Salurkan Waqaf, Infaq dan Shadaqah/Sumbangan Anda untuk PEMBANGUNAN MASJID AD DA'WAH Jl.KH.Sirodj Salman RT.27 Samarinda melalui: BANK SYARIAH MANDIRI Rek. 7036237362

Sabtu, 25 Juli 2009

Susun Tafsir Kejadian Manusia, Majelis Tarjih Undang Antropolog Ragawi

Yogyakarta – “Kami sedang menyusun Tafsir Al Baqarah yang di ayat awal membahas asal kejadian manusia, maka kami perlu belajar mengenai asal kejadian manusia menurut Antrolopoli ragawi” demikan ketua Majelis Tarjih dan Tajdid (MTT) PP Muhammadiyah, Prof. Syamsul Anwar, Selasa (21/07/2009) pada pidato pengantar acara Diskusi Tematik di Kantor PP Muhammadiyah Jl Cik Di Tiro Yogyakarta yang menghadirkan Prof. drg. Etty Indriyati, Ph. D. , seorang pakar Antropologi Ragawi Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Menurut Syamsul Anwar, sebelumnya MTT PP Muhammadiyah sudah menyusun Tafsir Surat Al Fatihah yang dipublikasikan secara bersambung melalui Majalah Suara Muhammadiyah.

Lebih lanjut, Syamsul Anwar mengatakan bahwa penyusunan Tafsir ini diharapkan dilakukan setelah mengetahui wawasan perkembangan ilmu antropologi ragawi terbaru. “Kita ingin wawasan baru sesuai dengan kemajuan ilmu pengetahuan sesuai dengan antropologi ragawi terbaru” terangnya. Sementara itu, Rizal Mustasyir, anggota MTT PP Muhammadiyah yang menjadi moderator sore ini sebelum dimulai diskusi menyatakan banyak kalangan Islam yang mendebat konsep Evolusi yang banyak dipelajari dalam Antropologi Ragawi diserang oleh kalangan umat Islam dengan buku-buku Harun Yahya.

Sementara itu, drg Etty dalam paparannya menerangkan tentang berbagai data ilmiah ditemukannya fosil-fosil manusia purba dari berbagai negara di dunia, dan juga fosil dengan berbagai umur. Menurut drg Etty, dalam pandangan Antropologi Ragawi, manusia terus berevolusi menjadi bentuk terbaik. “Manusia dari dulu sampai sekarang berkembang menjadi sempurna, dulu otak menyudut, sekarang membulat “ terang Etty. “Namun kita juga masih bisa berevolusi, gigi geraham ketiga sekarang banyak yang tidak tumbuh karena emang tidak banyak berfungsi lagi karena makanan yang dimakan manusia semakin lembut. Tulang ekor juga mengalami evolusi dengan memendek karena pekerjaan manusia sekarang yang lebih banyak dilakukan dengan duduk, bukan kerja fisik seperti petani” terangnya.

Adam Manusia Pertama ?

Diskusi menjadi hangat ketika peserta yang terdiri dari anggota Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadyah, Majelis Tarjih dan Tajdid PW Muhammadiyah, majelis, lembaga dan ortom Pusat menanyakan berbagai klarifikasi terhadap pengetahuan yang selama ini. Diskusi yang menarik adalah pertanyaan tentang manusia pertama di dalam Al Qur’an, yaitu Nabi Adam dan manusia-manusia purba yang dipelajari drg Etty tersebut.

Etty Indriyati, lahir tahun 1963. Dokter Gigi UGM . Dahulu ada Prof. Tengku Yacob, yang telah meletakkan dasar Antropologi Ragawi di Indonesia. (Arif/www.muhammadiyah.or.id)

Tidak ada komentar: