Salurkan Waqaf, Infaq dan Shadaqah/Sumbangan Anda untuk PEMBANGUNAN MASJID AD DA'WAH Jl.KH.Sirodj Salman RT.27 Samarinda melalui: BANK SYARIAH MANDIRI Rek. 7036237362

Minggu, 09 Januari 2011

Pengajian Bulanan Muhammadiyah Kaltim





Dalam pengajian yang disampaikan oleh DR.H.Abdul Fattah Wibisono,M.M di Islamic Center Samarinda, Ahad 4 Shafar 1432 H bertepatan tanggal 9 Januari 2011 M menyampaikan ada lima (5) peran Muhammadiyah dalam kehidupan bermasyarakat, yaitu :
1. Muhammadiyah sebagai gerakan tajdid terus mendorong tumbuhnya gerakan pemurnian ajaran Islam dalam masalah yang baku (al-tsawabit) dan pengembangan pemikiran dalam masalah-masalah ijtihadiyah yang menitikberatkan pada dakwah amar makruf nahi munkar, bertanggung jawab atas berkembangnya syiar Islam di Indonesia dalam bentuk:
a. makin dipahami dan diamalkannya ajaran Islam dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara,
b. kehidupan umat yang makin bermutu, yaitu umat yang cerdas, berakhlak mulia, dan sejahtera.
2. Muhammadiyah sebagai gerakan Islam dengan semangat tajdid yang dimilikin terus mendorong tumbuhnya pemikiran Islam secara sehat dalam berbagai bidang kehidupan. Pengembangan pemikiran tersebut sebagai realisasi dari ikhtiar mewujudkan risalah Islam yang rahmatan lil-alamin, berguna dan fungsional bagi pemecahan permasalahan umat, bangsa, negara, dan kemanusiaan dalam tataran peradaban global
3. Sebagai salah satu komponen bangsa, Muhammadiyah bertanggung jawab atas berbagai upaya untuk tercapai cita-cita bangsa dan Negara Indonesia, sebagaimana dituangkan dalam Pembukaan Konstitusi Negara.
a. penegakan hukum dan pemerintahan yang bersih
b. perluasan kesempatan kerja, hidup sehat dan berpendidikan yang bebas dari kemiskinan
c. peneguhan etika demokrasi dalam kehidupan ekonomi dan politik
d. pembebasan kehidupan berbangsa dan bernegara dari praktek kemunkaran dan kemaksiatan
4. Sebagai warga Dunia Islam, Muhammadiyah bertanggung jawab atas terwujudnya kemajuan umat Islam di segala bidang kehidupan, bebas dari ketertinggalan, keterasingan, dan keteraniayaan dalam percaturan dan peradaban global. Dengan peran di dunia Islam yang demikian itu Muhammadiyah berkiprah dalam membangun peradaban dunia Islam yang semakin maju sekaligus dapat mempengaruhi perkembangan dunia yang semakin adil, tercerahkan, dan manusiawi.
5. Sebagai warga dunia, Muhammadiyah senantiasa bertanggungjawab atas terciptanya tatanan dunia yang adil, sejahtera, dan berperadaban tinggi sesuai dengan misi membawa pesan Islam sebagai rahmatan lil-alamin. Peran global tersebut merupakan keniscayaan karena di satu pihak Muhammadiyah merupakan bagian dari dunia global, di pihak lain perkembangan dunia di tingkat global tersebut masih ditandai oleh berbagai persoalan dan krisis yang mengancam kelangsungan hidup umat manusia dan peradabannya karena keserakahan negara-negara maju yang melakukan eksploitasi di banyak aspek kehidupan
DR.H.Abdul Fattah Wibisono,M.M sebagai salah seorang ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah sebelum pengajian sempat melantik Pimpinan Wilayah Muhammadiyah periode 2010-2015.

Kamis, 06 Januari 2011

'Aisyiyah Kaltim selenggarakan seminar dalam rangka sambut musywil








Pimpinan Wilayah 'Aisyiyah Kalimantan Timur dalam rangka Musyawarah Wilayah 'Aisyiyah Kalimantan Timur yang ke 10, pada hari kamis, 6 Januari 2011 telah menyelenggarakan Seminar Sehari dengan thema " Kiprah Perempuan Kaltim Dalam Realitas Kehidupan Masyarakat Pada Bingkai Dinamika Gerakan Perempuan Indonesia Untuk Pencerahan Peradapan Bangsa". Narasumber pada seminar tersebut adalah Ibu Sri Adiningsih,Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana Prop.Kaltim; Ibu Dra.Siti Ruhaimi Dzulhyatina,MA (Jakarta); Ibu Prof. DR. Hj.Masyitoh Husnan, MA (PP 'Aisyiyah); dan Hj.Encik Widya, S.Km., M.QIH;
Acara seminar diubuka secara resmi oleh Ketua Pimpinan Wilayah 'Aisyiyah Kalimantan Timur, Ibu Hj. Naimah Hanim, S.Pd., M.Pd. Kagiatan berlangsung di Hotel Grand Sawit Samarinda, diikuti oleh organisasi wanita dan PD 'Aisyiyah se Kaltim.

Minggu, 02 Januari 2011

Pengajian Bulanan PCM Anggana 01-01-2011






Menjadi kenangan yang baik bagi generasi berikutnya, adalah thema pengajian yang disampaikan oleh Ustadz H.Suyatman (Ketua PWM Kaltim) di kediaman Keluarga Bapak Marpandi di Desa Sidomulyo kec.Anggana, Kab.Kutai Kartanegara pada Ahad, 27 Muharram 1432 H/2 Januari 2011 M.
Mengapa harus menjadi kenangan yang baik bagi generasi yang akan datang? Hal ini berdasarkan bahwa di dalam Al Qur'an, Nabi Ibrahim AS memberikan teladan saat beliau berdo'a kepada Allah SWT seperti terdapat dalam surat Asy Syu'araa'(26):83-85, Ya Tuhanku, berikanlah kepadaku hikmah dan masukkanlah aku ke dalam golongan orang-orang yang saleh, dan jadikanlah aku buah tutur yang baik bagi orang-orang (yang datang) kemudian, dan jadikanlah aku termasuk orang-orang yang mempusakai surga yang penuh kenikmatan.
Untuk menjadi buah tutur yang baik bagi orang-orang yang datang kemudian paling tidak kita harus banyak beramal jariyah, memberikan ilmu yang bermanfaat, dan memiliki anak yang soleh yang mendo'akan.
Untuk memperoleh anak yang soleh dimaksud, harus mendidik dengan memberi contoh/teladan yang baik, memberikan pemahaman agama yang benar, mendorong dan mendukung anak kalo berbuat baik, dan mendo'akan anak untuk menjadi anak yang soleh.
beberapa do'a yang terdapat dalam Al Qur'an yang behubungan dengan kebaikan anak dan keturunan yaitu:
1. Qs.Asy Syafat (37):100. Ya Tuhanku, anugrahkanlah kepadaku (seorang anak) yang Termasuk orang-orang yang saleh.
2. Qs.Ibrahim (14):40.Ya Tuhanku, Jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan shalat, Ya Tuhan Kami, perkenankanlah doaku.
3. Qs.Ali Imran(3):38."Ya Tuhanku, berilah aku dari sisi Engkau seorang anak yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha Pendengar doa".
4. Qs.Al Furqan (25):74."Ya Tuhan Kami, anugrahkanlah kepada Kami isteri-isteri Kami dan keturunan Kami sebagai penyenang hati (Kami), dan Jadikanlah Kami imam bagi orang-orang yang bertakwa.

Minggu, 26 Desember 2010

SD Muhammadiyah 4 Surabaya, juara robot


ITS - "My Robot Is My Pride" tema Java Robot Contest 2010 kali ini sangat sesuai dengan rasa bangga yang telah diaraih siswa-siswi SD Muhammadiyah 4 Pucang Surabaya karena berhasil menyapu bersih juara satu, dua dan tiga juga sekaligus ditetapkan sebagai juara umum memperebutkan piala bergilir Mendiknas ini.

Dengan menurunkan 4 tim, SD Muhammadiyah dapat lolos dari babak penyisihan yang diikuti 310 tim hingga semi final menjadi 36 tim. Dan Alhamdulillah luar biasa ke empat tim dari SD Muhammadiyah 4 Surabaya semuanya berhasil masuk final. Juara 1 diraih ananda Laksamana Agadia dan Abel Arelian dengan nama robot Rocci, juara 2 diraih Zidni Alfian Bariq dengan nama robot Smart Robo dab juara 3 dan 4 diaraih Ghazwu Fikril dengan robot M-Robot II dan LAzula Toya dengan Peace robot.

Event akbar ini resmi dibuka oleh Ibu Darnanti Chandra Kasubdit Program Kreativitas Mahasiswa Kemendiknas, selaku wakil dari Mendiknas Muh.Nuh yang berhalangan hadir. Kompetisi ini dijadwalkan akan berlangsung selama 2 hari (18-19 Desember).

Kompetisi robotika ini diikuti 478 tim, yang terbagi dalam tiga kategori, yaitu kategori pelajar, mahasiswa, dan umum. Kategori pelajar sendiri dibagi menjadi 2 divisi perlombaan yakni line tracer analog dan robosoccer, sedangkan untuk kategori mahasiswa divisi yang dilombakan adalah line tracer micro, dan untuk kategori umum, disediakan kompetisi dota dan photografi.

IRC 2010 ini merupakan kontes robotika bagi pelajar dan mahasiswa dengan jumlah peserta line tracer terbanyak se-Indonesia. Bisa dibilang, jumlah peserta JRC tahun ini membludak, bahkan melebihi target yang diperkirakan panitia sebelumya, sebanyak 478 tim dari berbagai kota di Indonesia turut serta meramaikan IRC 2010.
(http://www.sdm4sby.com)

Senin, 13 Desember 2010

Pengajian Bulanan Muhammadiyah Kaltim di Islamic Center Kaltim (12-12-2010)

Ustadz Slamet Bachtiar,Sm.Hk

Ustadz Slamet Bachtiar,Sm.Hk

Ustadz Slamet Bachtiar,Sm.Hk

Ustadz Slamet Bachtiar,Sm.Hk

H.Abdul hadi (Wkl.Ketua PWM Kaltim)

Farah Lestari sedang Kultum(siswa SD Muhammadiyah 2 Samarinda)

Ustadz Hilmi,S.Ag (Qori)


Pengajian Bulanan Muhammadiyah Kaltim yang diselenggarakan di Islamic Center Kaltim pada hari Ahad tanggal 12 Desember 2010. Ceramah disampaikan oleh Ustadz Slamet Bachtiar,SM.Hk. (Wakil Ketua PWM kaltim). Sambutan disampaikan oleh H.Abdul Hadi (Wakil Ketua PWM Kaltim), Qori pembaca ayat suci Al Qur'an adalah Ustadz Hilmi dan Kultum disampaikan oleh siswi kelas 4 SD Muhammadiyah 2 Samarinda, Farah Lestari. Kegiatan dimulai jam 08:00 dan berakhir pada jam 09:30 WITA.

Jumat, 03 Desember 2010

Tanwir I Nasyiatul Aisyiyah, Dukung Dakwah Muhammadiyah


JAKARTA - Nasyiatul Aisyiyah mempunyai tanggung jawab menopang dakwah Muhammadiyah di kalangan generasi muda. Langkah itu penting karena seiring dengan tekad Muhammadiyah memperkuat posisinya sebagai ormas dakwah yang melakukan gerakan pencerahan, kata Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Din Syamsuddin.

Tantangan dakwah pada masa depan akan semakin berat. Pada tingkat global, kemajuan di Asia Pasifik dan Asia Timur yang ditandai dengan kebangkitan Cina membawa dampak tersendiri, sedangkan di tingkat nasional proses reformasi masih belum sempurna bahkan melahirkan penyimpangan dan kemunduran.

“Indonesia menghadapi disorientasi cita-cita dan masih gamang sehingga menggoyahkan sendi-sendi kehidupan,” kata Din saat membuka Sidang Tanwir I Nasyiatul Aisyiyah melalui tayangan video, di Jakarta, Kamis (2/12). Din berhalangan hadir karena menghadiri pertemuan tokoh lintas agama di Washington, Amerika Serikat (AS).

Bersandar pada kondisi semacam ini, ia berharap Sidang Tanwir I ini menghasilkan langkah-langkah konkret dan program strategis dalam upaya membangun bangsa. Ia menegaskan, selain harus menopang dakwah Muhammadiyah, Nasyiatul Aisyiyah juga harus memberikan kontribusi bagi bangsa.

Ketua Umum Pimpinan Pusat Nasyiatul Aisyiyah, Abidah Muflihati, mengatakan organisasi yang dipimpinnya fokus berdakwah dengan menjalankan amar makruf dan nahi mungkar. Ini diwujudkan melalui program pemberdayaan, pendampingan, dan pelayanan masyarakat.

Pengurus yang tersebar di seluruh Indonesia didorong optimal agar mampu terlibat intens meningkatkan kualitas hidup perempuan khususnya, baik di bidang ekonomi, pendidikan, lingkungan, maupun hukum. Maka, kata dia, tema “Penguatan Gerakan Aksi Nasyiah untuk Pemberdayaan Perempuan di Akar Rumput” sangat relevan.

Sebab, Nasyiatul Aisyiyah tak akan mampu bergerak tanpa dukungan nyata dari pengurus-pengurus yang ada di akar rumput. Mereka mengoperasikan konsep kebijakan dan program pimpinan pusat. cr1 ed: ferry kisihandi
http://koran.republika.co.id/koran/14/124308/Dukung_Dakwah_Muhammadiyah

Minggu, 14 November 2010

Pengajian Milad 101 Tahun Muhammadiyah






Pengajian Bulanan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Kalimantan Timur (PWM Kaltim) tanggal 8 Dzulhijjah 1431 H/14 Nopember 2010 M diselenggarakan secara rutin di Masjid Islamic Center Kalimantan Timur, Samarinda. Penceramah yang mendapat giliran adalah Ustadz Drs.H.Suyatman, S.Pd., M.M., M.Si. Selaku Ketua PW Muhammadiyah Kaltim periode 2010-2015. Pengajian ini diselenggarakan juga dikaitkan dengan Milad 101 tahun Muhammadiyah, yang disampaikan oleh Ustadz Drs.H.Muhammad Haiban dalam sambutan mewakili PWM Kaltim, karena Muhammadiyah didirikan oleh K.H. Ahmad Dahlan pada tanggal 8 Dzulhijjah 1330 H di Yogyakarta, yang bertujuan untuk mewujudkan masyarakat Islam yang sebenar-benarnya.

Senin, 11 Oktober 2010

MUSYWIL KE 11 MUHAMMADIYAH KALTIM





Muhamadiyah Kaltim telah sukses menyelenggarakan Musywil yang ke 11 di Kota Tarakan yang berlangsung dari tanggal 8 s.d 10 Oktober 2010. Acara musywil diawali dengan Muspimwil yang telah menetapkan 34 calon tetap yang akan dipilih oleh Pimpinan Daerah dan Pimpinan Cabang Muhammadiyah se Kalimantan Timur. Kegiatan Musywil dibuka secara resmi oleh Bapak H.Muhammad Muqaddas selaku Wakil Ketua PP Muhammadiyah, dan dimeriahkan oleh Opick penyanyi nasyid pada acara pembukaan yang diselenggarakan di Gedung Indoor Tenis Tarakan.

Adapun hasil Musywil telah menetapkan programn kerja Muhammadiyah Kaltim tahun 2010-2015 dan telah menetapkan pula 13 orang pimpinan yang nakhodai oleh Bapak H.Suyatman sebagai Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah periode tahun 2010-2015.

Biodata Ringkas Ketua Terpilih

Nama : Drs. H. Suyatman, S.Pd., M.Si.
Tempat dan tanggal lahir : Boyolali, 2 Mei 1950.
Alamat : Jalan Juanda 4, Blok B No. 45 RT 01 Air
Hitam (Kompleks Dikbud) Samarinda 75124
Pekerjaan : Pensiunan PNS
Istri : Dra. Hj. Purwati, M.Psi.

Riwayat pekerjaan
1. Guru SMEA I Samarinda (sekarang SMKN I, Samarinda), 1975-1984.
2. Kepala Seksi Kurikulum pada Bidang Pendidikan Menengah Kejuruan pada Kanwil Depdikbud Prov. Kaltim (sekarang Dinas Pendidikan Prov. Kaltim) 1984-1996.
3. Kepala Kandep Dikbud Kota Samarinda (sekarang Dinas Pendidikan Kota Samarinda), 1996-2001.
4. Staf Ahli Walikota Samarinda Bidang Kemasyarakatan, 2001.
5. Kepala Taman Budaya Provinsi Kalimantan Timur, 2002-2006.
6. Pensiun sebagai Pegawai Negeri Sipil terhitung mulai tanggal 1 Juni 2006 dengan pangkat Pembina Utama Muda, Golongan IV/C.

Pengalaman organisasi
1. Dewan Pimpinan Wilayah Badan Komunikasi Pemuda Masjid Indonesia (DPW BKPMI) Kaltim periode 1990-1993 (sebagai Ketua Bidang Pembinaan dan Pengembangan Anggota).
2. Pengurus Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) Wilayah XI-B Kalimantan Timur Masa Bakti 2004-2008 (sebagai Wakil Ketua Bidang Penelitian dan Pengembangan).
3. Pengurus Dewan Pendidikan Prov. Kaltim, 2004-sekarang (sebagai Sekretaris Bidang Pendidikan Tinggi).
4. Pengurus PGRI Kaltim, 2005-sekarang (sebagai Sekretaris Bidang Pengembangan Karier dan Profesi).
5. Pengurus Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia Kota Samarinda, 2005-sekarang.
6. Pengurus Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Prov. Kaltim, masa khidmat 2006-2011 (sebagai Anggota Komisi Pendidikan dan Seni Budaya Islam).
7. Pimpinan Wilayah Badan Pembina Taman Kanak-kanak Islam Indonesia (BW BPTKI) Wilayah Kaltim, masa bakti 2006-2011 (sebagai Anggota Majelis Pertimbangan Wilayah).
8. Ketua Badan Akreditasi Provinsi – Sekolah / Madrasah Kaltim, 2007-sekarang.
9. Pimpinan Daerah Muhammadiyah Samarinda-Kutai, 1978-1990.
10. Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Kaltim, (1990-1995, sebagai wakil sekretaris, 1995-2010, sebagai wakil Ketua).

Senin, 30 Agustus 2010

WISUDA STIKES MUHAMMADIYAH SAMARINDA





Wisuda dan Pengambilan Sumpah Ahli Madya Kesehatan lulusan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Muhammadiyah Samarinda ke 2 tahun 2010 telah diselenggarakan di Princess Ball Room Swiss-Bellhotel Borneo pada tanggal 20 Ramadhan 1431 H - 30 Agustus 2010 M.

Wisuda kali ini merupakan wisuda kedua sejak berdirinya STIKES Muhammadiyah Samarinda dan sejak bergabungnya AKPER dan AKL Muhammadiyah Samarinda menjadi STIKES Muhammadiyah Samarinda. Wisudawan dan wisudawati kali ini berjumlah 142 orang terdiri dari 117 orang lulusan DIII Keperawatan dan 25 orang lulusan DIII Kesehatahn Lingkungan. Sampai dengan wisuda hari ini, jumlah lulusan atau alumni STIKES Muhammadiyah Samarinda adalah 1106 orang yang telah tersebar di seluruh pelosok Kalimantan Timur, demikian yang dilaporkan oleh Ghozali MH, M.Kes selaku Ketua STIKES Muhammadiyah Samarinda.

Acara dihadiri oleh dr. H. Agus SUkaca, M.Kes selaku Ketua PWM Kaltim, Kapala Dinas Kesehatan Prop.Kaltim, Prof. DR. H. Sipon Muladi selaku Koordinator Kopertis Wil.XI Kalimantan, dan para orang tua/wali dari wisudawan/wisudawati yang sangat bangga dan berbahagia pada kesempatan tersebut.

Wisudawan/wisudawati terbaik adalah :
Program Studi DIII Keperawatan
I. Purwo Wardoyo, A.Md.Kep dengan IPK 3,63 (Cumlaude)
II. Eni Ayu Sulistyowati, A.Md.Kep dengan IPK 3,61 (Cumlaude)
III. Viky Indra Yanti, A.Md.Kep dengan IPK 3,51 (Cumlaude)

Program Studi DIII Kesehatan Lingkungan
I. Siti Nurbaya, A.Md.KL dengan IPK 3,37 (Sangat Memuaskan)
II. Evi Oktariana, A.Md.KL dengan IPK 3,33 (Sangat Memuaskan)
III. Rudini, A.Md.KL denganIPK 3,27 (Sangat Memuaskan)

Minggu, 29 Agustus 2010

Pengaian Ramadhan Muhammadyah Kaltim 1431/2010






PW Muhammadiyah Kalimantan Timur menyelemnggarakan Pengajian Ramadhan 1421 H-2010 M di Bapelkes Samarinda pada 18-19 Ramadhan 1421H / 29-29 Agustus 2010M. Acara yang dibuka secara resmi oleh Bapak dr. H. Ahus Sukaca, M.Kes selaku Ketua PWM Kaltim dihadiri PDM dan PCM se Kalimantan Timur dengan jumlah peserta 60 orang.

Selasa, 10 Agustus 2010

Pengajian Bulanan Muhammadiyah Kaltim, sekaligus menyambut bulan Ramadhan 1431 H, marhaban ya ramadhan




Pengajian bulanan Muhammadiyah Kaltim diselenggarakan pada ahad 8 Agustus 2010 di Islamic Center Kaltim Jl.Slamet Riyadi, Samarinda. Bertindak sebagai penceramah adalah Ustadz Drs. H. Muhammad Muqaddas, Lc, M.Ag. Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

Jumat, 06 Agustus 2010

Muhammadiyah: 11 Agustus Mulai Puasa Ramadhan


Jumat, 30 Juli 2010 | 20:27 WITA
Laporan Wartawan Tribun Kaltim, Muhammad Yamin

SAMARINDA , tribunkaltim.co.id - Pimpinan Pusat Muhammadiyah telah menetapkan Puasa Ramadhan dimulai pada tanggal 11 Agustus 2010. Hal ini sesuai dengan maklumat yang dikeluarkan dengan nomor 05/MLM/I.E/2010 yang ditandatangani Ketua Umum Din Syamsuddin dan Sekretaris Umum Agung Danarta tertanggal 16 Juli 2010.

Penetapan awal bulan Hiriyah, Muhammadiyah berpegangan pada metode hisab atau penghitungan. Ketua Majelis Tabligh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Kaltim, Ir Amir Hady menjelaskan pedoman yang dipegang Muhammadiyah dalam penentuan awal bulan adalah Hisab Hakiki wujudul Hilal.

“Ijtimak atau konjungsi terjadi pada tanggal 10 Agustus 2010 bertepatan dengan 29 Syaban pada pukul 10.09.17. Saat matahari terbenam di Yogyakarta , hilal berada di atas ufuk dengan ketinggian dua derajat. Itu artinya sudah masuk bulan baru dan keesokan harinya sudah Ramadhan,” terang Amir, Jumat (30/7/2010)

Sementara itu, lanjut Amir, Muhammadiyah juga sudah menentukan 1 Syawal 1431 Hijriyah yakni jatuh pada tanggal 10 September 2010.

Dengan metode yang sama, ijtimak menjelang Syawal 1431 Hijriah terjadi pada 8 September 2010 pukul 17.31.01 WIB. Saat matahari terbenam di Yogyakarta hilal belum wujud. Di seluruh wilayah Indonesia , hilal juga masih di bawah ufuk."Berdasarkan hasil hisab tersebut, PP Muhammadiyah mengumumkan bahwa 1 Syawal 1431 H jatuh pada Jumat, 10 September 2010 M," ujar Amir.

Menjelang memasuki Ramadhan, ia mengimbau warga Muhammadiyah tetap menjaga niat dan kemurnian ibadah puasa dan ibadah lainnya sesuai ajaran Islam. Himbauan yang juga masuk dalam maklumat tersebut, diharapkan Ramadhan bisa dijadikan sarana transformasi diri dari keadaan yang serba negatif menuju hal-hal positif. Sementara itu.“Mudah-mudahan Ramadhan dan Idul Fitri tahun ini tidak ada perbedaan sehingga bisa dilaksanakan secara bersamaan,” kata Amir. (*)

Bagi yg tinggal di kec.anggana dan sekitarnya yg memerlukan Jadwal Imsak Ramadhan 1431 H, silahkan unduh di http://www.ziddu.com/download/11015550/jadwalimsakanggana14312010.pdf.html

33 kota di Indonesia, silahkan unduh di http://www.ziddu.com/download/11015591/Imsakiah_1431H.pdf.html

Samarinda http://www.ziddu.com/download/11015828/imsakiyah1431samarinda.pdf.htm

Selasa, 03 Agustus 2010

KH. A DAHLAN, WONG AGUNG DENGAN MAKAM SEDERHANA




Keletakan

Makam Kyai Haji Ahmad Dahlan terletak di RT 41 RW 11, Kampung Karangkajen, Brontokusuman, Mergangsan, Yogyakarta. Lokasi makam ini berada di belakang Masjid Jami Karangkajen. Keduanya berada di tengah pemukiman penduduk yang padat. Lokasi ini dapat dijangkau melalui Jl. Karangkajen (jika pengunjung menggunakan jalur sisi timur). Jika menggunakan jalur sisi barat pengunjung bisa menjangkaunya melalui Jl. Parangtritis. Tepatnya di sisi selatan Hotel Matahari terdapat gang kecil ke timur. Pengunjung tinggal mengikuti gang ini dan melihat papan petunjuk lokasi makam atau lokasi Masjid Jami Karangkajen. Jika diukur dari Jl. Parangtritis, maka jarak antara makam KHA. Dahlan dan Jl. Parangtritis kurang lebih 1 kilometer.

Kondisi Fisik Makam

Nisan dari KH. Ahmad Dahlan dibuat dengan sederhana. Nisannya hanya berupa pasangan batu bata yang direkatkan dengan semen sambung-menyambung sehingga membentuk bangun persegi panjang. Nisan ini pada bagian tengahnya dibiarkan kosong dan dihias dengan taburan batu kerikil. Jirat dari makam KH. Dahlan hanya satu, yakni di bagian kepala (utara). Jirat ini bertuliskan namanya.

Nisan dari KH. Ahmad Dahlan diletakkan berdampingan dengan nisan kerabat dan keturunannya. Secara keseluruhan kompleks makam di Karangkajen ini kelihatan panas karena minimnya pohon peneduh di dalam makam. Hal ini mungkin memang disengaja karena tumbuhnya banyak pepohonan di areal makam akan menyita bidang-bidang tanah yang bisa digunakan untuk lokasi kuburan.

Luas makam di Karangkajen ini sekitar 2.000 meter persegi. Jika keluasannya dihitung dengan kompleks Masjid Jami Karangkajen, maka keluasannya sekitar 3.000 meter persegi. Demikian menurut penjelasan jurukunci makam setempat yang bernama Mas Bekel Surakso Nurhadi alias Muhammad Nurhadi (55). Kompleks Makam Karangkajen ini diberi pengaman berupa tembok keliling bercat putih yang keberadaannya menyambung (menjadi satu dengan dinding Masjid Jami Karangkajen). Pintu gerbang makam terletak di sisi timur (samping masjid) dan sisi utara (menghadap gang kampung).

Pada kompleks makam Karangkajen ii selain terdapat makam KH. Ahmad Dahlan juga terdapat makam Prof. Fatchurrochman yang dulu pernah menjadi Menteri Agama RI, makam Ir. HM. Baried Ishom seorang tokoh pendiri PKU Muhammadiyah, dan makam KH. Muchtar yang pernah menjabat sebagai Ketua Pengadilan Agama I di Yogyakarta.

Latar Belakang

Kyai Haji Ahmad Dahlan bukan merupakan nama asing bagi bangsa Indonesia bahkan dunia. Bahkan istrinya pun, yakni Nyai Haji Ahmad Dahlan tidak kalah populernya dengan KHA. Dahlan. Melalui buah pikiran dan kiprahnya lahirlah organisasi bernafaskan keagamaan, Muhammadiyah dan PP Aisyiah. Dua organisasi Islam ini telah memberikan sumbangsih yang sangat besar bagi kemajuan di berbagai bidang. Tidak saja dalam bidang keagamaan atau spiritual, namun juga bidang-bidang sosial, politik, kesehatan, pendidikan, dan sebagainya.

Jasa-jasanya yang besar terhadap kemajuan agama Islam dan pembangunan bangsa Indonesia pada umumnya menyebabkan KHA. Dahlan maupun Nyai Haji Ahmad Dahlan dianugerahi gelar pahlawan nasional. Namanya dikenang abadi tidak saja oleh warga Muhammadiyah, namun juga oleh seluruh bangsa. Ada begitu banyak nama jalan di seantero Indonesia ini yang menggunakan nama KHA. Dahlan dan Nyai Haji Ahmad Dahlan.

KHA. Dahlan memiliki nama kecil Mohammad Darwis. Semasa kanak-kanak dan remaja ia dikenal sebagai sosok yang terampil membuat aneka macam kerajinan dan permainan. Hobinya adalah bermain layang-layang dan gasing. Ia belajar agama (fiqh) pada Kyai Haji Muhamad Saleh. Sedangkan pada Kyai haji Muhsin ia belajar nahwu. Selain itu ia juga banyak belajar kepada Kyai Haji Abdul Hamid dan Kyai Haji Muhammad Nur.

KHA. Dahlan dikenal sebagai orang gemar membaca dan mencari ilmu. Sebelum naik haji ia banyak membaca kitab-kitab Ahlussunah wal jamaah dalam ilmu alqaid dari mashab Syafii dalam ilmu fiqh, dan ilmu-ilmu tasawuf dari Imam Ghazali. Pada saat naik haji pertama kali ke Mekkah tahun 1888, KHA. Dahlan juga banyak belajar pada para ulama.

Untuk ilmu hadits ia belajar kepada Kyai Mahfudh Termas dan Syekh Khayat, belajar ilmu qiraah kepada Syekh Amien dan Sayid Bakri Syatha, belajar ilmu falaq pada K.H. Dahlan Semarang, Ia juga pernah belajar pada Syekh Hasan tentang cara-cara atau mengobati racun binatang. Selain dengan guru-guru di atas, selama delapan bulan di tanah suci, ia sempat bersosialisasi dengan Syekh Akhmad Khatib dan Syekh Jamil Jambek dari Minangkabau, Kyai Najrowi dari Banyumas, Kyai Nawawi dari Banten, para ulama dari Arab, serta pemikiran baru yang ia pelajari selama mukim di di Mekkah.

Tanggal 18 November 1912 ia mendirikan organisasi Islam, Muhammadiyah. Melalui organisasi ini ia ingin mengubah cara berpikir, bertindak, berperilaku, beramal, dan berdoa menurut agama Islam. Ia ingin mengajak umat Islam kembali kepada Al Qur’an dan Al Hadis. Sejak awal pendirian organisasi ini KHA. Dahlan telah menyatakan bahwa Muhammadiyah bukan organisasi politik namun organisasi yang bersifat sosial dan bergerak pada bidang pendidikan.

Apa yang dilakukan oleh KHA. Dahlan ini bukannya tidak mendapatkan penolakan, penentangan, fitnah, dan sebagainya. Bahkan resistensi itu juga muncul di dari kerabat-kerabatnya sendiri. Ia dituduh akan mendirikan agama baru yang bertentangan dengan Islam. Ia juga dituduh sebagai kyai palsu karena gagasan atau cara berpikirnya meniru bangsa Barat (Belanda). Bahkan ia juga dituduh meniru-niru cara hidup orang Kristen. Tidak aneh jika di masa itu ia menjadi sasaran kebencian dari banyak orang, khususnya yang tidak atau belum bisa memahami jalan pemikirannya. Sekalipun demikian banyak orang menentang buah pikirannya, KHA. Dahlan tidak menyerah. Ia menghadapi semuanya itu dengan sabar dan tabah.

Tanggal 20 Desember 1912 KHA. Dahlan mengajukan ijin pada pemerintah Hindia Belanda untuk mendapatkan badan hukum bagi organisasi Muhammadiyah yang baru saja dibentuknya. Pemerintah kolonial Hindia Belanda waktu itu memiliki kekhawatiran terhadap organisasi yang didirikan KHA. Dahlan ini. Dengan berbagai pertimbangan ijin atau badan hukum untuk organisasi Muhammadiyah ini keluar juga selang dua tahun kemudian, yakni pada tanggal 22 Agustus 1914, dengan nomor SK 18.

Atas jasa-jasanya dalam membangkitkan kesadaran bangsa melalui pembaharuan Islam dan pendidikan, maka Pemerintah Republik Indonesia menetapkan KHA. Dahlan sebagai Pahlawan Nasional. Penetapan ini dituangkan dengan surat Keputusan Presiden no. 657 tahun 1961.

a. sartono
http://www.tembi.org/situs/20100722.htm

Selasa, 27 Juli 2010

Ketika Sang Muballigh sakit


Suatu hari di sebuah pengajian ibu-ibu, sang Muballigh pamit tidak bisa hadir. Dia tidak memberitahu alasannya. Dia sakit dan dirawat di rumah sakit.

Ibu-ibu ternyata mencium sesuatu dan mencari tahu kenapa sang guru tidak hadir di pengajian. Ketemulah jawabannya bahwa sang muballigh lagi sakit. Dia menjalani operasi di rumah sakit.

Biasalah, kehidupan seorang muballigh itu sederhana dan bersahaja. Demikian pula muballigh yang satu ini. Dia memang muballigh yang bisa dibilang sangat sederhana dan sangat ikhlas.

Para ibu kemudian berniat untuk membantu sang guru yang lagi sakit. Mereka bersepakat untuk mengumpulkan uang guna meringankan biaya di rumah sakit bagi sang muballigh.

Uang terkumpul lumayan banyak.

Para ibu kemudian menjalankan sunnah Nabi saw dengan menjenguk “saudaranya” yang sakit. Di rumah sakit, para ibu dengan sedikit basa basi kemudian mengatakan:

Bapak, kami datang ke sini untuk memberikan amanat para ibu yakni menyerahkan sumbangan untuk kepentingan meringankan biaya bapak di rumah sakit.

Tentu saja sang muballigh berterima kasih dan merasa bersyukur karena dibantu.

Singkat cerita, sembuhlah sang muballigh.

Tidak berapa lama kemudian, sang muballigh mengundang para ibu ke rumahnya (rumah tempat tinggal yang bukan milik sang muballigh). Para ibu senang mendengar Bapak guru sudah sembuh. Datanglah mereka ke rumah sang muballigh.

Sang Muballigh mengucapkan terima kasih kepada para ibu yang telah membantu biaya selama dirinya dirawat di rumah sakit. Dan alhamdulillah, sekarang dirinya sudah sembuh. Di bagian akhir dari sambutan sang muballigh, ada sesuatu yang mengejutkan. Sang muballigh menyerahkan sebuah amplop yang agak besar.

Tentu saja para ibu kaget. Apa isi amplop itu? Sang muballigh mempersilahkan para ibu untuk membukanya. Ketika dibuka, ibu-ibu lebih kaget lagi. Isinya adalah uang!

Para ibu bertanya-tanya, ada apa dengan uang itu. Kenapa sang muballigh memberi mereka uang. Bapak muballigh itu kemudian menjelaskan bahwa uang itu adalah uang kelebihan dari sumbangan ibu-ibu untuk berobat di rumah sakit. Uang sumbangan dari ibu-ibu itu lebih dari cukup untuk berobat. Karena akad (kata-kata para ibu) waktu menyerahkan sumbangan adalah untuk biaya berobat dan ternyata masih ada kelebihan maka kelebihan itu dikembalikan.

Itulah kisah seorang Muballigh yang saya beruntung pernah belajar kepada beliau waktu di Mu’allimin tahun 1972/1973. Beliau adalah Bapak AR Fakhruddin, mantan ketua PP. Muhammadiyah. Rumah tinggal Pak AR sekarang menjadi Kator PP. Muhammadiyah yang baru di jl. Cik Di Tiro (dekat kampus UGM)

M.Yusron Asrofi
Catatan: Karena cerita ini sudah lama saya dengar maka detil cerita mungkin ada kekeliruan. Karena itu saya istighfar kepada Allah. Semoga kalau saya keliru, Allah mengampuni saya. Isi cerita sudah saya konfirmasi dengan Pak Sukri AR, meskipun saya mendengarnya dari orang lain.

Senin, 19 Juli 2010

Pimpinan Pusat Muhammadiyah memutuskan bahwa awal Ramadhan 1431 Hijriyah, jatuh pada Rabu, 11 Agustus 2010.


REPUBLIKA.CO.ID,YOGYAKARTA--Pimpinan Pusat Muhammadiyah memutuskan bahwa awal Ramadhan 1431 Hijriyah, jatuh pada Rabu, 11 Agustus 2010. Keputusan PP Muhammadiyah itu didasarkan atas hasil hisab hakiki wujudul hilal yang dilakukan oleh Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah.

Melalui maklumat nomor 05/MLM/I.0/E/2010 yang ditandatangani Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof Din Syamsuddin dan Sekretaris Umum Agung Danarto tertanggal 16 Juli 2010, disebutkan bahwa ijtimak menjelang Ramadhan 1431 H terjadi pada hari Selasa 10 Agustus 2010 M pukul 10:09:17 WIB. Tinggi hilal pada saat Matahari terbenam di Yogyakarta (= -07 48 dan = 110 21 BT) = +02 30 03 (hilal sudah wujud) dan di seluruh wilayah Indonesia pada saat matahari terbenam hilal sudah di atas ufuk.

"Berdasarkan hasil hisab tersebut maka Pimpinan Pusat Muhammadiyah mengumumkan bahwa 1 Ramadhan 1431 H jatuh pada hari Rabu, 11 Agustus 2010 M," terang Din Syamsudin dalam maklumat yang dikirim melalui email ke Republika, Senin (19/7).

Dalam maklumat itu juga disebutkan bahwa, ijtimak menjelang Syawal 1431 H terjadi pada hari Rabu, 08 September 2010 M pukul 17:31:01 WIB. Saat itu tinggi hilal pada saat Matahari terbenam di Yogyakarta (= -07 48 dan = 110 21 BT) = ¬–02 08 16 (hilal belum wujud) dan di seluruh wilayah Indonesia pada saat matahari terbenam hilal masih di bawah ufuk. Berdasarkan hasil hisab tersebut maka PP Muhammadiyah mengumumkan bahwa 1 Syawal 1431 H jatuh pada hari Jumat, 10 September 2010 M.

Sedangkan, ijtimak menjelang Dzulhijah 1431 H terjadi pada hari Sabtu, 06 November 2010 M pukul 11:53:04 WIB.Tinggi hilal pada saat matahari terbenam di Yogyakarta (= -07 48 dan = 110 21 BT) = +01 34 23 (hilal sudah wujud) dan di seluruh wilayah Indonesia pada saat matahari terbenam hilal sudah di atas ufuk.

Karenanya, dari hasil hisab tersebut maka Pimpinan Pusat Muhammadiyah mengumumkan bahwa: 1 Dzulhijjah 1431 H jatuh pada hari Ahad, 07 November 2010 M, hari Arafah (9 Dzulhijjah 1431 H) jatuh pada hari Senin, 15 November 2010 M dan Idul Adha (10 Dzulhijjah 1431 H) jatuh pada hari Selasa, 16 November 2010 M.

"Terkait memasuki bulan Ramadhan sendiri, kita mengimbau agar warga Muhammadiyah tetap menjaga niat dan kemurnian ibadah puasa dan ibadah-ibadah lainnya sesuai dengan ajaran Islam yang menjadi pegangan Muhammadiyah dengan semangat menjadikan Ramadhan 1431 H ini sebagai metamorfosis kehidupan dan proses transformasi diri dari keadaan yang serba negatif kepada keadaan yang serba positif," tambah Din.

Selain itu PP juga mengimbau kepada warga Muhammadiyah khususnya dan segenap bangsa, diharapkan dapat memaknai Ramadhan dan peringatan kemerdekaan RI dengan pendekatan dan aksi-aksi sosial yang hidup. Pasalnya peringatan kemerdekaan RI ke-65 bertepatan dnegan ramadhan.

"Ramadhan dan peringatan kemerdekaan bangsa harus dekat dengan manusia dan kemanusiaan, terutama yang selama ini tertindas dan terkungkung oleh sejarah. Karena agama dan negara hadir untuk membebaskan manusia sebagai manusia seutuhnya dari belenggu-belenggu kehidupan. Inilah makna kemerdekaan sejati dan makna dari dimensi horizontal dan vertikal manusia beragama," jelas Agung Danarto. Yulianingsih
Red: Krisman Purwoko

http://www.republika.co.id/dunia-islam/islam-nusantara/10/07/19/125406-pp-muhammadiyah-awal-ramadhan-11-agustus-syawal-10-september