Salurkan Waqaf, Infaq dan Shadaqah/Sumbangan Anda untuk PEMBANGUNAN MASJID AD DA'WAH Jl.KH.Sirodj Salman RT.27 Samarinda melalui: BANK SYARIAH MANDIRI Rek. 7036237362

Minggu, 23 Maret 2008

KUNJUNGAN SILATURAHIM PWM KALSEL KE PWM KALTIM


Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Kalimantan Selatan dalam rangka menjalin silaturahim, telah mengunjungi Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Kalimantan Timur dari tanggal 20 s.d 24 Maret 2008.

Rombongan PWM Kalsel terdiri dari empat orang yang dipimpin langsung oleh Bapak Drs.H.Abijani Alibiji,S.H selaku Ketua PWM Kalsel, dan disambut langsung oleh Bapak dr.H.Agus Sukaca,M.Kes. selaku Ketua PWM Kaltim.

Adapun kegiatan selama kunjungan antara lain pertemuan dengan jajaran PWM Kaltim yang dilaksanakan pada hari Jum'at malam. Dalam pertemuan tersebut dihasilkan sebuah gagasan untuk mengadakan pertemuan regional PWM se Kalimantan, dalam rangka saling tukar informasi tentang gerakan dakwah di masing-masing wilayah.

Pada hari sabtu (22-3-2008) rombongan PWM Kalsel diajak mengunjungi ranting-ranting Muhammadiyah dan beberapa amal usaha Muhammadiyah yang ada di Samarinda. Dan hari Ahad mengadakan kunjungan ke Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kutai Kartanegara, dan sorenya menuju Balikpapan.

Rabu, 19 Maret 2008

STIE MUHAMMADIYAH SAMARINDA SELENGGARAKAN WISUDA SARJANA XVII TAHUN 2008

SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI MUHAMMADIYAH (STIEM) SAMARINDA MENYELENGGARAKAN WISUDA SARJANA XVII TAHUN 2008 PADA HARI AHAD 7 RABIUL AWWAL 1429 H / 15 MARET 2008 M
TEMPAT ACARA HOTEL MESRA JALAN PAHLAWAN SAMARINDA
SARJANA YANG DIWISUDA BERJUMLAH 42 ORANG, IPK TERTINGGI 3,84 DICAPAI OLEH SDR.ISTIMAROH MAHASISWA DARI JURUSAN MANAJEMEN
DALAM KULTUMNYA DRS.H.M.NATSIR KADRI, MENYAMPAIKAN BAHWA MAHASISWA DAN SARJANA YANG BARU DIWISUDA JANGAN SEPERTI KATAK DALAM TEMPURUNG, TAPI HARUS MEMBUKA WAWASAN SELUAS-LUASNYA.
KEMUDIAN DALAM ORASI ILMIAH YANG DISAMPAIKAN OLEH DR.DARONI, BAHWA POTENSI SEKTOR PERTANIAN DALAM ARTI LUAS DI KALIMANTAN TIMUR PERLU DIKEMBANGKAN DENGAN SUNGGUH-SUNGGUH, POTENSINYA SANGAT BESAR.
ADAPUN DALAM SAMBUTAN KETUA STIEM SAMARINDA BPK.DRS.H.SUYATMAN,S.Pd,M.M,M.Si MENYAMPAIKAN BAHWA STIEM SAMARINDA SUDAH TERAKREDITASI C, UNTUK ITU KEPADA PEMBINA, PENGELOLA DAN MAHASISWA DIHARAPKAN KERJA KERASNYA UNTUK MEMPERTAHANKAN DAN MENINGKATKAN KUALITAS DI MASA-MASA YANG AKAN DATANG.
DEMIKIAN PULA SAMBUTAN PWM KALTIM SELAKU KETUA BADAN PENYELENGGARA YANG DISAMPAIKAN OLEH BPK.dr.AGUS SUKACA,M.Kes DALAM SAMBUTANNYA MENYAMPAIKAN BAHWA MAHASISWA KALAU SUDAH JADI SARJANA TIDAK SELALU BERORIENTASI UNTUK MENJADI PEGAWAI NEGERI (PNS), SEBAB SETINGGI-TINGGI GOLONGAN GAJI PNS YAITU IV/E TIDAK LEBIH DARI 5 JUTA, MAKANYA KALAU INGIN BERPENGHASILAN LEBIH DARI 5 JUTA, JADILAH PENGUSAHA ATAU WIRASWASTA.
SEDANGKAN SAMBUTAN KOORDINATOR KOPERTIS WILAYAH XI KALIMANTAN YANG DISAMPAIKAN OLEH BPK.RIDWAN,M.Pd SELAKU SEKRETARIS PELAKSANA, DALAM SAMBUTANNYA MENYAMPAIKAN BAHWA KALTIM MEMANG KAYA, JADI DIBANDING DAERAH LAIN, PEMKAB/PEMKOT YANG ADA DI KALIMANTAN TIMUR MEMANG BANYAK MEMBANTU PENDANAAN BAGI PERGURUAN TINGGI YANG ADA DI SELURUH KALTIM, UNTUK ITU KEPADA PERGURUAN TINGGI HARUS MEMBALASNYA DENGAN MENINGKATKAN KUALITAS PENDIDIKAN ITU SENDIRI.ACARA WISUDA JUGA DIHADIRI OLEH ASISTEN IV WALIKOTA SAMARINDA DAN ORANG TUA/KELUARGA WISUDAWAN, SERTA ALUMNI DAN TOKOH/KELUARGA BESAR MUHAMMADIYAH.

Sabtu, 15 Maret 2008

Iskandar Hutuali, Penasehat Muhammadiyah Kaltim Meninggal Dunia


H. Iskandar Hutuali, Penasehat PW Muhammadiyah Kalimantan Timur, Rabu (12/03/2008), pukul 18.00 WITA meninggal dunia karena serangan jantung. Sosok yang menurut dr. Agus Sukaca, Ketua PWM Kaltim sebagai pribadi dengan pendiriannya sangat teguh ini meninggal pad usia 68 tahun dan dimakamkan di TPU Jl.Damanhuri Samarinda. Agus Sukaca yang memimpin proses pemakaman mantan Ketua PWM Kaltim periode 1985-1990 dan periode 1990-1995 tersebut menyatakan bahwa beliau bila yakin sudah benar, maka beliau tidak akan berpaling. “Beliau orangnya sangat ulet, bila mengerjakan sesuatu tak akan berhenti sebelum selesai” kenang dr Agus. “Saya kenal cukup baik dengan beliau dan tentu saja sangat kehilangan….”lanjutnya dalam sambutan mewakili warga Muhammadiyah Kaltim. Menurut Wakil Ketua PCM Anggana, Amir Hady, pribadi Iskandar Hutuali adalah sosok yang senang mengingatkan anak muda untuk selalu membaca dan mengkaji AL Qur’an. “Beliau pernah menasehati kami agar kita berteman akrab dengan Al Qur'an, dengan senantiasa membaca dan mengkaji Al Qur'an, supaya dalam menjalani hidup ini selalu dalam bingkai Al Qur'an” ungkap Amir. H. Iskandar Hutuali meninggaIkan dua orang isteri, 12 orang anak dan 11 orang cucu yang sebelum meninggal beliau tinggal di Jl.Pakis 5 Blok D No.186 Perumahan Bengkuring, Samarinda. Sebeum pemakaman, sempat melayat Walikota Samarinda, H.Achmad Amin, Asisten II Gubernur Kaltim H.Nusirwan Ismail, Ketua MUI Kaltim K.H.Mutjaba Ismail, Ketua Pengurus Wilayah NU Kaltim H.M.Rasyid dan warga Muhammadiyah Samarinda dan sekitarnya (Arif-www.muhammadiyah.or.id)

Selasa, 04 Maret 2008

DIKLAT PENGELOLA DAKWAH PIMPINAN DAERAH MUHAMMADIYAH SAMARINDA

Diantara berbagai msalah yang dihadapi dunia tabligh adalah pertama, kenyataan riil bahwa masyarakat mengalami perubahan dan perkembangan secara terus menerus yang membawa dampak positif maupun negatif bagi kehidupan. Konstalasi masyarakat dewasa ini bahkan lebih jauh berkembang menjadi ultra materialistik dan ultra sekuler, yang tidak hanya berhenti pada dataran konsep cara pandang dabn sikap hidup, meliankan telah melahirkan berbagai nilai baru yang merasuk dalam kehidupan masyarakat muslim. Implikasi dari keadaan ini adalahmasyarakat dan umat telah mengalami patologi dalam berbagai aspek kehidupan. Nilai-nilai agama yang telah mapan, perlahan mengalami kemerosotan yang menyebabkan peningkatan kekacauan hidup secara multi dimensi.
Kedua, pada lingkup tabligh sendiri terdapat adanya berbagao keterbatasan (limitation), jika tidak mau disebut sebagai kelemahan (weakness), seputar dana, manajemen, bentuk,metode dan SDM Tabligh. Pada Kenyataannya tidak setiap pengelola, penggerak atau pelaku tabligh mampu mengantisipasi hal tersebut secara tepat dan proporsional. Untuk itu, Muhammadiyah sebagai Gerakan Dakwah Islam Amar Makruf Nahi Mungkar telah menempatkan atabligh sebagai salah satu gerakan utama persyarikatan. Tabligh diharapkan mampu menjaga faham,kepribadian dan cita-cita hidup Muhammadiyah serta mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Jika ini ditempatkan sebagai perspektif, maka segera tampak bahwa tabligh terlepas dari persoalan yang melingkupinya, dimasa mendatang tetap akan menjadi sibghoh dan tumpuan bagi gerak dinamis persyarikatan. Dari sekian persoalan di atas, nampaknya faktor Kualitas SDM (muballigh) menempati posisi sangat penting. Pandangan ini berangkat dari keyakinan bahwa muballigh merupakan subjek utama dalam tabligh, maka menjadi tumpuan bagi pencapaian keberhasilan fungsi-fungsi tabligh. Dari sini muncul asumsi bahwa kualitas profesional muballigh akan sangat menentuakan kualitas tabligh secara keseluruhan.
Dengan pemikiran di atas maka Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Samarinda menyelenggararan Pendidikan dan Latihan Pegelola Dakwah pada hari Ahad tanggal 24 Shafar 1429H atau 2 Maret 2008M di Gedung UPTD Pustekom Diknas Prop Kalimantan Timur, Jl.Biola Samarinda. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan wawasan teoritik dan praktik kepada kader di tingkat cabang sehingga memiliki kompetensi profesional dalam menyelenggarakan dan menangani pengajian, pendidikan dan pelatihan di tingkat msing-masing cabang Muhammadiyah.
Adapun materi yang diberikan adalah Metode pengambilan sumber-sumber rujukan oleh Ir.Ki Soeratman Hadiwijaya; Fiqhud Dakwah oleh Siswanto Soenandar; Gerakan Dakwah Muhammadiyah oleh dr.H.Agus Sukaca,M.Kes; Manajemen Pelatihan oleh Drs.H.M.Haiban; Komunikasi Efektif oleh Zaenal Ilmi,S.Ag,M.Si; dan Sistem Perkaderan Muhammadiyah oleh Amir Hady.

Sabtu, 23 Februari 2008

Din Syamsuddin resmikan Gedung Dakwah PDM Kutai Kartanegara


Dalam kesempatan ceramahnya pada Acara Peresmian Gedung Dakwah PD Muhammadiyah Kutai Kartanegara Provinsi Kalimantan Timur di Tenggarong (21-2-2008), Din Syamsuddin menyampaikan, kenapa Muhammadiyah memiliki amal usaha yang sangat banyak? bahkan oleh pers barat disebut terbesar? Hal itu tidak lain, lanjut beliau di depan Plt.Bupati Kutai Kartanegara, Ketua DPRD Kutai Kartanegara dan Asisten IV Bidang Kesejahteraan Rakyat Setkab Kutai Kartanegara serta hadirin yang lain, adalah karena faham keagamaan warga Muhammadiyah yang mengamalkan “tangan di atas lebih baik dari pada tangan di bawah”, demikianlah teologi dan idiologi beramal dalam Muhammadiyah. Artinya semangat memberi, berinfaq, bersedekah lebih diutamakan dan itu diamalkan langsung secara ikhlas oleh warga Muhammadiyah, ungkap beliau. Lebih lanjut menurut Din Syamsuddin, warga Muhammadiyah berusaha sekuat tenaga untuk mewujudkan iman ke dalam bentuk amal sosial yang nyata, oleh karena itu berdirilah amal usaha Muhammadiyah di mana-mana. Namun sebaliknya, bila Muhammadiyah dibantu oleh pihak lain, baik masyarakat atau pemerintah, baik itu berupa hibah, wakaf atau lainnya, maka dengan penuh amanah akan menjaga dan memelihara bantuan tersebut. Makanya lanjut beliau, semua amal usaha tersebut, bahkan semua aset yang dikelola oleh Muhammadiyah adalah milik persyarikatan, tidak ada milik perorangan.Sehubungan dengan itu kata beliau, perlunya kita melakukan tahaddud bin ni’mah yaitu memberitakan atau menyampaikan keberadaan amal usaha tersebut kepada khalayak, bukan berarti riya atau sombong, tetapi agar orang lain ikut juga merasakan nikmat yang diterima Muhammadiyah. Dan tahaddud bin ni’mah juga memotivasi warga Muhammadiyah agar tidak berhenti beramal dan senantiasa meningkatkan kualitas amal tersebut.Dibagian lain, Din Syamsuddin berpesan kepada warga Muhammadiyah khususnya dan Umat Islam pada umumnya untuk menjadi problem solver yang dihadapi oleh bangsa Indonesia, jangan malah menjadi part of the problem (bagian dari masalah), sebagai contoh beliau kemukakan bahwa sekarang ini negara sedang berusaha mengatasi masalah kemiskinan, karena yang miskin itu banyak umat Islam, maka umat Islam menjadi bagian dari masalah, belum menjadi problem solver. Demikin pula dalam masalah kebodohan, umat Islam masih menjadi part of the problem, lanjut beliau.Pada kesempatan itu, Din Syamsuddin selaku Ketua Umum PP Muhammadiyah bersama Syamsuri Aspar selaku Plt.Bupati Kutai Kartanegara menandatangani Berita Acara Pinjam Pakai Gedung SD Muhammadiyah Tenggarong dari Pemkab Kutai Kartenagara kepada PD Muhammadiyah Kutai Kartanegara.

Rabu, 14 November 2007

Melawak dengan mencela

Kalau diperhatikan bahwasanya hiburan di televisi yang berupa lawakan, sangat memprihatinka. Apa sebab? Itu tidak lain karena sangat dipaksakan untuk membuat orang tertawa dengan mencela fisik dan kekurangan orang. Mau bukti? Silahkan lihat bagaimana Tukul dalam acara Empat Mata dihina dan diejek untuk membuat orang ketawa. Namun anehnya itu semua sangat digemari, buktinya ratingnya tinggi, makanya ditayangkan setiap malam........ Begitu pula pada acara-acara hiburan yang dimaksudkan untuk membuat orang tertawa, hampir semua menyuguhkan ejekan dan hinaan kepada orang lain, jadi kita menganggap ejekan dan hinaan itu menjadi bahan tertawaan.....
Marilah kita renungkan firman Allah SWT dalam AL Qur’an pada Surat Al-Humajah (104) ayat 1 : “Kecelakaan besarlah bagi setiap pengumpat lagi pencela”

Minggu, 04 Februari 2007

PEMUDA MUHAMMADIYAH KALTIM SELENGGARAKAN RAPIMWIL


Bertempat di Hotel Grand Victoria Samarinda, PW Pemuda Muhammadiyah Kalimantan Timur menyelenggarakan Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) yang berlangsung pada tanggal 15-16 Muharram 1428 H atau bertepatan tanggal 3-4 Pebruari 2007 M.

Dalam sambutannya H.Ideham Chalid,SE selaku Ketua PW Pemuda Muhammadiyah Kalimantan Timur, menyampaikan bahwa Rapimwil ini bertujuan untuk persiapan musyawarah wilayah (musywil) ke 7 Pemuda Muhammadiyah Kalimantan Timur yang direncanakan berlangsung pada bulan Mei 2007 yang akan datang, oleh karena itu agendanya adalah menentukan tempat pelaksanaan musywil, pembentukan panitia pemilihan (panlih), pembentukan panitia pengarah (SC) dan panitia pelaksana (OC), dan pembentukan Tim Verifikasi Keuangan.

Rapimwil yang diikuti oleh utusan PD Pemuda Muhammadiyah se Kalimantan Timur ini dibuka oleh Ketua PW Muhamadiyah Kalimantan Timur, dr.H.Agus Sukaca,M.Kes. yang dalam sambutannya mengingatkan bahwasanya segala aktifitas kita sebagai warga Muhammadiyah, termasuk ortom seperti Pemuda Muhammadiyah, seharusnya menjadikan kita orang yang soleh dan amal ibadah menjadi bertambah baik. Sudahkan semua aktifitas itu membuat kita demikian, contonya dalam sholat apakah menjadi lebih khusyu, selalu tepat waktu, dan lebih banyak dilakukan berjamaah. Kalau sudah demikian, maka segala aktifitas yang telah kita lakukan dalam berorganisasi ini sudah berada dalam garis yang benar. Tapi sebaliknya, sholat kita masih belum meningkat kekhusyuannya, sering tidak tepat waktu karena keasyikan dalam berorganisasi, bahkan jarang berjamaah, maka perlu adanya instropeksi yang jujur kepada diri kita, berarti ada yang salah pada diri kita, berarti kita berada pada jalur yang keliru.

Rangkaian acara pembukaan rapim diakhiri dengan silaturahim dan taaruf seluruh utusan dan hadirin

Minggu, 28 Januari 2007

PELATIHAN PENINGKATAN KUALITAS MUBALIGH MUHAMMADIYAH


Muhammadiyah sebagai gerakan dakwah Islam amar makruf nahy mungkar, sudah barang tentu memerlukan mubaligh-mubaligh yang selain banyak juga berkualitas dalam rangka menjawab tantangan dakwah masa kini. Untuk mengatasi hal tersebut maka Muhammadiyah perlu melakuan upaya untuk memperbanyak pencetakan mubaligh dan meningkatkan kualitas mubaligh yang ada.

Sehubungan dengan itu, maka diselenggarakanlah Pelatihan Regional Peningkatan Kualitas Mubaligh Muhammadiyah Kalimantan dan Sulawesi di Samarinda, Kalimantan Timur, dengan tujuan pertama untuk meningkatnya mutu dan kompetensi Mubaligh Muhammadiyah dan kedua untuk meningkatnya kuantitas dan kualitas dakwah dalam segala dimensi kehidupan sesuai dengan prinsip gerakan Muhammadiyah

Kegiatan pelatihan ini dilaksanakan pada hari Jum’at s.d Sabtu tanggal 26 – 27 Januari 2007, bertempat di Balai Pelatihan Teknis Pertanian (BPTP), Sempaja Samarinda ini seyogyanya diikuti juga oleh mubaligh/mubalighot utusan dari Pimpinan Wilayah Muhammadiyah seluruh Kalimantan kecuali Kalimantan Barat serta seluruh Sulawesi, tapi karena sesuatu hal, utusan dari PWM dari luar Kalimantan Timur sampai acara penutupan tidak bisa hadir. Kegiatan yang langsung dibina oleh Majlis Tabligh dan Dakwah Khusus PP Muhammadiyah diikuti oleh 40 mubaligh Muhammadiyah dan mubalighot Aiyiyah Kalimantan Timur.

Narasumber dari MTDK PP Muhammadiyah adalah Bapak Sukriyanto AR; Bapak Syamsul Hidayat; Bapak Yusron Asrofie; Bapak Ismail TS dan Bapak Syakir Jamaluddin dengan materi Metode Pengambilan Sumber Rujukan; Kepekaan Mubaligh Muhammadiyah; Strategi Penyampaian Materi; Komunikasi Efektif; Kemampuan mengorganisir, membentuk jamaah dan jaringan; dan diadakan juga workshop.(ay.1)

Jumat, 12 Januari 2007

mohon bantuan dana

bahwa pembangunan gedung tk aba 1 yang berada di desa sidomulyo ini masih memerlukan dana untuk penyelesaiannya, untuk itu kepada para darmawan, kami mohon bantuan dana yang dapat ditujukan kepada Amir Hady d/a Kantor Camat Anggana Jalan Mulawarman RT.1 Desa Sungai Mariam Kecamatan Anggana Kabupaten Kutai Kartanegara 75381. atas bantuannya diucapkan terima kasih

Senin, 11 Desember 2006

POLIGAMI HANYA BAGI ORANG YANG BERIMAN SAJA

Bagi orang yang beriman (benar-benar iman), tidak ada sedikitpun keraguan untuk menerima dengan sepenuh ketaatan dan keikhlasan atas segala ketentuan yang diberlakukan oleh Allah swt dan Rasulullah saw, terutama ketentuan yang terdapat dalam As Sunnah Maqbullah, apalagi yang terdapat di dalam Al Qur’an.
Begitu pula halnya dengan ketentuan terhadap bolehnya poligami di dalam ajaran Islam, karena sudah dihalalkan oleh Allah swt, maka suka atau tidak suka, kita harus ikhlas menerima apa adanya ketentuan tersebut, kita harus yakin seyakin-yakinnya itu merupakan suatu syariat yang akan membawa kita kepada kebaikan di dunia maupun di akhirat kelak, karena ketentuan itu dibuat oleh Allah swt yang menciptakan manusia, oleh Allah swt yang faham betul tentang sifat dan tabiat manusia yang diciptakannya. Jadi, penerimaan dengan sepenuh hati dan keikhlasan terhadap ketentuan ini atau syariat ini merupakan salah satu tolak ukur keimanan kita terhadap Allah swt.
Namun demikian, untuk mengakomodir “perasaan” (terutama kaum perempuan) yang katakanlah belum bisa pas dengan ketentuan tersebut terdapat beberapa hal yang perlu dikembangkan yaitu;
1. Jangan menyalahkan orang yang melakukan poligami, sebab Allah swt telah menghalalkannya, dan Rasulullah saw dan beberapa sahabat beliau yang dijamin masuk surga juga ada yang melakukannya. Apalagi menyalahkan syariat poligami bahkan menganggap orang yang berpoligami sebagai pelaku kriminal. Bagi kita orang Islam yang mengaku beriman, maka menerima dengan ikhlas ketentuan yang telah dihalalkan oleh Allah swt adalah suatu hal yang sangat mutlak.
2. Bahwasanya praktek poligami yang kita lihat dan saksikan kurang pas dimata kita, bukan berarti bahwa syariat poligami itu menjadi hal yang tidak baik, sebab praktek poligami itu tergantung pada diri pribadi orang yang melakukannya. Kalau orang yang melakukannya adalah suami dan istri-istri, orang-orang yang beriman dan bertaqwa, Insya Allah, praktek poligami di rumah tangga dan keluarga tersebut akan sakinah mawadah warahmah, namun sebaliknya, kalau yang melakukan praktek poligami itu suami dan istri-istri, orang-orang yang lemah iman dan taqwanya, biar tidak poligami pun, rumah tangga dan keluarga tersebut susah dan sulit mendapatkan suasana yang sakinah mawadah warahmah. Oleh karena itu apabila sang suami melakukan tindakan kekerasan kepada istrinya, tidak ada hubungannya dengan poligami, karena banyak juga yang tidak poligami, sang suami melakukan kekerasan terhadap isteri, untuk itu bagi istri yang diperlakukan demikian bisa melaporkan ke polisi, karena hal itu adalah tindakan pidana. Di Negara kita ada KUHP yang mengaturnya.
3. Andaikata hal tersebut terjadi pada diri atau keluarga kita, yakinlah bahwa hal itu merupakan ujian dan cobaan dari Allah swt terhadap kita, yakinlah Allah swt akan menaikan derajat kita dengan ujian dan cobaan itu, kalau kita sabar, kalau kita lulus dengan ujian itu. Sebab hidup di dunia ini hanya sementara dan main-main saja, hanya senda gurau saja, hidup yang kekal abadi adalah yang di akhirat nanti, itu yang sangat perlu kita persiapkan bekalnya dengan sebaik-baiknya, dan sebaik-baik bekal adalah taqwa. 4. Kita tidak boleh menambah-nambah syarat atau ketentuan sebagai mana yang telah ditetapkan oleh Allah swt dan dicontohkan oleh Rasulullah saw, terhadap masalah ini, seperti syarat harus ada ijin dari istri, karena Rasulullah saw tidak pernah minta ijin kepada istri beliau kalau beliau mau nikah lagi, sebab menambah ketentuan seperti itu bisa termasuk bid’ah, bid’ah adalah sesat, sesat itu neraka tempatnya.
Kehidupan keluarga yang bahagia mawadah warahmah tidak ditentukan oleh keluarga yang melakukan monogami atau poligami, tapi oleh kemampuan orang dalam “dzikir” kepada Allah SWT. (QS.Ar Rad (13) ayat 28), ikhlas dan ridha dengan ketentuan agama serta yang mendapat ridha Allah SWT. (QS. Al Bayinah (98) ayat 5 dan 8). Wallahu ‘alam bishawab.

Selasa, 28 November 2006

PEMIKIRAN MENJELANG SATU ABAD MUHAMMADIYAH*

Oleh:Suyatman, Wakil Ketua PWM Kaltim/Ketua STIE Muhammadiyah Samarinda

Secara faktual, masalah yang dihadapi bangsa Indonesia dewasa ini antara lain adalah :
1.kualitas SDM yang rendah
2.daya saing yang rendah
3.tingkat korupsi yang tinggi
Apakah yang harus dilakukan oleh Muhammadiyah menjelang usianya yang satu abad ini? Menurut hemat saya, yang harus dilakukan oleh Muhammadiyah antara lain :
1. meningkatkan orientasi usaha dan perjuangan Muhammadiyah ke arah kualitas SDM dan amal usahanya, baik di bidang keagamaan, pendidikan, kesehatan, dan sosial ekonomi;
2. membangun etos kerja dan jiwa kewirausahaan dikalangan warga Muhammadiyah, baik melalui pendidikan (formal, informal, nonformal) maupun media massa;
3. meningkatkan kualitas dan kuantitas dakwah amar makruf nahi mungkar, baik dikalangan internal warga Muhammadiyah maupun eksternal (masyarakat luas).
Di samping masalah kebangsaan seperti tersebut di atas, di lingkungan Muhammadiyah sendiri terdapat masalah yang harus dihadapi secara serius.
Masalah tersebut antara lain adalah adanya infiltrasi ideologis ke dalam tubuh organisasi Muhammadiyah. Untuk itu langkah-langkah yang harus dilakukan Muhammadiyah antara lain:
1. konsolidasi organisasi secara sunguh-sungguh dan internalisasi nilai-nilai keMuhammadiyahan secara berkelanjutan;
2. tindakan yang tegas terhadap ‘pemeran ganda” dalam Muhammadiyah, khususnya yang memiliki “ideonogi lain” dan berusaha menanamkan “ideonolinya” ke dalam tubuh Muhammadiyah.


* disampaikan dalam pengajian pimpinan PCM Anggana, 21 Syawwal 1427 H/12 Nopember 2006 M, di Desa Sidomulyo Kec.Anggana, Kab.Kutai Kartenagara.

Jumat, 24 November 2006

Silaturahim Muhammadiyah Kaltim

PW Muhammadiyah Kalimantan Timur pada ahad tanggal 28 Syawwal 1427 H bertepatan dengan tanggal 19 Nopember 2006 M telah menyelenggarakan acara Halal Bihalal Silaturahmi yang dihadiri oleh warga dan simpatisan Muhammadiyah berlangsung di STIEM Jl.Juanda Samarinda.
Dalam acara tersebut, dr.H.Agus Sukaca,M.Kes, selaku Ketua PW Muhammadiyah Kaltim telah meresmikan terbitan perdana Majalah Sangsurya yang diharapkan bisa dan mampu menjadi sarana informasi dan komunikasi warga persyarikatan terhadap dinamika gerakan dakwah di Kalimantan Timur.
Dalam kesempatan itu telah diserahkan pula Kartu Tanda Anggota Muhammadiyah (KTAM) kepada warga yang baru menjadi anggota Muhammadiyah, dan juga penyerahan Kartu Shar’e Bank Muamalat sebagai tanda registrasi anggota Muhammadiyah.
Drs.H.M.Natsir Kadri dalam tausiahnya menyampaikan bahwa silaturahmi tidak bisa terjalin dengan baik bila pada seseorang terdapat sifat dan sikap iblis, seperti takabur, ujub, sum’ah dan riya. Oleh karena itu, lanjut beliau, kita harus berusaha mengeliminir sifat dan sikap iblis tersebut, supaya bisa mewujudkan visi Muhammadiyah Kalimantan Timur yaitu bersatu hati, bekerja dengan gembira dalam rangka meraih ridha Allah, yang juga menjadi thema dari acara halal bihalal ini.
Acara silaturahmi diselingi oleh penampilan siswa SD Muhammadiyah 1 Jl.Sungai Brantas Samarinda, berupa penampilan drumband, nasyid dan band cilik.(ay1).


dr.H.Agus Sukaca,M.Kes; Ketua PWM Kaltim sedang menyampaikan sambutan.

Senin, 23 Oktober 2006

kemenagan atau kekalahan ?


Sejatinya merayakan sebuah kemenangan itu akan menjadi bermakna dan nyata, manakala kita tahu turnamen apa yang diikuti, supaya kita bisa tahu apakah jenisnya perlombaan, pertandingan, atau kontes.... siapa yang dihadapi, ini supaya kita mengukur-ngukur kekuatan dan strategi..... bagaimana peraturannya, ini supaya jalannya turnamen dengan jujur dan adil...... Nah... kalau semua itu sudah difahami, maka kalau kita kalah, kita bisa evaluasi dan introspeksi, sebaliknya bila menang, maka kemenangan itu terasa betul-betul menggembirakan.....

Sehubungan dengan idul fitri ini, mari kita merenung..... betulkah kegembiraan yang kita rayakan ini dalam rangka sebuah kemenangan..... renungkan....kemenangan apa?..... betulkah kita yang bertanding..... jangan-jangan kita hanya penonton belaka..... kalau begitu kita ikut-ikutan aja merayakan kemenangan orang..... kemudian, kalaupun kita yang bertanding,... betulkah kita yang menang?.... jangan-jangan malahan kita yang kalah......

Minggu, 10 September 2006

majlis tabligh dan dakwah khusus

Majelis Tabligh dan Dakwah Khusus merupakan badan pembantu Pimpinan Persyarikatan Muhammadiyah yang mempunyai tugas pokok untuk memimpin pelaksanaan dakwah Islamiyah di bidang tabligh secara terencana dan dalam program yang jelas meliputi seluruh aspek kegiatan dakwah yang tidak termasuk dalam bidang tugas majelis atau badan-badan lainnya di lingkungan Persyarikatan Muhammadiyah. Majelis Tabligh dan Dakwah Khusus dibentuk di tingkat Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah, Pimpinan Daerah Muhammadiyah, serta di tingkat Pimpinan Cabang Muhammadiyah. Pembentukan Majelis Tabligh dan Dakwah Khusus Muhammadiyah dilakukan oleh Pimpinan Muhammadiyah di masing-masing tingkat pimpinan.Sebagai badan pembantu Pimpinan Persyarikatan Muhammadiyah, Majelis Tabligh dan Dakwah Khusus Muhammadiyah secara hirarkis bertanggung jawab kepada Pimpinan Muhammadiyah di masing-masing tingkat, dan secara teknis mendapat bimbingan, koordinasi, dan pengawasan dari Majelis Tabligh dan Dakwah Khusus Muhammadiyah tingkat di atasnya.Untuk menyelenggarakan tugas pokoknya, Majelis Tabligh dan Dakwah Khusus Muhammadiyah mempunyai fungsi sebagai berikut:
Pemberian pertimbangan kepada Pimpinan Persyarikatan untuk digunakan sebagai bahan dalam menyusun kebijaksanaan Persyarikatan dalam bidang Tabligh.
Pembinaan dan peningkatan kemampuan serta pengkoordinasian kegiatan dan gerak mubaligh dalam mensyiarkan ajaran Islam kepada anggota, umat dan masyarakat bangsa antara lain dengan membentuk Korp Mubaligh Muhammadiyah di tingkat Pusat, Wilayah, Daerah dan Cabang.
Penggerakan pengkajian dan pengembangan pengamalan ajaran Islam, serta menggembirakan kegiatan ibadah anggota persyarikatan dan masyarakat dalam kelompok jamaĆ¢€™ah, sehingga memiliki kemampuan menyelesaikan persoalan hidupnya sebagai orang Islam dalam kehidupan masyarakat bangsa yang selalu berubah dan berkembang, guna meningkatkan mutu kehidupannya sepanjang ajaran Islam.
Penggerakan dan bimbingan penyelenggaraan, pemeliharaan, dan pengelolaan wakaf, Masjid, Mushola, Langgar, dan Surauserta yang sejenis sebagai ibadah dan sarana peningkatan mutu kehidupan anggota dan masyarakat sepanjang ajaran Islam dalam kerangka kehidupan bangsa.
Penggerakan dan bimbingan pelaksanaan dan pengembangan kegiatan pengajian pimpinan dan anggota serta khutbah-khutbah dengan menggunakan jasa iptek.
Penyelenggaraan pendidikan dan kederisasi mubaligh dan khatib, sehingga memiliki kemampuan profesional serta kemandirian dalam menjalankan tugasnya dalam kehidupan masyarakat bangsa yang selalu berubah dan berkembang.Penyelenggaraan penilitian dakwah dan prikehidupan keagamaan anggota, umat dan masyarakat.

Sabtu, 09 September 2006

tabligh

Tabligh is the most important council in the movement, and has an additional body to help complete it tasks, the Muhammadiyah Muballigh Corp. This is a special unit, whose da'is are spread throughout the country, especially in remote and isolated regions, where they act as frontline officers aiding in daily tabligh activities.

Jumat, 26 Mei 2006

Ta'aruf.............

ini adalah blog dari majlis tabligh dan dakwah khusus (mtdk) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Propinsi Kalimantan Timur. Blog ini dibuat dalam rangka menyebarluaskan informasi tentang aktifitas gerakan Muhammadiyah Kalimantan Timur, yang mudah-mudahan membawa manfaat bagi yang membaca, memberikan untuk memperoleh keberkahan dan keridhaan dari Allah Subhanahu wa ta'ala.