akhir bacaan pidatonya.

Pengukuhan jabatan guru besar ulumul qur’an, dihadiri juga Prof. Din Syamsuddin (Ketua PP Muhammadiyah) mengatakan di dalam sambutannya, “bidang yang ditekuni oleh Yunahar Ilyas adalah tafsir al-qur’an, dan metodologi penafsiran al-qur’an. Sangatlah penting, dan mendesak, pada aqidah selalu menuju Ar-Ruju (kembali menuju Al-Qur’an, dan Al-Hadits) sebagai pedoman hidup. Muhammadiyah adalah organisasi yang merujuk Al-Qur’an, dan Al-Hadits. Semakin banyak orang yang menafsirkan Al-Qur’an, dan Al-Hadits asal-asalan, semoga ilmu yang ditekuni Yun (panggilan akrabnya), akan membantu orang-orang tersesat tersebut”.(muhammadiyah.co.id.)

Jumat, 14 November 2008

PWM KALTIM KUNJUNGAN DAKWAH KE PDM BALIKPAPAN




PW Muhammadiyah Kalimantan Timur (8-9 Nop.2008) telah mengadakan kunjungan dakwah langsung ke PC Muhammadiyah yang dibina oleh PD Muhammadiyah Balipapan. Selain menambah erat tali silaturahim, kunjungan tersebut jyg abertujuan untuk menggairahkan pengajian di tingkat ranting, dalam rangka memperkuat gerakan di level akar rumput.

Kamis, 06 November 2008

Obama Langsung Membuat Kecewa




INILAH.COM, Jakarta – Barack Obama memenangkan Pemilu AS. Dia jadi presiden kulit hitam pertama AS. Belum apa-apa, dia sudah mengecewakan sebagian dunia, khususnya kalangan Islam. Dia berjanji akan tetap membela zionisme Israel.

Para pemilih dan pendukung fanatik Obama, terutama dari kalangan Islam di seluruh dunia dan AS sendiri, bersiaplah untuk kecewa. Sebab Obama menyatakan tetap mendukung zionisme Israel. Ia –ini yang lebih mengecewakan-- juga menginginkan negeri-negeri Muslim tak bisa maju dan berkembang seperti sang adidaya Amerika.

Obama menginginkan status quo dalam tata dunia tetap berlangsung. Dalam hal ini, Barat tetap membela zionisme Israel dan menghambat kemajuan dunia Islam.

Budayawan Goenawan Muhamad dalam ceramahnya di Universitas Paramadina belum lama ini, mengakui bahwa Obama memang bersedia berunding dengan tokoh Hamas atau Presiden Iran Mahmud Ahmadinedjad. Namun, Obama tak menginginkan zionaisme enyah. Diapun tak menghendaki Palestina cepat merdeka.

“Obama menginginkan status quo dalam tata internasional tetap berjalan. Artinya, tak ada perubahan yang berarti bagi relasi dunia Islam dan Barat. Hanya sedikit perubahan gaya dan cara, namun substansinya tidak,” katanya.

Obama sangat waspada terhadap Dunia Islam. Mungkin karena ia memang belum berpengalaman di situ. Namun pernyataannya bahwa ia mendukung zionisme Israel sungguh mengejutkan dunia Islam.

Pekan ini, calon presiden partai Demokrat itu mencetak sejarah menjadi presiden kulit hitam pertama AS. Kunci kemenangan Obama atas McCain adalah menguasai sejumlah negara bagian yang menjadi medan pertempuran, termasuk di Ohio dan Pennsylvania.

Selama ini tidak pernah ada presiden dari Republik yang kalah di Ohio. Demokrat juga menang telak dalam pemilihan Senat dan unggul pada pemilihan DPR.

Menurut perhitungan CNN, Selasa (11/4), Obama sementara telah meraup 338 electoral vote dan McCain mendapatkan 156. McCain pun langsung berpidato mengucapkan selamat atas kemenangan Obama.

Electoral college terdiri atas 538 orang dari 50 negara bagian yang komposisinya sesuai jumlah perwakilan negara bagian di Kongres AS (435 anggota DPR AS/House of Representatives dan 100 anggota Senat). Untuk menjadi presiden AS, para kandidat harus mengumpulkan setidaknya 270 electoral vote.

Melihat artikulasi Obama soal zionisme, kemenangan Obama itu hampir pasti akan menimbulkan disilusi di dunia Islam. Hanya satu yang bisa mengubah, yakni perubahan dalam sikap dan perilaku Obama serta kebijakan luar negerinya ke dunia Islam, yaitu menjadi lebih bersahabat dengan dunia Islam. Dia tak usah menggaungkan dukungan ke zionisme Israel yang amat sensitif dan membakar kemarahan dunia Islam.

Namun demikian, ada baiknya dunia Islam memberikan waktu bagi Obama untuk melaksanakan kebijakan dan pemerintahannya. Jika Obama mendekonstruksi dan merestrukturisasi relasi dunia Islam dan Barat, hampir pasti dunia berubah pasca WTC 2001. Dalam arti perubahan menuju demokratisasi dunia, perdamaian dan kerja sama global yang adil, setara dan menghormati HAM sebagaimana adanya.

Senin, 03 November 2008

Persemian Mini Mart 'Aisyiyah





PW 'Aisyiyah Kalimantan Timur senin 3 dzulqadah 1429 H bertepatan tanggal 3 Nopember 2008 M telah menyelenggarakan peresmian mini market oleh Ketua Pimpinan Pusat 'Aisyiyah Ibu Prof.DR.Hj.Chamamah Soeratno. Mini market yang diberi nama Kurniasari Mart berada di Jalan Merdeka Samarinda, menjual berbagai macam keperluan sehari-hari, melayani untuk masyarakat umum dan warga 'Aisyiyah dan Muhammadiyah pada khususnya. Dalam kesempatan tersebut juga telah diambil sumpah dan dilantik Pengurus Koperasi Wanita 'Aisyiyah Kalimantan Timur oleh Kepala Dinas Koperasi Samarinda.

Minggu, 26 Oktober 2008

SILATURAHIM WARGA MUHAMMADIYAH



Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Kalimantan Timur telah menyelengarakan SILATURAHIM WARGA MUHAMMADIYAH dengan Thema Bersatu Hati, Berjuang dengan Gembira, Meraih Ridha Allah SWT pada Hari Ahad Tanggal 26 Syawwal 1429 H / 26 Oktober 2008 M bertempat SD Muhammadiyah Jl.Sungai Brantas Samarinda. Selain dihadiri tokoh-tokoh, pimpinan dan warga Muhammadiyah, juga dihadiri pejabat/tokoh masyarakat seperti :
1. Ir.H.Tarmiji Abdul Karim ( Pj.Gubernur Kalimantan Timur )
2. H.Awang Faroek Ishak (Calon Gubernur Kaltim 2008-2013)
3. H.Farid Wadjdy (Calon Wagub Kaltim 2008-2013)

Isi Ringkas Sambutan oleh :
1. Dr.H.Agus Sukaca,M.Kes. selaku Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Kalimantan Timur.
Beliau melaporkan progress pembangunan Masjid Ad Da’wah Jl.KH.Siroj Salman Samarinda sudah sampai pengecoran pondasi dan pembangunan Ma’had, yaitu suatu lembaga pendidikan mubaligh Muhammadiyah dalam rangka memenuhi kebutuhan muballigh di seluruh daerah di Kalimantan Timur.
Disamping itu juga disampaikan visi Muhammadiyah yaitu menjunjung tinggi dan menegakkan agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam yang sebenar-benarnya dengan memalukan misi, pertama menegakkan keyakinan tauhid yang murni yang bebas dari tahayul, bid’ah dan khurafat syirik, misi kedua menyebarluaskan ajaran Islam yang bersumber kepada Al Qur’an dan As Sunnah dan misi ketiga mewujudkan amal Islami dalam kehidupan pribadi, keluarga dan masyarakat.
Beliau juga menyampaikan bahwa atas nama warga Muhammadiyah mengucapkan selamat diiringi do’a kepada Bapak H.Awang Faroek Ishak dan Bapak H.Farid Wadjdy dalam memimpin Kaltim lima tahun mendatang supaya tetap amanah dan istiqomah sehingga bisa mencapai Kalimantan Timur yang baldatun thoyibatun warabbun ghafur.

2. H.Awang Faroek Ishak, selaku Sesepuh Warga Muhammadiyah
Beliau menyampaikan ucapan terima kasih atas diberikan kesempatan bersilaturahim dengan warga Muhammadiyah serta atas do’a dan dukungan yang diberikan. Kemudian beliau juga memberikan apresiasi yang tinggi dengan mengacungkan jempol terhadap Muhammadiyah yang begitu maju dalam membina dan mengelola bidang pendidikan, makanya beliau tidak ragu menyekolahkan anak dan cucu beliau di SD Muhammadiyah.
Sebagai tokoh pendidikan, beliau mempunyai komitmen untuk mewujudkan 20 persen anggaran bidang pendidikan diseluruh propinsi Kalimantan Timur, dan kepada kabupaten dan kota yang belum mampu akan diusahakan untuk disubsidi oleh propinsi. Mengingat, menurut beliau lagi, betapa pentingnya bidang pendidikan ini, dalam rangka peningkatan sumberdaya manusia yang berkualitas untuk membangun Kalimantan Timur masa kini dan masa yang akan datang.

3. Ir.H.Tarmiji Abdul Karim, selaku Pj.Gubernur Kalimantan Timur
Beliau bersyukur dan gembira bahwa proses pemilihan gubernur dan wakil gubernur yang sampai dilakukan dalam dua putaran ini telah berjalan dengan relative aman dan terkendali serta dalam suasana yang kondusif. Untuk itu beliau menyampaikan dan mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat. Disamping itu, beliau sangat bangga dan memberikan penghormatan yang tinggi kepada Bapak H.Achmad Amin yang sudah legowo menerima hasil pilgub putaran kedua ini, walaupun KPUD belum mengumumkan secara resmi. Beliau menyampaikan pula bahwa, masyarakat Kalimantan Timur harus bangga mempunyai tokoh negarawan seperti beliau ini.
Beliau juga mengapresiasi dengan baik, kepada Muhammadiyah dan Pak Awang yang menjadikan bidang pendidikan sebagai prioritas, sebab kata beliau, sambil menyitir hadits Nabi Muhammad SAW, bahwa untuk selamat di dunia diperlukan ilmu, untuk selamat di akhirat diperlukan ilmu, untuk selamat dikeduanya diperlukan ilmu. Ilmu tersebut, kata beliau, didapat dalam proses pendidikan, makanya Muhammadiyah kata beliau sudah pada jalur yang benar dan Kalimantan Timur apabila sungguh-sungguh dalam pembangunan pendidikan ini, juga berada pada jalur yang benar, yaitu membangun kecerdasan.

4. Ustadz Siswanto Soenandar dalam pengajiannya memberikan tausiyah tentang makna taqwa, yaitu sebagaimana firman Allah SWT dalam Al Qur’an Surat Ali Imron ayat 134 (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan mema'afkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.

Senin, 20 Oktober 2008

KERJA BAKTI PEMBANGUNAN MASJID AD DAKWAH




Kemarin Ahad 19 oktober 2008, telah dilaksanakan kerja bakti pengecoran pondasi Masjid Ad Dakwah jalan KH.Siraj Salman Samarinda. Panitia pembangunan berharap kegiatan ini bisa dilaksanakan rutin setiap hari ahad, untuk pekerjaan yang memang memerlukan tenaga padat karya, akan tetapi untuk pekerjaan-pekerjaan yang memerlukan keahlian tukang, tetap diupahkan.

Rabu, 01 Oktober 2008

Shalat Ied di Masjid Mujahiddin Sidomulyo


Khutbah Idul Fitri 1429 H pada hari rabu tanggal 1 Syawal 1429 H bertepatan dengan tanggal 1 Oktober 2008 M di Masjid Mujahiddin Sidomulyo disampaikan oleh Ustadz M.Rahmi Harun. Sholat diselenggarakan di dalam ruang masjid dikarenakan hari hujan, biasanya kalau tidak hujan, shalat diselenggarakan di halaman masjid. Suasana ruang masjid sangat penuh. Dalam khutbahnya, khatib menyampaikan pentingnya umat muslim untuk menjadikan Al Qur'an dan Sunnah Sahih dan Maqbullah sebagai satu-satunya pedoman yang nyata untuk dibaca, difahami dan diamalkan dalam wujud kehidupan sehari-hari. Kemudian Nabi Muhammad SAW untuk dijadikan ikutan dan contoh tauladan dalam tauhid, ibadah, akhlaq dan muamalah sebab hal itu merupakan sebuah garansi rahmat Allah dan keselamatan bagi umat manusia, baik di dunia maupun di akhirat. Kita tidak usah lagi membuat-buat aturan hidup, (karena sangat repot), kita tinggal pakai saja Al Qur'an dan Sunnah Sahih Maqbullah itu. Insya ALlah tidak akan sesat selama-lamanya.

Senin, 22 September 2008

PGRI MENDUKUNG SUYATMAN MAJU KE DPD


Samarinda,WAH
Musim pemilihan umum (Pemilu) tahun depan, salah satu personal pengurus Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Provinsi Kalimantan Timur, Suyatman yang juga Rektor Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Muhammadiyah (STIEM) Samarinda, maju mencalonkan diri sebagai anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD).

Suyatman, yang sudah positif ikut dalam pemilu tersebut karena sudah memenuhi persyaratan. Didukung oleh Pengurus Besar (PB) PGRI Pusat Jakarta dan PGRI Provinsi Kalimantan Timur. Dukungan tersebut, terungkap belum lama dalam seminar pendidikan yang digelar oleh PGRI di Samarinda, "Saya mengimbau agar anggota PGRI memberikan dukungan kepada salah satu kader PGRI yang maju dalam pemilu mendatang" kata salah satu Ketua PB PGRI Pusat Jakarta, Unifah Rasidi, seusai pembukaan seminar pendidikan tersebut.

Sementara Ketua PGRI Provinsi Kalimantan Timur, Syafruddin Pernyata mengatakan dukungan kepada anggota PGRI yang ingin memperjuangkan peningkatan kualitas pendidikan, memang harus dilakukan, "Pertimbangannya orang yang berkecimpung dalam dunia pendidikan, akan tetap memperjuangkan kemajuan pendidikan".

Menurut Syafruddin, wajar Suyatman didukung sebab sepanjang kariernya selalu memperjuangkan kemajuan dibidang pendidikan. Suyatman yang antara lain pernah menjadi guru, kepala sekolah, dan Kepala Dinas Pendidikan Kota Samarinda, memang tidak perlu diragukan lagi perjuangannya pda duni pendidikan. Terbukti setelah pensiun, Suyatman masih tetap menggeluti dunia pendidikan. (las, warta harmoni WAH, Edisi 80 Minggu Pertama September 2008).

Minggu, 21 September 2008

BIODATA CALON DPD ASAL KALIMANTAN TIMUR 2009-2014 PADA PEMILU 2009



























I. Data Pribadi

Nama : Drs. H. Suyatman, S.Pd., M.Si.
Tempat dan tanggal lahir : Boyolali, 2 Mei 1950.
Alamat : Jalan Juanda 4, Blok B No. 45 RT 01 Air Hitam (Kompleks Dikbud) Samarinda 75124
Agama : Islam
Pendidikan :S-2
Pekerjaan : Pensiunan PNS
Istri : Dra. Hj. Purwati, M.Psi.

II. Pendidikan dan pelatihan, antara lain :
1. Perencanaan Pendidikan dan Program Manajemen Keuangan (Educational Planning & Financial Management Program), University of Pittsburgh, USA, 1987.
2. Manajemen Pendidikan dan Supervisi untuk Manajer Tingkat Tinggi Asia Tenggara (Educational Management and Supervision for Higher Level Managers of Southeast Asia), Manila, Filipina, 1990.
3. Program Manajemen Pendidikan (Educational Management Programme). Hawthorn Institute of Education (Affiliated with The University of Melbourne, Australia, 1992.

III. Riwayat pekerjaan
1. Guru SMEA I Samarinda (sekarang SMKN I, Samarinda), 1975-1984.
2. Kepala Seksi Kurikulum pada Bidang Pendidikan Menengah Kejuruan pada Kanwil Depdikbud Prov. Kaltim (sekarang Dinas Pendidikan Prov. Kaltim) 1984-1996.
3. Kepala Kandep Dikbud Kota Samarinda (sekarang Dinas Pendidikan Kota Samarinda), 1996-2001.
4. Staf Ahli Walikota Samarinda Bidang Kemasyarakatan, 2001.
5. Kepala Taman Budaya Provinsi Kalimantan Timur, 2002-2006.
6. Pensiun sebagai Pegawai Negeri Sipil terhitung mulai tanggal 1 Juni 2006 dengan pangkat Pembina Utama Muda, Golongan IV/C.

IV. Pengalaman organisasi
1. Dewan Pimpinan Wilayah Badan Komunikasi Pemuda Masjid Indonesia (DPW BKPMI) Kaltim periode 1990-1993 (sebagai Ketua Bidang Pembinaan dan Pengembangan Anggota).
2. Pengurus Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) Wilayah XI-B Kalimantan Timur Masa Bakti 2004-2008 (sebagai Wakil Ketua Bidang Penelitian dan Pengembangan).
3. Pengurus Dewan Pendidikan Prov. Kaltim, 2004-sekarang (sebagai Sekretaris Bidang Pendidikan Tinggi).
4. Pengurus PGRI Kaltim, 2005-sekarang (sebagai Sekretaris Bidang Pengembangan Karier dan Profesi).
5. Pengurus Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia Kota Samarinda, 2005-sekarang.
6. Pengurus Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Prov. Kaltim, masa khidmat 2006-2011 (sebagai Anggota Komisi Pendidikan dan Seni Budaya Islam).
7. Pimpinan Wilayah Badan Pembina Taman Kanak-kanak Islam Indonesia (BW BPTKI) Wilayah Kaltim, masa bakti 2006-2011 (sebagai Anggota Majelis Pertimbangan Wilayah).
8. Ketua Badan Akreditasi Provinsi – Sekolah / Madrasah Kaltim, 2007-sekarang.
9. Pimpinan Daerah Muhammadiyah Samarinda-Kutai, 1978-1990.
10. Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Kaltim, (1990-1995, sebagai wakil sekretaris, 1995-sekarang, sebagai wakil Ketua).

Selasa, 16 September 2008

Innalillahi Wa Inna Ilaihi Rojiun


Keterangan gambar : Kenang-kenangan Allahuyarham H.M.Kusosi (duduk baris kedua, no.2 dari kiri/memegang majalah) pada Acara Silaturahim PW Muhammadiyah Kaltim tahun 2006
innalillahi wa inna ilaihi rojiun....
telah berpulang ke rahmatullah pada hari ini, selasa 16 Ramadhan 1429 H/16 September 2008 M di Rumah Sakit Islam Samarinda, Bapak H.Muhammad Kusosi (dalam usia 71 tahun)
Jabatan Ketua Majlis Hikmah PW Muhammadiyah Kalimantan Timur
beliau juga pensiunan dosen Fisipol Universitas Mulawarman Samarinda.

semoga amal ibadah beliau diterima oleh Allah SWT dan kita yang masih hidup bisa meneruskan perjuangan beliau, amin ya robbal alamin.

SEBAIKNYA JANGAN TIDUR SETELAH SUBUH....

Berhati-hatilah dari terpaan rasa kantuk bila kita tidak terbiasa
bangun lebih pagi pada hari-hari yang lain. Berusahalah untuk tidak
tidur dalam ruas waktu setelah subuh hingga terbit matahari. Para
salafushalih sangat tidak menyukai tidur pada waktu itu.

Ibnul Qayyim Al Jauziyah dalam Madarijus Salikin menyebutkan, "Di
antara tidur yang tidak disukai menurut mereka ialah tidur antara
shalat subuh dan terbit matahari, karena ia merupakan waktu untuk
memperoleh hasil.

Bagi perjalanan ruhani, pada saat itu terdapat keistimewaan besar,
sehinga seandainya mereka melakukan perjalanan (kegiatan) semalam
suntuk pun, belum tentu dapat menandinginya." Jika kita sangat
dibebani kantuk, bertahanlah dan bersabarlah, karena biasanya
kebiasaan itu akan terbentuk setelah tiga hari kita melakukan suatu
ritme yang berbeda. Selanjutnya, insya Allah kita tidak akan merasakan
kantuk sedahsyat sebelumnya.

Duduklah berdzikir setelah subuh hingga matahari terbit adalah sunnah.
Dari Abu Umamah Ra dikatakan bahwa Rasulullah saw bersabda,
"Barangsiapa Yang shalat subuh berjamaah kemudian duduk berdzikir
kepada Allah sampai terbitnya matahari, kemudian berdiri dan shalat
dua rakaat, maka ia akan memperoleh pahala haji dan umrah." Waktu
ba'da subuh hingga matahari terbit adalah waktu yang penuh barakah
yang seharusnya benar-benar dipelihara oleh setiap mukmin. Peliharalah
waktu itu dengan mengisinya melalui tilawatul Quran satu juz dalam
satu hari, berdzikir atau menghafal. Inilah yang dilakukan Rasulullah
saw selesai menunaikan shalat Subuh, bahwa ia selalu duduk di tempat
shalatnya hingga terbit matahari." (HR. Muslim)

Imam At-Tirmidzi meriwayatkan sebuah hadits dari Anas bin Malik dari
Rasulullah, bahwa beliau bersabda: "Barangsiapa shalat fajar
berjama'ah di masjid, kemudian tetap duduk berdzikir mengingat Allah,
hingga terbit matahari lalu shalat dua rakaat (Dhuha), maka
seakan-akan ia mendapat pahala haji dan umrah dengan sempurna,
sempurna dan sempurna." (Dinyatakan shahih oleh Al-Albani)

Hal ini berlaku pada setiap hari, maka bagaimana pula bila dilakukan
pada bulan Ramadhan. Berusahalah mendapatkan pahala yang agung ini.
Dengan tidur malam yang cukup dan meneladani orang-orang shalih.
Senantiasa bersungguh-sungguh dalam mencari keridhaan Allah SWT, dan
selalu Bertekad untuk mencapai derajat yang tinggi di dalam Surga.

Wuallahu'alam bishawab......
(Abdul Azis Muslim <"abdul.azis@takaful.com">)

Sabtu, 13 September 2008

PENGAJIAN RAMADHAN MUHAMMADIYAH KALTIM


Sebagaimana biasa bila bulan ramadhan, PW Muhammadiyah Kaltim menyelenggarakan Pengajian Ramadhan bertempat di Kampus STIE Muhammadiyah Jl.Ir.H.Juanda Samarinda. Thema yang diusung pada pengajian kali ini adalah Aktualisasi Visi dan Misi Muhammadiyah Dalam Kehidupan Kader Muhammadiyah, yaitu sebuah upaya untuk menyelaraskan visi dan misi Muhammadiyah dengan visi dan misi pribadi kader Muhammadiyah, sebab kalau kedua hal tersebut tidak selaras, maka yang terjadi adalah benturan konflik kepentingan Muhammadiyah dan pribadi, yang berujung pada terkendalanya gerakan persyarikatan dan dilain pihak aktifitas pribadi (keluarga) juga tergangu.

Acara pengajian dibuka secara resemi oleh Bapak DR.H.Khoiruddin Basori,M.Si Anggota Majlis Tabligh dan Dakwah Khusus PP Muhammadiyah berlangsung dari tanggal 12 s.d 14 Ramadhan 1429 H atau 12 s.d 14 september 2009 M diisi oleh narasumber dari PP Muhammadiyah dan dari PW Muhammadiyah Kaltim.

Sabtu, 30 Agustus 2008

PAWAI MENYAMBUT RAMADHAN 1429 H



Pawai Ramadhan dalam rangka menyambut bulan puasa di Desa Sungai Mariam Kecamatan Anggana, Kabupaten Kutai Kartanegara.

Kamis, 21 Agustus 2008

KOMPLEK PERGURUAN MUHAMMADIYAH KUKAR


KOMPLEK PERGURUAN MUHAMMADIYAH KUTAI KARTANEGARA DI TENGGARONG

Jumat, 15 Agustus 2008

PC AISYIYAH ANGGANA DIRIKAN TK ABA 2 HANDIL TERUSAN



TK AISYIYAH BUSTANUL ATHFAL 2 (TK ABA 2) HANDIL TERUSAN KECAMATAN ANGGANA KABUBATEN KUTAI KARTANEGARA

PC MUHAMMADIYAH ANGGANA MEMBANGUN MADRASAH DINIYAH





Fhoto-fhoto acara peletakan batu pertama pembangunan gedung Madarasah Diniyah Muhammadiyah Sidomulyo Kec.Anggana Kab.Kutai Kartanegara pada hari Ahad tanggal 10 Agustus 2008.

Senin, 04 Agustus 2008

Muhammadiyah Tetapkan 1 Ramadhan Bertepatan dengan 1 September 2008


Yogyakarta –Pimpinan Pusat Muhammadiyah sesuai hisab hakiki wujudul hilal, menetapkan tanggal 1 Ramadhan 1429 H bertepatan dengan hari senin, tanggal 1 September 2008 melalui Maklumat Nomor : 04/MLM/I.0/E/2008 tertanggal 26 Juli 2008. Maklumat yang juga menyebutkan penetapan Hari Raya Idul Fitri dan awal bulan Dhulhijjah tersebut disertai juga Tausiyah menyambut datangnya bulan Ramadhan.

Menurut lampiran Maklumat yang merupakan perhitungan dari Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah, Ijtima’ menjelang Ramadhan 1429 H terjadi pada hari ahad legi, 31 Agustus 2008 pukul 02:59:48 WIB. Tinggi Hilal pada saat terbenam matahari di Yogyakarta plus 5 derajat, 27 menit, 57 detik, hilal sudah wujud, dan diseluruh Indonesia pada saat matahari terbenam hilal diatas ufuk.

Adapun Idul Fitri 1429 H ditetapkan jatuh pada hari Rabu Pahing 1 Oktober 2008 M. Sedangkan tanggal 1 Dzulhijjah 1429 H jatuh pada hari Sabtu Legi 29 November 2008 M, sehingga Hari Arafah (9 Dzulhijjah 1429 H) jatuh pada hari Ahad Wage 7 Desember 2008 M, dan Hari Raya ’Idul Adha (10 Dzulhijjah 1429 H) jatuh pada hari Senin Kliwon 8 Desember 2008 M.

Berkaitan dengan kehadiran bulan Ramadhan 1429 H tersebut, Pimpinan Pusat Muhammadiyah menyampaikan Tausiyah Ramadhan sebagai berikut:
1. Mengajak kepada segenap kaum muslimin untuk melaksanakan ibadah puasa (shaum) Ramadhan maupun rangkaian ibadah-ibadah yang dituntunkan Rasulullah lainnya dengan ikhlas, khusyu’, istiqamah dan kesungguhan semata-mata untuk meraih ridha dan karunia Allah SWT, sehingga dapat terpantul dalam jiwa, sikap dan tingkah laku sehari-hari yang mencerminkan kepribadian muttaqin dalam esensi yang sesungguhnya, sehingga setiap pribadi muslim benar-benar shalih secara individual dan shalih secara sosial, yang menunjukkan konsistensi kepribadian yang utuh dan kokoh. Jika setiap muslim baik perorangan maupun kolektif benar-benar berkepribadian muttaqin yang utuh dan kokoh, maka selain memiliki benteng ruhani dan moral yang kuat dalam menjalankan kebaikan (amar ma’ruf) serta mencegah keburukan (nahi munkar) pada saat yang sama akan menjadi kekuatan besar dalam ikhtiar membangun karakter bangsa di negeri ini.
2. Mengajak kepada segenap kaum muslimin untuk menjadikan dan mengutamakan bulan Ramadhan sebagai momentum untuk melakukan introspeksi diri (muhasabah) atas segala kesalahan dan dosa-dosa dengan jalan memohon maghfirah (ampunan), berkah, dan rahmat Allah SWT disertai dengan kesungguhan bertaqarrub dan beribadah kepada-Nya serta berbuat ihsan kepada sesama manusia melalui berbagai kegiatan ibadah di bulan suci yang penuh kemuliaan tersebut.
3. Menghimbau kepada warga Muhammadiyah untuk mengisi bulan suci Ramadhan dengan kegiatan ibadah dan aktifitas organisasi secara intensif dan sinergis sesuai ketentuan yang telah digariskan oleh agama dan Persyarikatan, seperti menggairahkan shalat berjama’ah dan melakukan pembinaan umat melalui masjid-masjid dan majelis ta’lim, ibadah shalat lail/tarawih, i’tikaf, bersilaturahim dengan kerabat dan tetangga dekat maupun jauh serta sesama komponen bangsa lainnya, menjaga ukhuwah dan persaudaraan sesama umat Islam, menolong sesama, membantu kaum dhu’afa dan mustadh’afin, berinfaq, beramal jariyah, bershadaqah dan menunaikan zakat, pengajian hari besar Islam seperti Nuzulul Qur’an, serta kegiatan-kegiatan utama yang membawa kepada keselamatan, kebahagiaan dan kemaslahatan hidup diri sendiri, keluarga, masyarakat dan dunia kemanusiaan dalam bingkai rahmatan lil ‘alamin.
4. Mengajak kepada segenap warga Muhammadiyah dan umat Islam untuk menjadikan Ramadhan dan ’Idul Fitri sebagai proses pembaruan diri menuju kedewasaan dan kematangan dalam ber-Islam. Fenomena konflik internal di kalangan umat Islam akhir-akhir ini yang tak jarang berujung pada tindak kekerasan baik secara fisik maupun non-fisik semakin menjelaskan pentingnya menumbuhkan sikap tawadhu, tabayyun, tasamuh, ukhuwah, dan dialog secara intensif. Oleh karena itu pula diharapkan agar seluruh pimpinan umat Islam untuk semakin merapatkan barisan dan giat melakukan konsolidasi dan pembinaan terhadap umat, terutama agar dalam mereaksi konflik tersebut tetap menggunakan pendekatan akhlaqul karimah dan mengindahkan tata aturan dan perundangan yang berlaku di Indonesia.
5. Meminta kepada Pimpinan Persyarikatan di masing-masing tingkatan untuk menyelenggarakan pengajian Ramadhan bagi anggota pimpinan, ortom, dan amal usaha, sebagai sarana peningkatan kualitas dan pelaksanaan misi Muhammadiyah.
6. Mengajak kepada semua pihak, lebih-lebih industri hiburan baik media maupun pranata publik lainnya, agar menjunjung tinggi nilai-nilai moral dan kebaikan, serta tidak menjual komoditi pornografi dan pornoaksi yang merusak akhlak dan tatanan bangsa demi meraih keuntungan materi. Sikap positif yang demikian diperlukan sebagai bentuk penghormatan terhadap kehadiran bulan suci Ramadhan sekaligus bentuk pertanggungjawaban terhadap masa depan kehidupan negara. Jadikan bulan Ramadhan sebagai momentum untuk menghentikan tayangan-tayangan yang merusak akhlaq dan peradaban bangsa.
7. Menghimbau kepada segenap tokoh masyarakat, politisi, pejabat publik, pengusaha, dan semua elemen di tubuh pemerintahan dan masyarakat, dengan ruh atau pesan terdalam puasa dan ibadah-ibadah Ramadhan lainnya marilah kita jauhi korupsi, kebohongan publik, menindas dan merugikan sesama, menyia-nyiakan/menghianati amanat dan tanggungjawab, membiarkan kemunkaran atau bahkan melakukan kemunkaran, dan tindakan-tindakan penyimpangan serta demoralisasi lainnya dalam kehidupan pribadi dan ruang publik. Mari kita kembangkan perilaku-perilaku dan tindakan-tindakan yang otentik (fitri) sebagai cermin dari kepribadian orang-orang bertaqwa dalam kehidupan sehari-hari seperti kejujuran, kesahajaan, ketulusan, kedermawanan, kebajikan, bersikap adil, pemaaf, rendah hati, suka membela sesama dalam kebaikan dan ketaqwaan, dan kepribadian yang kokoh sehingga membawa kemaslahatan bagi kehidupan diri sendiri dan kehidupan orang banyak.

Demikian tausiyah Ramadhan ini disampaikan untuk dilaksanakan dan agar menjadi panduan bagi warga Muhammadiyah menyambut bulan suci Ramadhan 1429 H. Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya kepada kita. Amien ya Rabbal ‘Alamin.


(Arif Nur Kholis. www.muhammadiyah.or.id)

Minggu, 03 Agustus 2008

Antara Al-quran Dan Sang Jendral Adolf Roberto


Suatu sore, ditahun 1525. Penjara tempat tahanan orang-orang di situ
terasa hening mencengkam. Jendral Adolf Roberto, pemimpin penjara yang
terkenal bengis,tengah memeriksa setiap kamar tahanan.

Setiap sipir penjara membungkukkan badannya rendah-rendah ketika 'algojo
penjara' itu berlalu dihadapan mereka. Karena kalau tidak, sepatu
'jenggel' milik tuan Roberto yang fanatik Kristen itu akan mendarat di
wajah mereka.

Roberto marah besar ketika dari sebuah kamar tahanan terdengar seseorang
mengumandangkan suara-suara yang amat ia benci.

" Hai...hentikan suara jelekmu! Hentikan...!" Teriak Roberto
sekeras-kerasnya sembari membelalakan mata.

Namun apa yang terjadi ? Laki-laki di kamar tahanan tadi tetap saja
bersenandung dengan khusyu'nya. Roberto bertambah berang. Algojo penjara
itu menghampiri kamar tahanan yang lasnya tak lebih sekadar cukup untuk
satu orang.

Dengan congak ia menyemburkan ludahnya ke wajah renta sang tahanan yang
keriput hanya tinggal tulang. Tak puas sampai di situ, ia lalu menyulut
wajah dan seluruh badan orang tua renta itu dengan rokoknya yang
menyala.

Sungguh ajaib... Tak terdengar secuil pun keluh kesakitan. Bibir yang
pucat kering milik sang tahanan amat gengsi untuk meneriakkan kata
Rabbi, waana'abduka...

Tahanan lain yang menyaksikan kebiadaban itu serentak bertakbir sambil
berkata,

" Bersabarlah wahai ustadz...Insya Allah tempatmu di Syurga ."

Melihat kegigihan orang tua yang dipanggil ustadz olehsesama tahanan,
'algojo penjara' itu bertambah memuncak amarahnya. Ia diperintahkan
pegawai penjara untuk membuka sel, dan ditariknya tubuh orang tua itu
keras-keras hingga terjerembab di lantai.

" Hai orangtua busuk! Bukankah engkau tahu,aku tidak suka bahasa jelekmu
itu?! Aku tidak suka apa-apa yang berhubung dengan agamamu! Ketahuilah
orang tua dungu, bumi Spanyol ini kini telah berada dalam kekuasaan
bapak kami, Tuhan Yesus. Anda telah membuat aku benci dan geram dengan
'suara-suara' yang seharusnya tak pernah terdengar lagi di sini."
Sebagai balasannya engkau akan kubunuh. Kecuali, kalau engkau mau minta
maaf dan masuk agama kami."

Mendengar"khutbah" itu orang tua itu mendongakkan kepala,menatap Roberto
dengan tatapan tajam dan dingin. Ia lalu berucap,

" Sungguh...aku sangat merindukan kematian, agar aku segera dapat
menjumpai kekasihku yang amat kucintai, Allah. Bila kini aku berada
dipuncak kebahagiaan karena akan segera menemuiNya,patutkah aku berlutut
kepadamu, hai manusia busuk? Jika aku turuti kemauanmu, tentu aku
termasuk manusia yang amat bodoh."

Baru saja kata-kata itu terhenti, sepatu lars Roberto sudah mendarat
diwajahnya. Laki-laki itu terhuyung.Kemudian jatuh terkapar di lantai
penjara dengan wajah bersimbah darah. Ketika itulah dari saku baju
penjaranya yang telah lusuh, meluncur sebuah 'buku kecil'.

Adolf Roberto bermaksud memungutnya

Namun tangan sang Ustadz telah terlebih dahulu mengambil dan
menggenggamnya erat-erat.

"Berikan buku itu, hai laki-laki dungu!" bentak Roberto.

"Haram bagi tanganmu yang kafir dan berlumuran dosa untuk menyentuh
barang suci ini!" ucap sang ustadz dengan tatapan menghina pada Roberto.
Tak ada jalan lain,akhirnya Roberto mengambil jalan paksa untuk
mendapatkan buku itu.

Sepatu lars berbobot dua kilogram itu ia gunakan untuk menginjak
jari-jari tangan sang ustadz yang telah lemah. Suara gemeretak tulang
yang patah terdengar menggetarkan hati. Namun tidak demikian bagi
Roberto. Laki-laki bengis itu malah merasa bangga mendengar gemeretak
tulang yang terputus.

Bahkan 'algojo penjara' itu merasa lebih puas lagi ketika melihat
tetesan darah mengalir dari jari-jari musuhnya yang telah hancur.

Setelah tangan renta itu tak berdaya, Roberto memungut buku kecil yang
membuatnya penasaran. Perlahan Roberto membuka sampul buku yang telah
lusuh. Mendadak algojo itu termenung.

" Ah...sepertinya aku pernah mengenal buku ini. Tapi kapan? Ya, aku
pernah mengenal buku ini." suara hati Roberto bertanya-tanya.

Perlahan Roberto membuka lembaran pertama itu. Pemuda berumur tiga puluh
tahun itu bertambah terkejut tatkala melihat tulisan-tulisan " aneh"
dalam buku itu. Rasanya ia pernah mengenal tulisan seperti itu dahulu.
Namun, sekarang tak pernah dilihatnya di bumi Spanyol.

Akhirnya Roberto duduk disamping sang ustadz yang telah melepas
nafas-nafas terakhirnya. Wajah bengis sang algojo kini diliputi tanda
tanya yang dalam.Mata Roberto rapat terpejam. Ia berusaha keras
mengingat peristiwa yang dialaminya sewaktu masih kanak-kanak.Perlahan,
sketsa masa lalu itu tergambar kembali dalam ingatan Roberto. Pemuda itu
teringat ketika suatu sore di masa kanak-kanaknya terjadi kericuhan
besar dinegeri tempat kelahirannya ini.

Sore itu ia melihat peristiwa yang mengerikan dilapangan Inkuisisi
(lapangan tempat pembantaian kaum muslimin di Andalusia). Di tempat itu
tengah berlangsung pesta darah dan nyawa. Beribu-ribu jiwa tak berdosa
berjatuhan di bumi Andalusia. Di hujung kiri lapangan,beberapa puluh
wanita berhijab (jilbab) digantung pada tiang-tiang besi yang terpancang
tinggi. Tubuh mereka bergelantungan tertiup angin sore yang kencang,
membuat pakaian muslimah yang dikenakan berkibar-kibar di udara.

Sementara, di tengah lapangan ratusan pemuda Islam dibakar hidup-hidup
pada tiang-tiang salib, hanya karena tidak mau memasuki agama yang
dibawa oleh para rahib.

Seorang bocah laki-laki mungil tampan, berumur tujuh tahunan, malam itu
masih berdiri tegak dilapangan Inkuisisi yang telah senyap.
korban-korban kebiadaban itu telah syahid semua. Bocah mungil itu
mencucurkan airmatanya menatap sang ibu yang terkulai lemah di tiang
gantungan.

Perlahan-lahan bocah itu mendekati tubuh sang ummi yang tak sudah
bernyawa, sembari menggayutinya.Sang bocah berkata dengan suara parau,

" Ummi, ummi,mari kita pulang. Hari telah malam. Bukankah ummi telah
berjanji malam ini akan mengajariku lagi tentang alif, ba, ta, tsa....?
Ummi, cepat pulang kerumah ummi..."

Bocah kecil itu akhirnya menangis keras, ketika sang ummi tak jua
menjawab ucapannya. Ia semakin bingung dan takut, tak tahu harus berbuat
apa. Untuk pulang ke rumah pun ia tak tahu arah. Akhirnya bocah
ituberteriak memanggil bapaknya

" Abi...Abi...Abi..."

Namun ia segera terhenti berteriak memanggil sang bapak ketika teringat
kemarin sore bapaknya diseret dari rumah oleh beberapa orang berseragam.

" Hai...siapa kamu?!" teriak segerombolan orang yang tiba-tiba mendekati
sang bocah.

" Saya Ahmad Izzah, sedang menunggu Ummi..." jawab sang bocah memohon
belas kasih.

" Hah...siapa namamu bocah, coba ulangi!"bentak salah seorang dari
mereka.

" Saya Ahmad Izzah..." sang bocah kembali menjawab dengan agak grogi.

Tiba-tiba "plak! sebuah tamparan mendarat di pipi sang bocah.
" Hai bocah...! Wajahmu bagus tapi namamu jelek. Aku benci namamu.
Sekarang kuganti namamu dengan nama yang bagus. Namamu sekarang ' Adolf
Roberto ' .. Awas! Jangan kau sebut lagi namamu yang jelek itu. Kalau
kau sebut lagi nama lamamu itu, nanti akan kubunuh!" ancam laki-laki
itu.

Sang bocah meringis ketakutan, sembari tetap meneteskan air mata. Anak
laki-laki mungil itu hanya menurut ketika gerombolan itu membawanya
keluar lapangan Inkuisisi. Akhirnya bocah tampan itu hidup bersama
mereka.

Roberto sedar dari renungannya yang panjang. Sang Jendral itu melompat
ke arah sang tahanan. Secepat kilat dirobeknya baju penjara yang melekat
pada tubuh sang ustadz. Ia mencari-cari sesuatu di pusar laki-laki itu.
Ketika ia menemukan sebuah 'tanda hitam' ia berteriak histeris,

" Abi...Abi...Abi..."

Ia pun menangis keras, tak ubahnya seperti Ahmad Izzah dulu. Fikirannya
terus bergelut dengan masa lalunya.Ia masih ingat betul, bahwa buku
kecil yang ada didalam genggamannya adalah Kitab Suci Al Qur'an milik
bapaknya,yang dulu sering dibawa dan dibaca ayahnya ketika hendak
menidurkannya.

Ia jua ingat betul ayahnya mempunyai 'tanda hitam' pada bahagian pusar.
Pemuda beringas itu terus meraung dan memeluk erat tubuh renta nan
lemah. Tampak sekali ada penyesalan yang amat dalam atas ulahnya selama
ini.Lidahnya yang sudah berpuluh-puluh tahun alpa akan Islam, saat itu
dengan spontan menyebut,

" Abi... aku masih ingat alif, ba, ta, tha..."

Hanya sebatas kata itu yang masih terekam dalam benaknya.

Sang ustadz segera membuka mata ketika merasakan ada tetesan hangat yang
membasahi wajahnya. Dengan tatapan samar dia masih dapat melihat
seseorang yang tadi menyiksanya habis-habisan kini tengah memeluknya.

" Tunjuki aku pada jalan yang telah engkau tempuhi Abi,tunjukkan aku
pada jalan itu..."

Terdengar suara Jendral Roberto memelas. Sang ustadz tengah mengatur
nafas untuk berkata-kata, ia lalu memejamkan matanya. Airmatanya pun
turut berlinang. Betapa tidak, jika sekian puluh tahun kemudian,
ternyata ia masih sempat berjumpa dengan buah hatinya, ditempat ini.
Sungguh tak masuk akal. Ini semata-mata bukti kebesaran ALlah.

Sang Abi dengan susah payah masih bisa berucap :

" Anakku, pergilah engkau ke Mesir. Di sana banyak saudaramu. Katakan
saja bahwa engkau kenal dengan Syaikh Abdullah Fattah Ismail
Al-Andalusy. Belajarlah engkau di negeri itu,"

Setelah selesai berpesan sang ustadz menghembuskan nafas terakhir dengan
berbekal kalimah indah

"Asyahaduanla Illaaha ilallah, wa asyahadu anna MuhammadRasullullah...'.

Beliau pergi dengan menemui Rabbnya dengan tersenyum, setelah sekian
lama berjuang dibumi yang fana ini.

Kini Ahmad Izzah telah menjadi seorang alim di Mesir. Seluruh hidupnya
dibaktikan untuk agamanya, 'Islam, sebagai ganti kekafiran yang di masa
muda sempat disandangnya.

Banyak pemuda Islam dari berbagai penjuru berguru dengannya... Al-Ustadz
Ahmad Izzah Al-Andalusy.

Benarlah firman Allah...

"Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama Allah, tetaplah atas
fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut arahnya itu. Tidak
ada perubahan atas fitrah Allah. Itulah agama yang lurus, tetapi
kebanyakan manusia tidak mengetahui." (QS>30:30)(Iip Syaiful Rahman )

Selasa, 22 Juli 2008

Seharusnya Kerahmatan Menjadi Ukuran Ke- Islaman Gerakan

Arif Nur Kholis (www.muhammadiyah.or.id)
Yogyakarta- Dr. Hamim Ilyas dari Majelis Tarjih PP Muhammadiyah menyatakan bahwa saat ini perlu dikembangkan pemahaman bahwa seharusnya tingkat kerahmatan dan kemanfaatan sebuah gerakan atau organisasi Islam yang menjadi ukuran ke-Islaman gerakan Islam tersebut, karena menurutnya, adalah sebuah keanehan bila khalayak mengganggap derajat kesalehan seorang pengebom yang membunuh banyak orang sama dengan dengan mereka yang bekerja untuk kemanfaatan masyarakat. Menurut Hamim yang juga pengajar UIN Sunan Kalijaga dalam Seminar Nasional Pemeranan Majelis Taklim/ Pengajian dalam Menanamkan nilai-nilai multikulturalisme 12 Juli 2008 di gedung Muhammadiyah Cik ditiro tersebut, sayangnya hingga saat ini tidak banyak yang mengeksplorasi konsep wamaa arsalnaka illa rahmatan lil alamin sebagai parameter ke-Islaman sebuah gerakan. Menurut Hamim, dengan menjadi menjadi rahmat sebesar besarnya kepada alam, berarti Islam mengakui nilai-nilia Multikultural dalam ajarannya.

Hamim lebih lanjut menyatakan dalam Seminar yang diselenggarakan PP Aisyiyah dan DEPAG RI tersebut, bahwa saat ini kesadaran multikultural tidak seharusnya berhenti pada pengakuan adanya perbedaan semata, namun sudah harus menjadi sebuah kesadaran yang saling memberdayakan diantara perbedaan tersebut. Menurutnya, Muhammadiyah dalam ranah praksis sudah memasuki kesadaran tersebut, terbukti dengan fenomena Perguruan Tinggi Muhammadiyah di Indonesia Timur yang sebagian besar mahasiswanya dari kalangan non- Muslim. Artinya, Muhammadiyah tidak sekedar mengakui adanya perbedaan, namun juga memberi kesempatan kepada mereka yang non-Muslim untuk berkembang dalam hidupnya melalui pendidikan. Kemauan untuk memberi kesempatan mendapat pendidikan kepada orang non Muslim inilah yang bisa disebut sebagai wujud kerahmatan Muhammadiyah kepada mereka yang berbeda agama.

Hamim menyatakan bahwa pada masa kolonial, konsep Multikultural ini berhenti pada pengakuan adanya perbedaan semata. Setelah kemerdekaan Indonesia, kesadaran multikultural sudah berkembang hingga dimasa orde lama. Namun sayang, menurutnya setelah berdirinya orde baru, kesadaran multikultural ini berubah menjadi sekedar toleransi dimana berhenti pada sekedar mengakui dan menghormati perbedaan semata, sehingga kesadaran untuk saling memberdayakan sangat kurang.

Dalam kesempatan tersebut Hamim juga menyitir Ayat 148 Al Qur’an dari Surat Al Baqoroh yang telah menjadi trade merk Muhammadiyah yaitu fastabiqul khairat (berlomba-lomba dalam kebaikan). Dari ayat tersebut menurut Hamim, kesadaran multikultural bukan merupakan sesuatu yang sama sekali baru bagi Muhammadiyah, karena di ayat tersebut dinyatakan bahwa masing-masing komunitas memiliki orientasi budaya yang dituju dan dalam meresponnya umat Islam diperintahkan untuk berlomba-lomba dalam kebaikan. (arif).

Jumat, 04 Juli 2008

ayam dan babi

Ada orang asing (ilmuwan) bertanya kepada seorang Ulama mengenai hewan babi ini.

Ilmuwan : Haramnya hewan babi bagi umat muslim adalah disebabkan karena
banyaknya parasit dan kotoran dalam hewan ini. Dengan semakin canggihnya
ilmu kedokteran, bukannya mungkin nantinya hewan babi dapat dibersihkan
dari virus dan parasit yang mematikan ini? Apakah nantinya hewan babi yang
bersih akan menjadi halal?


Ulama : Haramnya babi bukan karena hal itu saja. Tetapi ada sifat
Babi yang sangat diharamkan untuk umat Islam?


Ilmuwan : Apakah itu?


Ulama : Coba anda buat 2 (dua) kandang. Dimana 1 (satu) kandang isi
dengan 2 (dua) ekor ayam jantan dan 1 (satu) ekor ayam betina.

1 (satu) kandang lagi isi dengan 2 (dua) ekor babi
jantan dan 1 (satu) ekor babi betina.

Apakah yang terjadi pada masing2 kandang tersebut?
Bisakah anda menerkanya!!!


Ilmuwan : Tidak bisa!!!!????


Ulama : Mari kita lihat bersama-sama sekarang.


Pada kandang pertama dimana ada 2 (dua) ekor ayam jantan
dan 1 (satu) ekor ayam betina, yang terjadi adalah 2 (dua) ekor ayam
jantan tersebut berkelahi dahulu untuk memperebutkan 1 (satu) ekor ayam
betina tersebut sampai ada yang menang dan kalah. Dan itu sesuai dengan
Kodrat dan Fitrah manusia diciptakan Allah SWT.


Ilmuwan : Pada kandang Babi?


Ulama : Ini yang menarik. Pada kandang kedua, yaitu kandang berisi 2
(dua) ekor babi jantan dan 1 (satu) ekor babi betina. Ternyata 2 (dua)
ekor babi jantan tidak berkelahi untuk memperebutkan 1 (satu) ekor babi
betina, tetapi yang terjadi adalah 2 (dua) ekor babi jantan tersebut
malahan menyetubuhi secara beramai-ramai 1 (satu) ekor babi betina
tersebut dan juga terjadi hubungan Homoseksual antara kedua ekor babi
jantan setelah selesai dengan si betina. Hal inilah yang jelas2
bertentangan dengan Fitrah umat manusia.


Bilamana umat Islam ikut2an memakan babi maka ditakutkan
umat Islam akan mempunyai sifat dan karateristik seperti babi ini.


Hadaanallahu Wa Iyyakum Ajma'in, Wallahu A'lam
Bish-shawab.


"Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, (daging hewan)
yang disembelih atas nama selain Allah, yang tercekik, yang dipukul, yang
jatuh, yang ditanduk, dan yang diterkam binatang buas, kecuali yang sempat
kamu menyembelihnya, dan (diharamkan bagimu) yang disembelih untuk
berhala.


Dan (diharamkan juga) mengundi nasib dengan anak panah, (mengundi nasib
dengan anak panah itu) adalah Kefasikan. Pada hari ini orang-orang kafir
telah putus asa untuk (mengalahkan) agamamu, sebab itu janganlah kamu
takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku. Pada hari telah Ku-sempurnakan
untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah
Ku-ridhlai Islam itu jadi agama bagimu. Maka barang siapa terpaksa karena
kelaparan tanpa sengaja berbuat dosa, sesungguhnya Allah Maha Pengampun
lagi Maha Penyanyang". ( QS. Al-Maidah (5) : 3).


Mengapa Islam mengharamkan Babi (Terjemahan)


Berikut ini tulisan mengenai pengharaman darah dan babi dalam Islam,
diulas dari sudut pandang Logika dan Ilmu Kesehatan.


Bob : Tolong beritahu saya, mengapa seorang Muslim sangat
mementingkan mengenai kata-kata "Halal" dan "Haram"; apa arti dari
kata-kata tersebut?


Yunus : Apa-apa yang diperbolehkan diistilahkan sebagai Halal, dan
apa-apa yang tak diperbolehkan diistilahkan sebagai Haram, dan Al-Qur'an
lah yang menggambarkan perbedaan antara keduanya.


Bob : Dapatkah anda membrikan contoh?


Yunus : Ya, Islam telah melarang segala macam darah. Anda akan
sependapat bahwa analis kimia dari darah menunjukkan adanya kandungan yang
tinggi dari uric acid (asam urat?), suatu senyawa kimia yang bisa
berbahaya bagi kesehatan manusia.


Bob : Anda benar mengenai sifat beracun dari uric acid dalam
tubuh manusia, senyawa ini dikeluarkan sebagai kotoran, dan dalam
kenyataannya kita diberitahu bahwa 98% dari uric acid dalam tubuh,
dikeluarkan dari dalam darah oleh Ginjal, dan dibuang keluar tubuh melalui
air seni.


Yunus : Sekarang saya rasa anda akan menghargai metode prosedur
khusus dalam penyembelihan hewan dalam Islam.


Bob : Apa maksud anda?


Yunus : Begini... seorang penyembelih, selagi menyebut nama dari
Yang Maha Kuasa, membuat irisan memotong urat nadi leher hewan, sembari
membiarkan urat-urat dan organ-organ lainnya utuh.


Bob : Oh begitu... Dan hal ini menyebabkan kematian hewan karena
kehabisan darah dalam tubuh, bukannya karena cedera pada organ vitalnya.


Yunus : Ya, sebab jika organ-organ, misalnya jantung, hati, atau
otak dirusak, hewan tersebut dapat meninggal seketika dan darahnya akan
menggumpal dalam urat-uratnya dan akhirnya mencemari daging. Hal tersebut
mengakibatkan daging hewan akan tercemar oleh uric acid, sehingga
menjadikannya beracun; hannya pada masa kini-lah, para ahli makanan baru
menyadari akan hal ini.


Bob : Selanjutnya, selagi masih dalam topik makanan; Mengapa
para Muslim melarang pengkonsumsian daging babi, atau ham, atau makanan
lainnya yang terkait dengan babi?


Yunus : Sebenarnya, diluar dari larangan Al-Qur'an dalam
pengkosumsian babi, bacon; pada kenyataannya dalam Bible juga, pada
Levitus bab 11, ayat 8, mengenai babi, dikatakan, "Dari daging mereka
(dari "swine", nama lain buat "babi") janganlah kalian makan, dan dari
bangkai mereka, janganlah kalian sentuh; mereka itu kotor buatmu".


Lebih lanjut lagi, apakah anda tahu kalau babi tidak dapat disembelih di
leher karena mereka tidak memiliki leher; sesuai dengan anatomi
alamiahnya?


Muslim beranggapan kalau babi memang harus disembelih dan layak bagi
konsumsi manusia, tentu Sang Pencipta akan merancang hewan ini dengan
memiliki leher.


Namun diluar itu semua, saya yakin anda tahu betul mengenai efek-efek
berbahaya dari konsumsi babi, dalam bentuk apapun, baik itu pork chops,
ham, atau bacon.


Bob : Ilmu kedokteran mengetahui bahwa ada resiko besar atas
banyak macam penyakit. Babi diketahui sebagai inang dari banyak macam
parasit dan penyakit berbahaya.


Yunus : Ya. Dan diluar sana itu semua, sebagaimana kita membicarakan
mengenai kandungan uric acid dalam darah, sangat penting untuk
diperhatikan bahwa sitem biochemistry : babi hannya mengeluarkan 2% dari
seluruh kandungan uric acidnya, sedangkan 98% sisanya tersimpan dalam
tubuhnya.


Ini dapat menjawab sebagian pertanyaan mereka, khusunya jika kalangan
Non-Muslim bertanya mengapa Umat Islam tidak boleh mengkonsumsi babi.(m.edison@yahoo.com/syiar-islam@yahoogroups.com)

Rabu, 25 Juni 2008

Syamsul : Ahli Falak Muhammadiyah Jangan Ketinggalan Kereta



Yogyakarta-Setelah tahun 2007 terselenggara Simposium Internasional tentang Penyatuan Kalender Islam se-Dunia, selasa (24/06/2008) ini ahli Hisab dan Fiqih Muhammadiyah mengkaji perkembangan pembuatan kalender Internasional yang memang hingga saat ini masih belum terwujud. Menurut Prof. Syamsul Anwar, ketua Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah dalam pembukaan acara tersebut, Muhammadiyah sebagai pelopor penggunaan Hisab jangan sampai tertinggal wawasannya tentang perkembangan metode Hisab yang beberapa tahun terakhir berkembang pesat. “Jangan sampai ketinggalan kereta, apalagi kitalah pelopor penggunaan Hisab” tegas Syamsul. “Sebagai gerakan Modernis, kita bisa tidak modern lagi” ingat Syamsul.

Menurut Syamsul di Ruang Sidang Universita Muhammadiyah Yogyakarta tersebut, Dunia Islam mulai Abad 8 hingga abad 13 berkembang pesat pengkajian ilmu falak. Pada masa itu lahir Al Battani yang dikenal pembuat kalender yang kita kenal dengan nama Al Manak, yang sebenarnya merupakan kalender Urfi. Kalender Urfi ini tidak didasarkan pada gerak bulan, namun membagi hari dalam setahun, kemudian membagi jumlah hari pada bulan bulan secara berselang seling, 30 hari dan 29 hari. Kalender ini mengenal tahun Kabisat 11 hari dalam tempo 30 tahun pada bulan Zulqoidah. Namun kalender yang dibelakukan pada abad 10 oleh Al Hakim bin Amrillah, Khalifah Fatimiyah dan Mesir memiliki persoalan dimana bulan Ramadhannya 30 hari terus. “Padahal Rasulullah mengalam sembilan kali Ramadhan, dua kali 30 hari dan tujuh kali 29 hari, sedangkan kalender urfi, selamanya 30 hari” terang Syamsul. “ Inilah awal kalender dalam sejarah Islam, walaupun banyak kwelemahannya”.

Lebih lanjut Syamsul menyatakan bahwa Ilmu Falak itu mati di dunia sejak abad ke-13 sampai abad ke-20, hingga tahun 1910 ilmuan barat kembali membangkitkan pengkajian Ilmu Falak/Astronomi. Tahun 1981 lahir Ilmuan Islam yang ikut mengkaji Ilmu Falak benama Muhammad Ilyas dari Maalaysia, dan mulai saat itu perkembangan sangat cepat. Tahun 1998 menurut Syamsul titik perkembangan ilmu falak di dunia Islam cukup maju dengan didirikan ICOP (Islamic Crescents’ Observation Object) dengan website www.icoproject.org. “Mari ahli falak tarjih dan ahli fiqhnya harus sering membuka situsnya, karena memuat perkembangan ilmu falak umat Islam beberapa tahun terkahir ini, sehingga kita bisa mendapat informasi baru perkembangan Ilmu Falak Syar’i di kalangan Umat Islam beberapa tahun terakhir ini” pesan Syamsul.

Perkembangan Software

Syamsul juga mengingatkan kepada peserta yang terdiri dari utusan wilayah dan undangan-undangan khusus para ahli tersebut, bahwa saat ini teknologi software juga terus berkembang, seperti yang di kembangkan ketua ICOP Muhammad Audah. “Muhammadiyah juga tidak boleh ketinggalan, paling tidak kita mampu mengembangkan software yang praktis yang bisa digunakan untuk menentukan arah kiblat, waktu sholat, menghitung ketinggian bulan, dan matahari” harap Syamsul. “Karena kita harus mencari cara bagaimana kita berfikir ke arah itu” lanjutnya. “karena kalau kita diam terus, orang berkembang terus kita akan ketinggalan” pesan Syamsul lagi. ” Karena itu salah satu upayanya, saat ini Majelis Tarjih bekerjasama dengan UMY, sedang mengembangkan Pusat Studi Falak” terang Syamsul (arif).(www.muhammadiyah.or.id)

Kamis, 19 Juni 2008

Idol dan Berhala

Oleh Eko Prasetyo

Industri televisi di Indonesia sekarang hanya mementingkan selera pasar dan meraup keuntungan besar dari situ tanpa mengindahkan aspek mendidik. Disadari atau tidak, masyarakat kita cenderung dibodohi oleh tontonan di televisi. Yang memprihatinkan, justru acara tersebut diputar di premier time atau pukul 19.00-21.00.

Di waktu-waktu itulah, acara televisi tersebut sering ditonton oleh anak-anak. Kesedihan atau kesialan dieksploitasi untuk menarik simpati penonton. Kita bisa lihat acara-acara reality show remaja yang sama sekali tidak mendidik. Di situ, dipertontonkan bagaimana sepasang muda-mudi pacaran yang bisa bermesra-mesraan di depan umum. Seolah-olah, pacaran itu sudah umum dan sah-sah saja dilakukan. Legitimasi semacam ini sangat memprihatinkan.

Padahal, gaya hidup pacaran itu bisa menghadirkan perbuatan zina yang dilaknat Allah. Yang lebih memprihatinkan, acara valentine tiap tahun dirayakan tidak hanya oleh anak muda, tapi ada pula orang tua dengan ritual memberi bunga ataupun cokelat kepada pasangan. Masya Allah. Sedemikian rupa budaya Barat yang merusak itu telah diadopsi oleh masyarakat awam kita. Bahkan, acara-acara itu menjadi ladang bisnis yang nyata-nyata secara perlahan bisa menghancurkan akhlak seseorang.

Hampir selalu saya perhatikan, di kampung, rumah tetangga, kantor, warung kopi, di mana-mana, acara idol-idol-an makin semarak dengan peminat penonton yang tidak sedikit. Indonesian Idol, misalnya. Ini sangat membuat saya penasaran. Sehingga, saya mencari tahu dari mana asal mula acara yang diadopsi dari American Idol tersebut. Hasilnya?

Saya kaget ternyata kata “idol” itu berasal dari bahasa Ibrani yang artinya adalah berhala. “Kalau sudah begini, terus piye?” tanya saya di sebuah diskusi pengajian. “Ini jelas pembodohan, ” ujar seorang kawan.

Betapa media sangat berperan dalam membangun stigma kurang mendidik seperti ini. Terutama, acara-acara reality show yang menawarkan menjadi bintang secara instant. Ada satu lagi yang cukup mengusik hati saya. Yakni, acara talent search untuk anak-anak. Gimana tidak? Wong, ada tetangga saya, seorang ibu-ibu, yang saking histerisnya melihat ”idola”nya tereleminasi sampai menangis. Astagfirullah.

Di sini, ada suatu fenomena yang tidak baru, tapi muncul lagi dan masih ampuh memengaruhi penonton. Yakni, air mata. Sudah menjadi rahasia umum bahwa banyak di antara finalis talent search di Indonesia (mulai zaman AFI) menjual kisah sedih mereka sebagai bagian dari strategi penjualan yang efektif. Seolah-olah, suara atau kualitas mereka tidaklah cukup untuk dijual kepada masyarakat. Sehingga, semakin tragis kisahnya, semakin menarik untuk dijual. Banyak variasi kisah sedih yang dijual. Mulai keluarga yang miskin sampai harus menjual becak demi ongkos ke Jakarta, bekas korban kerusuhan, keluarga tidak harmonis, single-parent, dan lain-lain. Masya Allah.

Hasilnya? Sukses dan tenar sesaat. Ada jebolan talent search yang bisa bertahan menjaga ketenarannya bukan karena skill yang dimiliki, tapi lebih karena fisikal semata. Ada pula yang terjerat utang hingga jutaan atau puluhan juta hanya untuk mengirimkan SMS demi memenangkan voting. Nah, sekarang kalau anak-anak yang mengikuti talent search itu, secara tidak sadar mereka telah dieksploitasi demi keuntungan program atau media yang menayangkannya.

Haruskah anak-anak menjadi dewasa sebelum waktunya di saat mereka masih harus menikmati masa anak-anaknya? Haruskah budaya Barat yang meracuni masyarakat semacam itu hanya kita biarkan? Karena itu, pendidikan agama begitu penting berperan di sini. Fondasi Islam harus ditanamkan kepada generasi muda, terutama sejak dini.

Rasulullah bersabda, ”Perintahlah anak-anakmu untuk melaksanakan salat ketika mereka berusia tujuh tahun. Pukullah mereka jika sampai berusia sepuluh tahun mereka tetap enggan mengerjakan shalat.” (HR Abu dawud dan al-Hakim). Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan lewat Ibnu Abbas ra,

Rasulullah juga bersabda, “Taatlah kepada Allah dan takutlah berbuat maksiat kepada Allah serta suruhlah anak-anak kamu untuk menaati perintah-perintah dan menjauhi larangan-larangan. Sebab, hal itu akan memelihara mereka dan kamu dari siksa neraka.” Jelas sudah lewat hadis di atas bahwa pendidikan akhlak dan agama harus dberikan kepada anak-anak sejak dini. Tujuannya, agar anak-anak kita, generasi Islami mendatang, tidak mudah terjerumus terhadap hal atau acara yang tidak mendidik. Indonesia, please be objective and never fall into the same trap again. prasetyo_pirates@yahoo.co.id (eramuslim.com)

Islam di Amerika Sebelum Columbus

gaulislam.com Indahnya Islam by Hafsa Mutazz on the June 18th, 2008
Christopher Columbus menyebut Amerika sebagai ‘The New World’ ketika pertama kali menginjakkan kakinya di benua itu pada 21 Oktober 1492. Namun, bagi umat Islam di era keemasan, Amerika bukanlah sebuah ‘Dunia Baru’. Sebab, 603 tahun sebelum penjelajah Spanyol itu menemukan benua itu, para penjelajah Muslim dari Afrika Barat telah membangun peradaban di Amerika.

Klaim sejarah Barat yang menyatakan Columbus sebagai penemu benua Amerika akhirnya terpatahkan. Sederet sejarawan menemukan fakta bahwa para penjelajah Muslim telah menginjakkan kaki dan menyebarkan Islam di benua itu lebih dari setengah milenium sebelum Columbus. Secara historis umat Islam telah memberi kontribusi dalam ilmu pengetahuan, seni, serta kemanusiaan di benua Amerika.

”Tak perlu diragukan lagi, secara historis kaum Muslimin telah memberi pengaruh dalam evolusi masyarakat Amerika beberapa abad sebelum Christopher Columbus menemukannya,” tutur Fareed H Numan dalam American Muslim History A Chronological Observation. Sejarah mencatat Muslim dari Afrika telah menjalin hubungan dengan penduduk asli benua Amerika, jauh sebelum Columbus tiba.

Sejarawan Ivan Van Sertima dalam karyanya They Came Before Columbus membuktikan adanya kontak antara Muslim Afrika dengan orang Amerika asli. Dalam karyanya yang lain, African Presence in Early America, Van Sertima, menemukan fakta bahwa para pedagang Muslim dari Arab juga sangat aktif berniaga dengan masyarakat yang tinggal di Amerika.

Van Sertima juga menuturkan, saat menginjakkan kaki di benua Amerika, Columbus pun mengungkapkan kekagumannya kepada orang Karibian yang sudah beragama Islam. “Columbus juga tahun bahwa Muslim dari pantai Barat Afrika telah tinggal lebih dulu di Karibia, Amerika Tengah, Selatan, dan Utara,” papar Van Sertima. Umat Islam yang awalnya berdagang telah membangun komunitas di wilayah itu dengan menikahi penduduk asli.

Menurut Van Sertima, Columbus pun mengaku melihat sebuah masjid saat berlayar melalui Gibara di Pantai Kuba. Selain itu, penjelajah berkebangsaan Spanyol itu juga telah menyaksikan bangunan masjid berdiri megah di Kuba, Meksiko, Texas, serta Nevada. Itulah bukti nyata bahwa Islam telah menyemai peradabannya di benua Amerika jauh sebelum Barat tiba.

Fakta lainnya tentang kehadiran Islam di Amerika jauh sebelum Columbus datang juga diungkapkan Dr Barry Fell, seorang arkeolog dan ahli bahasa dari Universitas Harvard. Dalam karyanya berjudul Saga America, Fell menyebutkan bahwa umat Islam tak hanya tiba sebelum Columbus di Amerika. Namun, umat Islam juga telah membangun sebuah peradaban di benua itu.

Fell juga menemukan fakta yang sangat mengejutkan. Menurut dia, bahasa yang digunakan orang Pima di Barat Daya dan bahasa Algonquina, perbendaharaan katanya banyak yang berasal dari bahasa Arab. Arkeolog itu juga menemukan tulisan tua Islami di beberapa tempat seperti di California.

Di Kabupaten Inyo, negara bagian California, Fell juga menemukan tulisan tua lainnya yang berbunyi ‘Yasus bin Maria’ yang dalam bahasa Arab berarti “Yesus, anak Maria”. “Ini bukan frase Kristen,” cetus Fell. Faktanya, menurut dia, frase itu ditemukan dalam kitab suci Alquran. Tulisan tua itu, papar dia, usianya lebih tua beberapa abad dari Amerika Serikat.

Arkeolog dan ahli bahasa itu juga menemukan teks, diagram, serta peta yang dipahat di batu yang digunakan untuk kepentingan sekolah. Temuan itu bertarikh antara tahun 700 hingga 800 M. Teks serta diagram itu berisi mata pelajaran matematika, sejarah, geografi, astronomi, dan navigasi laut. Bahasa pengajaran yang ditemukan itu menggunakan tulisan Arab Kufi dari Afrika Utara.

Sejarawan seni berkebangsaan Jerman, Alexander Von Wuthenau, juga menemukan bukti dan fakta keberadaan Islam di Amerika pada tahun 800 M hingga 900 M. Wuthenau menemukan ukiran kepala yang menggambarkan seperti bangsa Moor. Itu berarti, Islam telah bersemi di Amerika sekitar separuh milenium sebelum Columbus lahir.

Dia juga menemukan ukiran serupa bertarik 900 M hingga 1500 M. Artifak yang ditemukan itu mirip foto orang tua yang biasa ditemui di Mesir. Youssef Mroueh dalam tulisannya Muslim in The Americas Before Columbus memaparkan penuturan Mahir Abdal-Razzaaq El, orang Amerika asli yang menganut agama Islam. Mahir berasal dari suku Cherokee yang dikenal sebagai Eagle Sun Walker.

Mahir memaparkan, para penjelajah Muslim telah datang ke tahan kelahiran suku Cherokee hampir lebih dari 1.000 tahun lalu. Yang lebih penting lagi dari sekedar pengakuan itu, kehadiran Islam di Amerika, khususnya pada suku Cherokee adalah dengan ditemukannya perundang-undangan, risalah dan resolusi yang menunjukkan fakta bahwa umat Islam di benua itu begitu aktif.

Salah satu fakta yang membuktikan bahwa suku asli Amerika menganut Islam dapat dilacak di Arsip Nasional atu Perpustakaan Kongres. Kesepakatan 1987 atau Treat of 1987 mencantumkan bahwa orang Amerika asli menganut sistem Islam dalam bidang perdagangan, kelautan, dan pemerintahan. Arsip negara bagian Carolina menerapkan perundang-undangan seperti yang diterapkan bangsa Moor.

Menurut Youssef, pemimpin suku Cherokee pata tahun 1866 M adalah seorang pria bernama Ramadhan Bin Wati. Pakaian yang biasa dikenakan suku itu hingga tahun 1832 M adalah busana Muslim. ”Di Amerika Utara sekurangnya terdapat 565 nama suku, perkampungan, kota, dan pegunungan yang akar katanya berasal dari bahasa Arab,” papar Youssef.

Fakta-fakta itu membuktikan bahwa Islam telah hadir di tanah Amerika, ketika kekhalifahan Islam menggenggam kejayaannya. Hingga kini, agama Islam kian berkembang pesat di Amerika - apalagi setelah peristiwa 11 September. Masyarakat Amerika kini semakin tertarik dan meyakini bahwa Islam adalah agama yang paling benar.
heri ruslan (republika)

Selasa, 10 Juni 2008

Surat Yunus Ayat 99-100


Ahmad Syafii Ma'arif
Arti selengkapnya dari surat Yunus ayat 99 ini adalah: "Dan sekiranya Tuhanmu menghendaki, tentu berimanlah semua manusia yang ada di muka bumi. Lantaran itu, patutkah engkau memaksa manusia agar mereka beriman seluruhnya?" Ayat 100 berikutnya: "Dan tidaklah seseorang akan beriman, melainkan dengan izin Allah." Artinya, untuk beriman perlu lampu hijau dari Allah, menurut ayat ini. Tanpa perkenan dari Yang Maha Pemberi Izin, iman itu tidak akan terjadi. Sebab itu, menurut surat Makkiyyah ini, setiap paksaan untuk beriman, halus apalagi kasar, sepenuhnya melanggar ketentuan Allah.

Adapun menyampaikan dakwah agar manusia mau beriman, jelas merupakan kewajiban agama. Tetapi dalam proses dakwah itu, unsur paksaan dilarang keras. Sebenarnya jika mau jujur, di antara metode dakwah yang paling efektif ialah dakwah dengan contoh perbuatan. Tidak usah jauh-jauh mencari contoh. Di sebuah RT, misalnya, ada dua keluarga Muslim yang jadi buah bibir masyarakat sekitarnya dalam arti positif, padahal lingkungannya mayoritas non-Muslim. Orangnya ramah, sopan, suka memberi siapa saja, tidak terikat dengan agama yang dipeluknya. Penampilannya tidak dibuat-buat, lumrah, semuanya autentik sebagai tanda percaya diri yang tinggi. Jika ada kematian di RT itu, keluarga Muslim itu cepat turun tangan untuk mengulurkan bantuan apa yang mungkin. Dunia fitnah dijauhinya. Menghukum mereka yang seagama tetapi tidak sepaham dalam penafsiran, pantangan baginya. Kenisbian manusia untuk menangkap yang mutlak adalah pegangan utamanya dalam beragama. Seluruh warga RT itu merasa akan sangat kehilangan jika dua keluarga Muslim itu pindah ke tempat lain. Di mana-mana akan terdengar ucapan: "Aduh, mengapa si anu itu pindah dari lingkungan kita, padahal kita sangat memerlukannya agar tetap bersama kita di sini, sekalipun kita berlainan agama."

Contoh yang saya berikan ini bukanlah sesuatu yang asing, semuanya empirik, dapat dilakukan siapa saja, apa pun agama yang dipeluknya. Jika kemudian ada yang tertarik untuk mengikuti agama dua keluarga Muslim itu secara sadar, tanpa ada tanda-tanda paksaan, maka boleh jadi izin Allah untuk beriman itu memang sedang berlaku. Teladan yang ditunjukkan dua keluarga Muslim itu semata-mata sarana bagi keluarnya izin itu. Tidak lebih dari itu.

Saya punya pengalaman khas tentang hal yang mirip, saat saya kuliah dengan Fazlur Rahman di Universitas Chicago. Mahasiswa yang ikut kuliahnya berasal dari bermacam agama: Katolik, Protestan, Shinto, Yahudi, dan Muslim. Dengan kepercayaan diri yang sangat kuat, Rahman dalam seluruh kuliahnya tidak ada bayangan agar mahasiswanya menjadi Muslim. Mungkin Rahman berpendapat, daripada menambah pengikut, lebih baik jumlah Muslim sedunia di atas satu miliar itu ditingkatkan kualitasnya.

Tetapi, apa yang terjadi? Beberapa mahasiswanya yang non-Muslim saya dengar belakangan telah menjadi Muslim atau Muslimah, sesuatu yang tidak diniatkan Rahman sewaktu memberi kuliah. Metode perkuliahan yang mendalam, objektif, tanpa basa-basi, rupanya telah bersarang secara diam-diam dalam otak dan hati para mahasiswanya. Maka, terjadilah apa yang terjadi. Izin Allah rupanya berlaku melalui cara-cara yang tak disengaja itu. Tentu saja ruh Rahman di alam baka tersenyum menyaksikan apa yang terjadi pada sejumlah mantan mahasiswanya, sebagian adalah teman-teman sekelas saya. Sebab itu, Anda janganlah terlalu bernafsu untuk 'menaklukkan' dunia agar beriman seperti Anda. Biarlah proses itu berjalan secara wajar. Bukankah kualitas itu jauh lebih penting dari kuantitas, jika kuantitas itu tidak lebih dari beban sejarah?

Dua contoh, RT dan Rahman, mungkin dapat dijadikan bahan renungan: satu untuk akar rumput, yang lain untuk tingkat yang lebih tinggi. Tetapi ingat, Rahman pernah dihalalkan darahnya di Pakistan, tanah airnya, oleh mereka yang wawasan keagamaan dan kemanusiaannya hanyalah sebatas tuturan atapnya, atau paling jauh sebatas halaman rumahnya. Kata pepatah: "Jika kail panjang sejengkal, janganlah laut hendak diduga!" Mari kita sama-sama belajar dari sumber yang beragam untuk saling bertukar pendapat dengan cara yang santun, jujur, dan mendalam. Musuh terbesar kita adalah kedangkalan dan sifat memonopoli kebenaran (www.muhammadiyah.or.id)

Sabtu, 07 Juni 2008

KH. Cholil: Insiden Monas Cuma Asap Saja

Ketua MUI, KH. Cholil Ridwan mengatakan, insiden Monas cuma “asap”. Untuk menghilangkannya, maka, apinya harus lebih dahulu dipadamkan

Hidayatullah.com—Ketua MUI, KH. Cholil Ridwan mengatakan, insiden Monas Ahad, (1/6), lalu cuma “asap”. Untuk menghilangkan asap tersebut, maka apinya harus dipadamkan.

Yang dimaksud “api”, kata KH. Cholil adalah, segala tindak kekerasan terhadap akidah umat Islam serta penodaan terhadap Al-Quran. Bentuk kekerasan yang bersifat psikis ini, menurutnya sangat menyakitkan. Lebih sakit ketimbang serangan pisik yang bisa hilang dalam beberapa waktu.

“Ini sangat menyakitkan. Apalagi kita yang berada di MUI, yang tugaskan untuk mengawal akidah umat Islam di Indonesia,” ujar KH Cholil dalam acara diskusi sekaligus peluncuran Majalah Al-Mujatama’ di Hotel Mulia, Senayan, Jakarta (6/6), tadi malam.

Untuk memadamkan “api” tersebut diperlukan air, dan “airnya” adalah UU No. 1/PNPS/1965 tentang Pencegahan Penyalahgunaan dan atau Penodaan Agama.
Pasal 1 UU ini berbunyi: "Setiap orang dilarang dengan sengaja di muka umum menceritakan, menganjurkan atau mengusahakan dukungan umum untuk melakukan penafsiran tentang sesuatu agama yang utama di Indonesia atau melakukan kegiatan-kegiatan keagamaan yang menyerupai kegiatan-kegiatan agama itu, penafsiran dan kegiatan mana menyimpang dari pokok-pokok ajaran dari agama itu.”

Pasal ini telah diterapkan terhadap aliran Al-Qiyadah al-Islamiyah, yang juga mengakui adanya nabi baru setelah Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasslallaam. Pemimpin alirannya dipenjara, ajarannya dilarang, dan organisasinya dibubarkan. Tapi herannya, kata KH. Cholil, mengapa hal tersebut sulit sekali dilalukan terhadap Ahmadiyah?

Kepada umat Islam, Cholil Ridwan menghimbau untuk berada dalam satu shaf perjuangan, membentuk front perlawanan melawan “kafir”. Kedua, umat Islam juga harus berada dalam satu arah/agenda, yakni tetap membubarkan Ahmadiyah. Ketiga, Cholil juga meminta umat Islam untuk istiqamah dan tidak membuka peluang konflik. Di antaranya dengan tidak melakukan tindakan atau pernyataan yang menyulut emosi. [Surya/cha/www.hidayatullah.com

FUI Tuding AS Otaki Insiden Monas



Jakarta - Forum Umat Islam (FUI) mencurigai insiden monas didalangi pihak asing. Bahkan AKK-BB dituding telah menerima duit US$ 26 juta dolar sejak 1995 hingga 1997.

Kecurigaan FUI ini didasari kedatangan Kuasa Usaha Kedubes AS untuk Indonesia, John Heffrn menjenguk anggota AKK-BB yang menjadi korban insiden Monas 1 Juni.

"John Heffern datang membesuk para korban dari AKK-BB. Ini menimbulkan tanda tanya publik. Ada hubungan apa antara orang-orang yg dijenguk tadi dengan kedubes AS," ujar Ketua Gerakan Persaudaran Muslim Indonesia (GPMI) Ahmad Sumargono.

Hal itu disampaikan dia dalam jumpa pers yang digelar FUI di Hotel Sofyan Cikini, Jl Cikini Raya, Jakarta Pusat. Sekadar diketahui, GPMI adalah salah satu organisasi yang tergabung dalam FUI.

Selain itu, Sumargono mengungkapkan, AS telah menerbitkan rilis yang meminta pemerintah Indonesia untuk segera menyelesaikan insiden Monas. Penerbitan rilis ini dinilai sebagai bentuk campur tangan AS.

Sumargono juga membeberkan, Adnan Buyung Nasution, yang juga salah satu tokoh AKK-BB, telah menerima duit US$ 26 juta dari AS sejak tahun 1995 hingga 1997. "Melalui YLBHI, Adnan Buyung telah menerima dana dari USAID. Dana ini yang menyebabkan terjadinya gelombang reformasi yang membuat Indonesia amburadul di bawah eksploitasi kaum kapitalis liberal," tuturnya.

Data ini didapat Sumargono berdasarkan tulisan di New York Time. Sumargono mengatakan tulisan New York Time itu diperkuat dari Maruli Tobing dalam harian Kompas, 9 Februari 2001 yang menyebut 'Lewat bantuan itu pula tidak adapula salahnya mencurigai CIA ikut dalam peristiwa yang terjadi 13 hingga 15 Mei 1998 di Jakarta'.

Rencananya, FUI akan menyerahkan bukti-bukti keterlibatan pihak asing ini ke Mendagri sebagai bahan pertimbangan. "Syarat sebuah ormas dibubarkan salah satunya adalah mendapat bantuan dari asing. Bukti ini akan kami serahkan ke Mendagri sebagai pertimbangan saja," katanya. (Detik)(www.swaramuslim)

Insiden Monas, Upaya Pembunuhan Karakter Umat Islam


Tuntutan terhadap pembubaran Ahmadiyah dan counter terhadap isu yang mendiskreditkan kelompok Islam tidak harus dilakukan dengan turun ke jalan. Ba'da Sholat Jum'at, sekitar 200 orang menghadiri Tabligh Akbar bertajuk Membangun Ukhuwah dan Kesatuan Umat Menolak Adu Domba, yang diselenggarakan Forum Umat Islam.

Acara tersebut diisi dengan tausyiah dari tokoh-tokoh Islam, dalam menyikapi Insiden Monas yang di mana tampak indikasi upaya untuk memecahbelah umat Islam.

Ketua Majelis Syuro Front Pembela Islam Habib Muhsin Alatas mengatakan, ada skenario global di balik insiden Monas 1 Juni lalu, di mana agen-agen asing ikut bermain didalamnya.

Bahkan, menurutnya, ada upaya pembunuhan karakter terhadap Habib Rizieq dan FPI yang selalu dengan lantang menyuarakan pembubaran Ahmadiyah.

"Kita menuntut pada pemerintah untuk membubarkan Ahmadiyah dari bumi Indonesia. Kita juga meminta jangan hanya FPI yang diproses, AKKBB juga harus diproses termasuk tokoh intelektualnya seperti Gus Dur, Syafii Maarif dan lainnya juga harus diproses, " tegasnya yang disambut dengan gema takbir.

Sementara itu, Juru Bicara Hizbut Tahrir Indonesia M. Ismail Yusanto menyatakan, apa yang sedang terjadi ini adalah bentuk ketidakadilan terhadap umat Islam yang merupakan penduduk muslim mayoritas. Ia menegaskan, ketidakadilan ini akan terus terjadi negara ini tidak dipimpin oleh pemimpin yang tidak amanah, dan pemipin yang tergantung pada pihak asing, bukan pada dzat yang maha adil (Allah SWT).

"Dalam situasi seperti ini, umat Islam harus dapat membalikan opini yang sudah berkembang, " ujarnya.

Ia menilai perhatian berlebihan yang diambil oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pasca Insiden Monas menjadi pertanyaan besar, padahal ketika peristiwa rusuh demo BBM pemerintah sama sekali enggan berkomentar, dan tidak mengeluarkan instruksi yang berlebihan terhadap aparat penegak hukum. Apakah ini skenario untuk menggagalkan terbitnya SKB Ahmadiyah, atau hanya sekedar mengalihkan dari isu BBM?(novel)(www.eramuslim)