Salurkan Waqaf, Infaq dan Shadaqah/Sumbangan Anda untuk PEMBANGUNAN MASJID AD DA'WAH Jl.KH.Sirodj Salman RT.27 Samarinda melalui: BANK SYARIAH MANDIRI Rek. 7036237362

Minggu, 08 November 2009

Pengajian Bulanan di Islamic Center Kaltim



Pengajian bulanan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Kalimantan Timur di Masjid Islamic Center Kalimantan Timur, Samarinda pada 8 Nopember 2009 kali ini disampaikan oleh Ustadz Drs.H.M.Natsir Kadrie. Dalam kesempatan itu beliau memberikan tausiah tentang pentingnya bersikap jujur dalam segala sendi kehidupan ini, sebab akan memberikan kebahagiaan, tapi sebaliknya, sikap tidak jujur dan bohong akan membawa kepada kerusakan. Tidak jujur dan bohong adalah penyakit hati. Kebahagian tidak akan bisa diperoleh apabila ada penyakit hati ini.

Setelah pengajian, dilanjutkan dengan pemeriksaan tensi darah dan kadar gula darah bagi jamaah yang memerlukan, yang dilayani oleh mahasiswa STIKES MUHAMMADIYAH SAMARINDA dan Rumah Sakit AISYIYAH SAMARINDA.

download disini : REKAMAN PENGAJIAN

Senin, 26 Oktober 2009

Pengajian PWM Kaltim oleh Ust.H.Suyatman


Ustadz H.Suyatman dalam ceramahnya menyampaiikan bahwa Al Qur'an menyebutkan untuk ummat pilihan itu dalam dua istilah, yaitu khairu ummah dan ummatan wasathan. Istilah Khairu ummah seperti yang terdapat dalam surat Ali Imran ayat 110, mempersyaratkan amar makruf, nahy munkar dan beriman kepada Allah. Sedang ummatan Wasathan terdapat dalam surat Al Baqarah ayat 143,mempersyaratkan keadilan dan dalam Al Hadid ayat 23, mempersyaratkan tidak terlalu senang dan tidak terlalu sedih atas segala sesuatu dalam kehidupan ini.

Demikian ringkasan pengajian Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Kalimantan Timur yang diselenggarakan pada ahad (25-10-2009) setelah sholat Maghrib menjelang sholat Isya di Musholla Sutan Mansyur Kampus STIEM Jl.Juanda, Samarinda.

Minggu, 18 Oktober 2009

Kunjungan Silaturahim PWM Kaltim ke PDM Kutai Kartanegara



Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Kalimantan Timur dalam rangka pembinaan telah mengunjungi Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kutai Kartanegara di Tenggarong (18-10-2009). Acara diselenggarakan di Masjid Al Hikmah Jl.Danau Aji Tenggarong. Rombongan PWM Kaltim terdiri dari HM.Haiban (Wkl ketua), Ki Soeratman (Wkl Ketua), Amir Hady (Ketua Majlis Tabligh) dan Hj.Zulaikah Haiban (Sekretaris Umum PW Aisyiyah Kaltim).
Acara yang dihadiri oleh unsur PDM dan PDA Kab.Kutai Kartanegara ditambah PCM se Kab.Kutai Kartanegara, berlangsung selama dua jam dan diakhiri dengan sholat dzuhur berjamaah.

Selasa, 13 Oktober 2009

SILATURAHIM MUHAMMADIYAH KALTIM




Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Kalimantan Timur menyelenggarakan Silaturahim (Halal Bihalal) di Islamic Center Kaltim Jl.Slamet Riyadi, Karang Asam, Samarinda pada hari Ahad tanggal 22 Syawal 1430 H bertepatan dengan tanggal 11 Oktober 2009 M. Acara dihadiri oleh keluarga besar Muhammadiyah yang terdiri dari unsur Pimpinan Wilayah, Pimpinan daerah, Pimpinan Cabang dan Pimpinan Ranting serta ortom. Beberapa daerah yang hadir selain PCM dan PDM Samarinda adalah PDM Balikpapan, PDM Bontang, PCM Anggana, PCM Loa Kulu, PCM Tenggarong Seberang (Kab.Kutai Kartanegara); PCM Sepaku Kab.Panajam Paser Utara.Ceramah agama disampaikan oleh Ustadz Drs.H.Syamsul Hidayat,M.Ag (Wakil Ketua Majlis Tabligh dan Dakwah Khusus PP Muhammadiyah).

Minggu, 27 September 2009

Silaturahim Alumnus SMA Muhammadiyah 1 Samarinda




Alumnus SMA Muhammdiyah 1 Samarinda, sabtu 26 September 2009 menyelenggarakan Silaturahim di kediaman Hj.Masyitah Asgar, Jl.Wahid Hasyim,Sempaja, Samarinda. Acara dihadiri oleh beberapa guru perintis berdirinya sekolah dimaksud, seperti H.Abdul Murad AR, H.Subeman, H.Suyatman, Jaswadi, Abdurahman, H.Sudiyo, H.M.Subhan, Sarwadi, Ketua PD Muhammadiyah Samarinda H.Abdul Hadi, Kepala SMA Muhammadiyah 1 Hairunnisa dan sebagian para alumnus. Pada kesempatan tersebut juga diberikan bingkisan kepada para guru dimaksud.

Sabtu, 26 September 2009

NILAI AMAL


Tulisan di bawah ini pernah dimuat dalam majalah Suara Muhammadiyah no.10, Desember 1958.
Mudah-mudahan ada manfaatnya.


Muhammadiyah didirikan untuk beramal
menjunjung tinggi agama dan hukum Allah,
disusun dengan organisasi dan dijalankan dengan peraturan tertentu agar dapat memimpin masyarakat dan anggota, khususnya supaya dapat beramal bersama-sama. “Katakanlah olehmu Muhammad kepada kaummu: beramallah kamu sekalian niscaya Allah serta Rasul-Nya dan orang-orang mukmin akan mempersaksikan amalmu itu, serta kamu akan dikembalikan kepada Yang Mengetahui alam gaib dan kesaksian maka Dia akan memberi kabar kepadamu tentang apa yang telah kamu sekalian amalkan.”
Jelaslah bahwa beramal menegakkan agama Allah menjadi suatu kewajiban yang mutlak bagi tiap orang Mukmin, dan jelas pula bahwa amal itu akan menjadi dasar kita apakah kita kelak diakhirat menjadi orang yang berbahagia atau celaka. Oleh karena itu adalah wajar dan seharusnya bahwa dasar kita beramal ialah mencari keridlaan Allah, sedang hasil dari amal itu di dunia menjadi tujuan. Manakah yang lebih penting antara dasar dan tujuan itu? Dasar mencari keridlaan Allah semata itulah yang disebut ikhlas, itulah yang dapat menolong kita diyaumil akhir dan menjadi bekal ke jannatunna;im. Adapun tujuan, ialah hasil dari amal kita itu; seumpama orang mengajar maka hasilnya ialah pandainya murid. Tegaknya agama dimasyarakat adalah merupakan hasil dari amal kita, sedang dasar kita beramal ialah mencari keridlaan Allah semata.
Di samping dasar dan tujuan dari amal kita itu, terdapat pula satu faktor lain, yaitu rupa dari amal kita. Amal kita boleh berupa kecil, atau besar, atau mungkin merupakan suatu usaha yang hebat dan megah yang menghabiskan harta berjuta-juta, tetapi mungkin pula hanya merupakan usaha kecil tetapi dikerjakan dengan ikhlas menurut kekuatan kita yang setinggi-tingginya. Hal ini terjadi bila kita sedang lemah dan kekurangan. Tetapi ini tidak berarti bahwa setiap usaha yang besar tentu tidak ikhlas. Usaha besar dilaksanakan dengan ikhlas, tentu lebih baik dari usaha yang kecil. Hanya kita keliru kalau lebih mengutamakan kebesaran usaha daripada keikhlasan.
Seorang kaya mendermakan Rp 500.000,- yaitu sepersepuluh seluruh hartanya. Di samping itu ada pula seorang miskin menderma Rp 1000,- yang merupakan seperdua dari hartanya. Kalau ditilik dari hasil yang dapat diperoleh dari uang itu, sudah tentu derma dari si kaya lebih besar manfaatnya bagi berhasilnya amal yang dibantunya itu. Tetapi bagi Allah, pahala siapakah yang lebih besar? Pengorbanan batin si miskin lebih besar dari si kaya, karena ia mengorbankan seperdua hartanya. Kalau amal diberi pahala tujuh ratus kali lipat, maka pengorbanan bathin itupun diberi pahala tujuhratus kali lipat. Allah jua yang lebih tahu akan amal pengorbanan hamba-Nya. Tetapi yang terang bagi kita manusia, ialah kedua orang itu, si kaya dan si miskin tentu akan menerima pahala yang sesuai dengan amal dan pengorbanannya (jihad). Orang yang mengalahkan kepentingan diri dan keluarganya untuk berjuang menegakkan agama dalam bentuk apa pun, niscaya amalnya itu termasuk jihad.
Di antara kita mungkin telah ada yang lebih mengutamakan kehebatan usaha daripada ke-ikhlasan. Semua usaha harus hebat dan besar baik dengan jalan apapun, asal halal dan tidak apa mengikis sedikit dari prinsip dan tujuan Persyarikatan kita. Tidak mengapa usaha kita itu kurang berjiwa agama, asal besar dan hebat; zaman sekarang tidak pada tempatnya kita berkecil-kecil bahkan hampir tak ada gunanya. Daripada berkecil-kecil baik tak berusaha dan tak beramal sama sekali.
Kemauan dan jalan pikiran semacam itu seyogyanya diperbaiki: “Marilah kita bersama-sama beramal dan berusaha dengan ikhlas mencari keridlaan Allah, dengan giat sekuat-kuat tenaga agar amal kita itu besar dan hebat. Kalau kita belum kuat mengusahakan yang besar dan hebat, baiklah kita mulai dengan berkecil-kecil meskipun tanpa bantuan siapa-siapa, dan kita usahakan dengan segala ketabahan hati agar yang kecil itu bertambah besar dan hebat”.
Mudah-mudahan Allah yang memiliki seluruh alam ini, menerima amal kita serta melimpahkan taufik dan hidayahnya kepada kita semua. Amiin.l

Senin, 14 September 2009

SAFARI RAMADLAN 1430 PW 'AISYIYAH KALTIM DI PC 'AISYIYAH ANGGANA




PW ‘Aisyiyah Kalimantan Timur yang terdiri dari Ibu Hj.Suhartini (Wkl.Ketua PWA); Ibu Hj.Cholifah Ibrahim (Ketua Majlis Tabligh PWA); Ibu Hj.Norjenah Hefni (Ketua Majis Sosial PWA); dan rombongan lainnya telah mengunjungi PC ‘Aisyiyah Kec.Anggana dalam rangka Safari Ramadlan 1430 H. Kegiatan berupa silaturahim ini diselenggarakan di Gedung TK ‘Aisyiyah Bustanul Athfal 1 Sidomulyo pada Senin 24 Ramadhan 1430 H bertepatan dengan tanggal 14 September 2009.

Rombongan PW ‘Aisyiyah Kalimantan Timur disambut langsung oleh Ibu Mursalamah (Ketua PCA); Ibu Maria (Wkl.Ketua PCA); Ibu Lamiyem (Sekretaris PCA); Ibu Tumiyem (Bendahara PCA); Ibu Rahayu (Ketua Majlis Dikdasmen PCA); dan warga ‘Aisyiyah lainnya.

Dalam kesempatan tersebut PW ‘Aisyiyah Kaltim berkenan memberikan bingkisan lebaran, yang diterima secara simbolis oleh Ketua PC ‘Aisyiyah Anggana.

SAFARI RAMADLAN PWM KALTIM KE PCM LOA JANAN




Rombongan PW MUHAMMADIYAH KALTIM yang terdiri dari HM.Haiban dan H.Suyatman (Keduanya Wakil Ketua PWM); Abdul Azis Muslim (Ketua MPK PWM); Amir Hady (Ketua MTDK PWM); Arifin Suparman (Wkl.Ketua MTDK PWM); Agus Suwarto Edi (Anggota MTDK PWM), H.Abdul Hadi (Ketua PDM Samarinda); Suparsono (PCM Samarinda Utara) telah mengadakan safari ramadlan ke PCM Loa Janan. Rombongan disambut oleh H.Maqbul Djailani (Ketua PCM Loa Janan, Supeno (Sekretaris PCM Loa Janan) serta jamaah dan warga Muhammadiyah Loa Janan lainnya.

Acara silaturahmi diselenggarakan di Masjid Al Ikhlas, Komplek Perguruan Muhammadiyah di Desa Loa Duri Ilir, Kecamatan Loa Janan. Kegiatan berupa buka puasa bersama, sholat maghrib, makan malam, sholat Isya dan tarawih. Dan Sebelum shoilat witir, disampaikan ceramah agama oleh HM.Haiban.

Dalam ceramahnya HM.Haiban menyampaikan perlunya syukur atas nikmat yang telah dianugerahkan Allah SWT kepada kita semua. Dan mengumpulkan sebanyak-banyaknya amal ibadah, walaupun kecil tapi harus dilakukan secara istiqomah dan terus menerus, maka lama-kelamaan akan menjadi banyak, sehingga di yaumil hisab nanti, timbangan amal kebaikan akan lebih berat dari dosa.

Selasa, 08 September 2009

PWM KALTIM SELENGGARAKAN BAITUL ARQOM RAMADHAN




PW Muhammadiyah Kaltim telah menyelenggarakan Baitul Arqom Ramadhan pada 14-16 Ramadhan 1430 H / 4-6 September 2009 M bertempat di Balai Diklat Kehutanan Jl.Untung Suropati, Sungai Kunjang, Samarinda. Baitul Arqom diikuti oleh Anggota PW Muhammadiyah Kaltim, Ketua & Sekretaris unsur Pembantu PW Muhammadiyah Kaltim, Ketua & Sekretaris Ortom tingkat wilayah, PD Muhammadiyah se Kaltim, dan ketua PC Muhammadiyah se Kaltim, dengan jumlah peserta 70 orang. Thema sentral Baitul Arqom Ramadhan ini yaitu “Menggembirakan Berdakwah, Membina Pribadi Islam Yang Sebenar-benarnya”. Adapun materi utama yang disampaikan antara lain: Pokok-pokok Ideologi Muhammadiyah oleh Ki Suratman (Wakil Ketua PWM Kaltim); Penyelarasan Tujuan Pribadi dengan Tuuan Muhammadiyah oleh HM.Haiban (Wakil Ketua PWM Kaltim); Menyelaraskan Misi Priobadi dengan Misi Muhammadiyah oleh H.Suyatman (Wkl.Ketua PWM Kaltim) dan H.Siswanto S (Wkl Sekretaris PWM Kaltim); Operasionalisasi Gerakan : Mengemban Misi Muhammadiyah Mewujudkan Masyarakat Silam yang Sebenar-benarnya oleh H.Agus Sukaca (Ketua PWM Kaltim). Tim Instruktur dipimpin langsung oleh H.Agus Sukaca (Ketua PWM Kaltim) sebagai Master Of Training.

Dalam sambutannya H.Agus Sukaca, Ketua PWM Kaltim menyampaikan bahwa dakwah Muhammadiyah dalam rangka pembinaan Pribadi Islam yang sebenar-benarnya, perlu dalam suasana yang gembira. Baik bagi mubalighnya maupun ummatnya. Sebab itulah arti sukses dalam ber-Muhammadiyah, yaitu seseorang yang tauhidnya murni, terbebas dari segala bentuk syirik; pemahamannya terhadap ajaran Islam selalu meningkat, karena mempunyai mekanisme pasti untuk meningkatkannya seperti kebiasaan membaca Al Qur’an, membaca buku, menghadiri pengajian-pengajian; giat berdakwah, meskipun sekedar mengajak sahabat-sahabatnya untuk mengikuti pengajian; konsisten melaksanakan ajaran Islam: taat ibadahnya, mulia akhlaknya, baik adab budi pekertinya, baik kehidupan bermu’amalatnya; sesungguhnya dialah yang sukses dalam berMuhammadiyah, meskipun dia tidak menjadi pemimpin atau menduduki jabatan apapun dalam struktur Muhammadiyah.

Langkah ini bila konsisten dilakukan akan terakumulasi menjadi langkah besar yang arah tujuannya sangat jelas: “terwujudnya pribadi Islam yang sebenar-benarnya”. Kita semua bergerak menuju itu semua. Kita duplikasikan kepada istri atau suami dan anak-anak, maka akan terwujud keluarga kita sebagai keluarga Islam yang sebenar-benarnya. Kalo semakin banyak keluarga Islam yang sebenar-benarnya, maka semakin mendekatkan pada tujuan Muhammadiyah, yaitu “terwujudnya masyarakat Islam yang sebenar-benarnya”. Demikian yang disampaikan oleh H.Agus Sukaca.

Sabtu, 29 Agustus 2009

Baitul Arqam Muhammadiyah Anggana




PC Muhammadiyah Anggana menyelenggarakan Pengajian Ramadhan Baitul Arqom pada tanggal 2-3 Ramadhan 1430 H bertepatan 23-24 Agustus 2009 di Komplek Masjid Mujahiddin Sidomulyo. Peserta sebanyak 30 orang terdiri dari personil Pimpinan Cabang Muhammadiyah dan Pimpinan Cabang Aisyiyah Anggana ditambah guru-guru TK Aisyiyah. Materi disampaikan oleh Tim Instruktur PW Muhammadiyah Kalimantan Timur yaitu, Visi dan Misi Muhammadiyah oleh Abdul Azis Muslim (Ketua MPK PWM Kaltim), Himpunan Putusan Tarjih oleh H.Siswanto Soenandar (Sekretaris PWM Kaltim), Peneguhan Idiologi Muhammadiyah oleh H.Ki Soeratman (Wakil Ketua PWM Kaltim), Sukses BerMuhammadiyah oleh H.Agus Sukaca (Ketua PWM Kaltim) dan Pedoman Hidup Islami oleh H.Suyatman (Wakil Ketua PWM Kaltim).

Minggu, 02 Agustus 2009

MTT Rilis Jadwal Imsakiah Ramadhan 1430 H untuk 33 Kota Seluruh Indonesia

Yogyakarta – Setelah keluarnya Maklumat PP Muhammadiyah mengenai Penetapan Awal Ramadhan 1430 H, Jum’at (31/07/2009) ahli hisab Majelis Tarjih dan Tajdid (MTT) PP Muhammadiyah, Oman Fathurohman SW., Drs., M.Ag. mengeluarkan Jadwal Imsakiah Ramadhan 1430 H. Dalam file yang diterima redaksi website Muhammadiyah siang ini, tercantum jadwal Imsakiah untuk 33 Ibukota Propinsi di seluruh Indonesia.

Seperti tahun –tahun sebelumnya, MTT PP Muhammadiyah selalu memberikan panduan kepada warga, simpatisan maupun khalayak umum yang memerlukan jadwal Imsakiah berisi Jadwal Shalat lima waktu beserta Jadwal Imsak. Dengan panduan yang dibuat spesifik untuk masing-masing ibukota pripinsi ini diharapkan akan memudahkan ummat dalam beribadah, selain mudah dipakai sebagai acuan dalam pembuatan jadwal Imsakiah di masing masing daerah.

Seperti juga tahun – tahun sebelumnya, versi cetak dari jadwal Imsakiah ini juga bisa didapat pada Majalah Suara Muhammadiyah.

download disini : Jadwal Imsakiyah 1430H Kota Samarinda


(arif/muhammadiyah.or.id)

Senin, 27 Juli 2009

Silaturahin dengan para sepuh Muhammadiyah Kaltim



PWM Kaltim dan PDM Samarinda pada hari sabtu 24 Juli 2009 menyelenggarakan kunjungan kepada tokoh Muhammdiyah yang sudah sepuh dalam rangka memelihara silaturahim. ROmbongan terdiri dari Bpk.Drs.H.Wahhadi,M.Sc (Wkl.Sekretaris PWM), Amir Hady (Ketua MTDK PWM), Arifin Suparman (Wkl.Ketua MTDK PWM), Drs.H.Abdul Hadi,MM (Ketua PDM), dan H.Solihin (PCM Samarinda Seberang). Yang pertama dikunjungi adalah Bapak Drs.H.Muhhadi, Ketua PDM Samarinda tahun 2000-2005 dan yang kedua adalah Bapak Mardi (91 thn), beliau sudah sangat sepuh memang, tapi ingatan masa aktif di Pandu Hizbul Wathon relatif masih kuat. Terbukti masih ingat menyebutkan Undang Undang Pandu HW yang sepuluh butir itu, dan menerangkan satu-persatu maknanya dengan sangat bersemangat kepada kami tamu-tamu beliau. Itulah hasil pendidikan Pandu Hizbul Wathon, yang harus kita lestarikan.

Undang-undang Pandu HW

Satu, HW selamanya dapat dipercaya.
Dua, HW setia dan teguh hati.
Tiga, HW siap menolong dan wajib berjasa.
Empat, HW cinta perdamaian persaudaraan.
Lima, HW sopan santun dan perwira.
Enam, HW menyayangi semua makhluk.
Tujuh, HW siap melaksanakan perintah dengan ikhlas.
Delapan, HW sabar dan bermuka manis.
Sembilan, HW hemat dan cermat.
Sepuluh, HW suci dalam pikiran, perkataan, dan perbuatan.

Tabligh Akbar Aisyiyah Kaltim



Pimpinan Wilayah Aisyiyah Kalimantan Timur menyelenggarakan Tabligh Akbar (25-7-2009) dalam rangka Milad ke 95 tahun Aisyiyah. Ceramah disampaikan oleh Ibu Dra.Misma Kasim,MA (Majlis Kader PP Aisyiyah). Ketahanan keluarga Pilar kemajuan Bangsa merupakan thema yang diusung dalam milad kali ini, sehingga menempatkan ketahanan keluarga sebagai syarat mutlak untuk memajukan bangsa Indonesia, maka pada lahan inilah Aisyiyah mengambil peran semaksimal mungkin, demikian penjelasan beliau. Acara yang diselenggarakan di Islamic Centre, Karang Asam Samarinda tersebut dihadiri juga oleh dr.H.Agus Sukaca,M.Kes (Ketua PW Muhammadiyah Kaltim)

Sabtu, 25 Juli 2009

Susun Tafsir Kejadian Manusia, Majelis Tarjih Undang Antropolog Ragawi

Yogyakarta – “Kami sedang menyusun Tafsir Al Baqarah yang di ayat awal membahas asal kejadian manusia, maka kami perlu belajar mengenai asal kejadian manusia menurut Antrolopoli ragawi” demikan ketua Majelis Tarjih dan Tajdid (MTT) PP Muhammadiyah, Prof. Syamsul Anwar, Selasa (21/07/2009) pada pidato pengantar acara Diskusi Tematik di Kantor PP Muhammadiyah Jl Cik Di Tiro Yogyakarta yang menghadirkan Prof. drg. Etty Indriyati, Ph. D. , seorang pakar Antropologi Ragawi Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Menurut Syamsul Anwar, sebelumnya MTT PP Muhammadiyah sudah menyusun Tafsir Surat Al Fatihah yang dipublikasikan secara bersambung melalui Majalah Suara Muhammadiyah.

Lebih lanjut, Syamsul Anwar mengatakan bahwa penyusunan Tafsir ini diharapkan dilakukan setelah mengetahui wawasan perkembangan ilmu antropologi ragawi terbaru. “Kita ingin wawasan baru sesuai dengan kemajuan ilmu pengetahuan sesuai dengan antropologi ragawi terbaru” terangnya. Sementara itu, Rizal Mustasyir, anggota MTT PP Muhammadiyah yang menjadi moderator sore ini sebelum dimulai diskusi menyatakan banyak kalangan Islam yang mendebat konsep Evolusi yang banyak dipelajari dalam Antropologi Ragawi diserang oleh kalangan umat Islam dengan buku-buku Harun Yahya.

Sementara itu, drg Etty dalam paparannya menerangkan tentang berbagai data ilmiah ditemukannya fosil-fosil manusia purba dari berbagai negara di dunia, dan juga fosil dengan berbagai umur. Menurut drg Etty, dalam pandangan Antropologi Ragawi, manusia terus berevolusi menjadi bentuk terbaik. “Manusia dari dulu sampai sekarang berkembang menjadi sempurna, dulu otak menyudut, sekarang membulat “ terang Etty. “Namun kita juga masih bisa berevolusi, gigi geraham ketiga sekarang banyak yang tidak tumbuh karena emang tidak banyak berfungsi lagi karena makanan yang dimakan manusia semakin lembut. Tulang ekor juga mengalami evolusi dengan memendek karena pekerjaan manusia sekarang yang lebih banyak dilakukan dengan duduk, bukan kerja fisik seperti petani” terangnya.

Adam Manusia Pertama ?

Diskusi menjadi hangat ketika peserta yang terdiri dari anggota Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadyah, Majelis Tarjih dan Tajdid PW Muhammadiyah, majelis, lembaga dan ortom Pusat menanyakan berbagai klarifikasi terhadap pengetahuan yang selama ini. Diskusi yang menarik adalah pertanyaan tentang manusia pertama di dalam Al Qur’an, yaitu Nabi Adam dan manusia-manusia purba yang dipelajari drg Etty tersebut.

Etty Indriyati, lahir tahun 1963. Dokter Gigi UGM . Dahulu ada Prof. Tengku Yacob, yang telah meletakkan dasar Antropologi Ragawi di Indonesia. (Arif/www.muhammadiyah.or.id)

Selasa, 21 Juli 2009

Din : “3 Syin” Sukses Muktamar Seabad Muhammadiyah


Yogyakarta – Ketua Umum PP Muhammadiyah, Prof. Din Syamsuddin menyatakan bahwa Muktamar 1 Abad Muhammadiyah diharapkan akan menjadi Muktamar Syukur, Syi’ar dan Syahadah. Dalam sambutan sebelum me-launching Logo dan Lagu Tema Muktamar serta Panel Hitung Mundur di Stadion Mandala Krida Yogyakarta, Sabtu Malam (18/07/2009), Din menyatakan harapannya itu dihadapan 12 ribuan warga Muhammadiyah.

Penyelenggaraan Muktamar Satu Abad yang akan berlangsung 3-5 Juli 2010 nanti, menurut Din, diharapkan akan menjadi Muktamar kesyukuran seluruh warga Muhammadiyah karena Muhammadiyah bisa mencapai umurnya hingga satu abad.

Adapun “Syin” yang kedua adalah sebagai Muktamar Syi’ar. “Yaitu Syi’ar Muhammadiyah dan Syi’ar Islam tegasnya. Sedangkan kesuksesan yang ketiga, Muktamar Muhammadiyah sebagai Syahadah, yaitu kesaksian dimana Muhammadiyah telah berkiprah mencerahkan kehidupan bangsa Indonesia.

“Dalam Muktamar Seabad tahun depan, semoga akan menjadikan saksi bagi masyarakat Indonesia dan dunia bahwa Muhammadiyah mampu menyinari dunia,” harap cendekiawan Muslim itu.

Setelah acara Launcing, diketengahkan Pagelaran “Langen Carito : Suminaring Surya, Cahyaning Nagari” yang dibawakan tak kurang dari 1500 kader Muhammadiyah. Din dalam sambutannya menyatakan bahwa pagelaran ini merupakan bukti kesiapan Yogyakarta sebagai tuan rumah Muktamar Seabad Muhammadiyah yang akan berlangsung 3-8 Juli 2010 mendatang.

“Kemeriahan ini merupakan bukti keseriusan dan kesiapan Yogyakarta sebagai tuan rumah. Sehingga memang tepat jika Muhammadiyah yang lahir di Yogyakarta, akan memasuki abad ke dua dari Yogyakarta pula,” ucap Din. Tema ‘Suminaring Surya Cahyaning Nagari’ ini diharapkan benar-benar mampu diwujudkan oleh Muhammadiyah ke depan. “Yakni mampu memberikan sinar bagi pencerahan umat, bangsa serta persyarikatan,“ terangnya.

Lagu Tema Muktamar Seabad Muhammadiyah sendiri liriknya dibuat oleh Din Syamsuddin sendiri, sedangkan arransement dibuat oleh Dwiki Darmawan. Malam itu untuk pertama kali secara resmi dinyanyikan oleh dua mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta dipadu dengan paduan suara yang terdiri dari ‘Aisyiyah, Pelajar Muhammadiyah dan Mahasiswa Muhammadiyah. (arif, muhammadiyah.or.id)

Logo Muktamar Se Abad Muhammadiyah, Angka “1”, dan Masjid Agung Kauman


Yogyakarta – Ketua SC Muktamar Seabad Muhammadiyah, Dr. Haedar Nashir, MSi Sabtu siang (18/07/2009) memperlihatkan logo Muktamar Seabad Muhammadiyah yang malamnya dilaunching di Stadion Mandala Krida kepada para wartawan. Dalam acara yang disetting sebagai konferensi pers tersebut dibagikan buku kecil tentang logo Muktamar bergambar angka satu dengan latar belakang Masjid Gede Kauman Yogyakarta disinari sinar kuning.

“Ini menggambarkan Muktamar Seabad Muhammadiyah dengan tema Gerak Melintas Zaman, Dakwah dan Tajdid Menuju Peradaban Utama’’ terang Haedar. Haedar menyatakan logo dan tema muktamar mencerminkan keinginan kuat agar organisasi dan kiprah aktivis Muhammadiyah bisa terus menyinari dunia. Seusai dengan logo organisasi bergambar matahari, Muhammadiyah ingin menyinari dunia sepanjang hayat. Kiprahnya bisa diujudkan dalam dakwah dan tajdid, serta amal usaha Muhammadiyah.

Selama perjalanan satu abad, Muhammadiyah telah menunjukkan karya nyata dengan aneka amal usaha yang membumi, merakyat seperti fasilitas pendidikan, rumah sakit dan aneka pelayanan publik. "Muhammadiyah ingin meneguhkan kiprah dakwah, inklusif, mengalir dan tidak sekedar berwacana," ujar Haedar.

Pada muktamar sekaligus ulang tahun ke-100 tahun 2010 itu, berbagai hal bakal dikaji dan menjadi program konkret untuk penyelesaian persoalan-persoalan masyarakat. (arif.www.muhammadiyah.or.id)

ADiTV Resmi Dilauncing, “Yang Baru & Mencerahkan Hati”


Yogyakarta – Perhelatan launcing Muktamar Seabad Muhammadiyah, Sabtu malam (18/07/2009) yang lalu juga ditandai dengan launcing Stasiun Televisi Muhammadiyah pertama “ADiTV”. Ketua PWM DI Yogyakarta, Dr. Agung Danarto menyampaikan bahwa ADiTV telah mengantongi ijin siar.

Dalam sambutannya, Sri Sultan Hamengku Buwono mengharapkan Adi TV mampu menjadi pelengkap media dakwah Muhammadiyah dan menjadi salah satu kekutaan televisi swasta baru di Yogyakarta . “Saya yakin Muhammadiyah bisa lebih maju khususnya dalam beberapa bidang amal usahanya, ” katanya.

ADiTV mengudara pada Channel 44 UHF, malam itu juga siaran perdana yang dinikmati oleh sebagian warga kota Yogyakarta yang menyiarkan acara launching Muktamar dan Pagelaran Langen Carito “Suminaring Surya, Cahyaning Nagari”. (arif, www.muhammadiyah.or.id)

Rabu, 15 Juli 2009

Jutaan Muslim Dibantai Bagaikan Buih Di Laut….


Rasulullah SAW pernah bersabda berkenan dengan keinginan kaum kafir untuk membinasakan kaum muslimin dan Islam, seperti yang dinyatakan dalam hadits Tsaubah ra bahwa Rasulullah SAW bersabda yang artinya, “Nyaris orang-orang kafir menyerbu dan membinasakan kalian seperti menyerbu makanan di atas piring. Berkata seseorang: Apakah karena sedikitnya kami waktu itu? Beliau bersabda: Bahkan kalian pada waktu itu banyak sekali, akan tetapi kamu seperti buih di atas air. Dan Alloh mencabut rasa takut musuh-musuhmu terhadap kalian serta menjangkitkan di dalam hatimu penyakit wahn. Seseorang bertanya: Wahai Rasulullah, apakah wahn itu? Beliau bersabda: Mencintai dunia dan takut mati”. (Riwayat Abu Dawud no. 4297. Ahmad V/278. Abu Na’im dalam Al-Hilyah)
Dari hadits di atas dapat disimpulkan bahwa. Pertama, Kaum kafir bersatu untuk menjajah Islam, negeri-negerinya serta penduduknya. Kedua, Negeri-negeri muslimin adalah negeri-negeri sumber kebaikan dan barakah yang mengundang air liur kaum kafir untuk menjajahnya. Ketiga, kaum kafir mengambil potensi alam negeri muslimin tanpa rintangan dan halangan sedikit pun. Keempat, kaum kafir tidak lagi gentar terhadap kaum Muslimin karena rasa takut mereka kepada kaum Muslimin sudah dicabut Alloh dari dalam hati mereka. Padahal pada mulanya Alloh menjanjikan kepada kaum Muslimin dalam firman-Nya,
“Akan kami jangkitkan di dalam hati orang-orang kafir rasa takut, disebabkan mereka mempersekutukan Alloh, di mana Alloh belum pernah menurunkan satu alasan pun tentangnya”. (QS Ali Imran: 151)
Dan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda artinya, “Aku diberi lima perkara yang belum pernah diberikan kepada seorang nabi pun sebelumku: Aku ditolong dengan rasa ketakutan dengan jarak satu bulan perjalanan; dan dijadikan bumi untukmu sebagai tempat sujud ; …. dan seterusnya”. (Riwayat Bukhari, lihat Fathul Bari I/436. Muslim dalam Nawawi V/3-4 dari Jabir bin Abdullah rodhiallohu ‘anhu)
Pada zaman Nabi dan kejayaan Islam kita bisa saksikan bagaimana 7.000 pasukan Muslim di bawah pimpinan Khalid bin Walid sanggup menahan 200 ribu tentara Romawi di perang Mu’tah. Kemudian 30 ribu pasukan yang dipimpin Rasulullah di kota Tabuk menggentarkan kerajaan Romawi sehingga mereka tidak berani berperang melawan Nabi. Bahkan tentara Thariq bin Ziad yang jumlahnya hanya 7.000 pasukan berhasil mengalahkan 100 ribu tentara kerajaan Spanyol dan menguasai Spanyol selama 7 abad.
Akan tetapi kekhususan tersebut dibatasi oleh sabda beliau SAW dalam hadits Tsauban yang lalu, yang menyatakan, “Allah akan mencabut rasa takut musuh-musuhmu terhadap kalian …”.
Sekarang yang terjadi sebaliknya. Tentara-tentara kafir membantai ummat Islam di mana-mana. AS membantai sekitar sejuta Muslim di Iraq dan Afghanistan. Israel membantai jutaan Muslim di Palestina selama puluhan tahun. India membantai Muslim di Kashmir. Cina membantai Muslim Uighur di Xin Jiang. Rusia membantai Muslim di Chechnya. Burma membantai Muslim Rohingya. Thailand membantai Muslim di Pattani, dan masih banyak lagi.
Hebatnya lagi, AS mendapat ribuan trilyun rupiah untuk membuat senjatanya dari hasil kekayaan alam negara-negara Islam seperti Indonesia. Menurut PENA, sekitar Rp 2.000 trilyun/tahun hasil SDA Indonesia dinikmati asing terutama AS. 6 dari 10 perusahaan terkaya versi Forbes 500 dengan total pendapatan Rp 17 ribu trilyun adalah perusahaan migas yang beroperasi di Indonesia.
Anehnya lagi, ada beberapa aktivis “Islam” yang turut membantu perusahaan-perusahaan AS sehingga leluasa merampas kekayaan alam Indonesia sehingga AS kaya raya sementara mayoritas rakyat Indonesia miskin. Mereka ridho mendapat Rp 10-20 milyar/tahun sementara ribuan trilyun rupiah mengalir ke musuh Islam yang membantai saudara-saudara Muslim kita di tempat lain. Harusnya kita berusaha agar uang Rp 2.000 trilyun lebih dari kekayaan alam Indonesia bisa dinikmati oleh seluruh rakyat Indonesia.
Mereka diam terhadap pencurian kekayaan alam Indonesia. Padahal seharusnya kita melawan kemungkaran itu dengan tangan, lisan, atau minimal dengan hati. Jika tidak, maka musibah akan menimpa negeri kita.
Maraknya perampokan, penculikan, korupsi, bunuh diri karena kemiskinan, dan sebagainya tak lepas dari faktor ekonomi karena kekayaan alam kita diambil asing sehingga mayoritas rakyat Indonesia hidup dalam kemiskinan.
Jika kita teliti sunnah Nabi Muhammad SAW, Nabi Muhammad tidak pernah membantu musuh-musuh Islam dengan menyumbangkan kekayaan/pasar ummat Islam kepada orang-orang kafir seperti kaum kafir Mekkah, Romawi, Persia, dan sebagainya. Padahal zaman Nabi ada sumur air, perkebunan kurma, dan sebagainya. Ayat di bawah larangan kaum musyrik masuk ke Mekkah sehingga tidak bisa menguasai perekonomian Mekkah:
“Hai orang-orang yang beriman, Sesungguhnya orang-orang yang musyrik itu najis, maka janganlah mereka mendekati Masjidilharam sesudah tahun ini. Dan jika kamu khawatir menjadi miskin, maka Allah nanti akan memberimu kekayaan kepadamu dari karuniaNya, jika Dia menghendaki. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.” [At Taubah:28]
Sebaliknya, Nabi Muhammad SAW justru memblokade dan menyerang setiap khafilah dagang kaum kafir Mekkah yang hendak menuju ke Syam sehingga mereka akhirnya secara ekonomi lemah dan tak mampu membiayai pasukan perang mereka.
Jabir bin Abdullah ra., ia berkata: Rasulullah saw. mengutus kami dan mengangkat Abu Ubaidah ra. sebagai pemimpin untuk mencegat kafilah dagang Quraisy... (Shahih Muslim No.3576)
“Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintaiNya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad dijalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela...” [Al Maa-idah:54]
Dari hadits dan ayat Al Qur’an di atas, jelaslah bahwa untuk mengalahkan musuh-musuh Islam yang terbukti membantai ummat Islam di Iraq, Afghanistan, dan sebagainya serta berusaha kuat menghalangi penegakkan ajaran Islam, ummat Islam juga harus menyerang mereka dengan berbagai cara termasuk lewat ekonomi.
Tidak bisa kita berdemo di depan Kedubes AS, tapi pada saat yang sama kita membantu AS untuk mendapatkan ribuan trilyun rupiah dari kekayaan alam Indonesia sehingga AS akhirnya bisa membuat ribuan tank dan pesawat tempur tiap tahun untuk menyerang Islam.
Perang Iraq yang berjalan lebih dari 8 tahun menelan biaya US$ 694 milyar (Rp 7.000 Trilyun). Tapi karena anggaran perang AS US$ 655 milyar/tahun, maka AS bukan hanya mampu membiayai perang di Iraq, bahkan juga di Afghanistan.
Seandainya AS tidak dapat sumbangan uang dari hasil kekayaan negara Islam, sehingga anggaran militernya seperti Indonesia yang cuma Rp 36 trilyun/tahun, niscaya AS tidak akan mampu menyerang negara-negara Islam.
Di dalam hukum, jika ada seorang pembunuh yang membunuh orang dengan senjata api, maka orang yang memberi uang untuk membeli senjata api itu sama salahnya dengan si pembunuh. Jangankan menyumbang pembunuh, menerima/menadah hasil kejahatan saja adalah tindak kriminal.
Dalam Islam, harta yang berasal dari pencurian itu haram dan meski disedekahkan tetap berdosa. Bahkan Nabi berkata bahwa orang yang makan dari sumber yang haram doanya tidak akan diterima dan di akhirat makanannya akan jadi batubara dari api neraka.
“Sesungguhnya Allah hanya melarang kamu menjadikan sebagai kawanmu orang-orang yang memerangimu karena agama dan mengusir kamu dari negerimu, dan membantu (orang lain) untuk mengusirmu. Dan barangsiapa menjadikan mereka sebagai kawan, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.” [Al Mumtahanah:9]
Bagaimana mungkin sebagian ummat Islam termasuk aktivis Islam hanya karena mendapat sedikit uang receh kemudian membantu musuh Allah yang telah membantai jutaan ummat Islam dan membuat jutaan Muslim lainnya terusir dari negerinya?
Sebagai Muslim, kita harus melakukan amar ma’ruf nahi mungkar. Kita tidak bisa berbuat baik hanya untuk diri kita sendiri. Tapi kita juga harus menyuruh orang lain berbuat kebaikan dan menolak kemungkaran.
Sebagai contoh jika kita di kapal, tidak cukup kita berbuat baik untuk diri kita. Jika ada orang lain berbuat mungkar, misalnya membolongi kapal, jika kita tidak mencegah kemungkarannya, kita semua akan tenggelam.
Hendaklah kamu beramar ma'ruf (menyuruh berbuat baik) dan bernahi mungkar (melarang berbuat jahat). Kalau tidak, maka Allah akan menguasakan atasmu orang-orang yang paling jahat di antara kamu, kemudian orang-orang yang baik-baik di antara kamu berdo'a dan tidak dikabulkan (do'a mereka). (HR. Abu Zar)
Wahai segenap manusia, menyerulah kepada yang ma'ruf dan cegahlah dari yang mungkar sebelum kamu berdo'a kepada Allah dan tidak dikabulkan serta sebelum kamu memohon ampunan dan tidak diampuni. Amar ma'ruf tidak mendekatkan ajal. Sesungguhnya para robi Yahudi dan rahib Nasrani ketika mereka meninggalkan amar ma'ruf dan nahi mungkar, dilaknat oleh Allah melalui ucapan nabi-nabi mereka. Mereka juga ditimpa bencana dan malapetaka. (HR. Ath-Thabrani)
Barangsiapa melihat suatu kemungkaran hendalah ia merobah dengan tangannya. Apabila tidak mampu, hendaklah dengan lidahnya (ucapan), dan apabila tidak mampu juga hendaklah dengan hatinya dan itulah keimanan yang paling lemah. (HR. Muslim)
Oleh karena itu kita semua harus melawan kemungkaran semampu kita seperti pencurian kekayaan alam Indonesia serta sistem ekonomi Neoliberalisme yang merupakan alat konglomerat Yahudi untuk menguasai dunia.
Jika iman anda tidak lemah, sebarluaskan informasi ini ke teman-teman dan saudara anda sebagai bentuk amar ma’ruf dan nahi munkar.
http://kabarislam.wordpress.com

Referensi:
“Qaulul Mubin fi Jama’atil Muslimin” karangan Syaikh Salim bin ‘Ied Al-Hilali, Penerbit Maktab Islamy Riyadh tanpa tahun, dan dimuat di majalah As-Sunnah edisi 07/1/1414-1993 hal. 8-13, diambil dari situs www.assunnah.or.id]

13 Orang Afghanistan Tewas Setiap Hari Karena Serangan AS
Kematian bukan sesuatu yang aneh dan mahal di Afghanistan. Di negara itu, rakyat sipil Afghanistan yang beragama Islam betapa mudahnya menjadi sasaran tembak.
Perempuan, laki-laki tua, dan anak-anak, tidak pandang bulu. Jika terlihat berkerumun, dan terlihat oleh pesawat jet tempur AS di udara, maka dipastikan akan segera dibombardir. Dalih AS selalu sama: memburu para pemberontak Taliban, dan itulah yang dijadikan argumen mereka kepada dunia internasional.
Selama lima bulan belakangan ini, presiden AS Barack Obama tengah melancarkan kampanye “perang sehat” di Afghanistan. Tim yang mendukung Obama sebagian besar adalah mereka yang bekerja di bahwa rejim George W. Bush.
Sebuah data yang mengiriskan datang dari The Afghan Independent Human Rights Commission (AIHRC). Selama tahun 2008 kemarin, tidak kurang dari 5000 rakyat Afghanistan tewas karena serangan pasukan AS. Jika dirata-ratakan, maka satu bulannya tercatat sebanyak 416 orang tewas, dan satu harinya 13 orang rakyat sipil Afghanistan harus dikubur.
Pada tahun 2001, AS mengahabisi sekitar 32.000 orang Afghanistan (Project on Defense Alternatives), sedangkan pada tahun 2002 mencapai 20.000( The Guardian), tahun 2003 korban meninggal 23.600 (University of New Hampshire), tahun 2005 mencapai 408 saja, tahun 2005 "hanya" sebesar 4000 orang (AP), tahun 2007 mencapai 1633 (Human Right Watch), dan 2008 mencapai 5000 orang.
Jika dijumlahkan total rakyat sipil Afghanistan yang meninggal karena operasi militer AS selama delapan tahun belakangan ini adalah 87. 141 orang. Data-data ini yang berhasil direkam oleh beberapa media dan institusi dan tingkat keakuratannya mungkin tidaklah cukup tepat.
Baca selengkapnya di:
http://www.eramuslim.com/berita/dunia/13-orang-afghanistan-tewas-setiap-hari-karena-serangan-as.htm

Anggaran AS untuk Perang Iraq Lampaui Perang Vietnam

Departemen Pertahanan AS (Pentagon), sebagaimana dilaporkan situs Antiwar mengutip data statistik Pentagon, jika Kongres meratifikasi bujet terbaru keuangan perang Iraq, maka perang ini menelan biaya sebesar 694 milyar dolar AS, bujet terbesar kedua dalam sejarah AS pasca perang dunia kedua.

Berdasarkan laporan ini, jika Kongres meratifikasi bujet yang diusulkan Obama, maka anggaran perang akan bertambah 87 milyar dolar. Dengan demikian, berdasarkan laporan kantor penelitian dan riset Kongres yang disempurnakan tahun lalu, anggaran perang Iraq sebesar 694 milyar dolar akan menjadi tanggungan para pembayar pajak AS. Padahal anggaran perang Vietnam sebesar 686 milyar dolar AS dan bujet perang dunia kedua sebesar 4,1 triliun dolar AS.

Berdasarkan laporan ini, pada tahun 2008, AS mengeluarkan 34 milyar dolar AS untuk membiayai perang Afghanistan. Terkait hal ini, pemerintah Obama berupaya untuk mengirimkan pasukan bantuan ke Afghanistan dan mengeluarkan 47 milyar dolar AS. (hidayatullah.com)
(http://hizbut-tahrir.or.id/2009/04/15/anggaran-as-untuk-perang-iraq-lampaui-perang-vietnam/)
(http://kabarislam.wordpress.com/)

Minggu, 21 Juni 2009

Istighfar

Hasan al-Basri adalah ulama besar. Beliau tabiin (generasi sesudah sahabat) yang luas ilmunya. Bahkan Wasil bin Atha’, tokoh Mu’tazilah, mengaku dirinya murid Hasan. Suatu hari seseorang datang kepada beliau, mengeluhkan musim paceklik yang panjang dan penghasilannya menyusut. “Minta ampunlah ( istighfar) kepada Allah agar masa paceklik itu segera berlalu,” kata Hasan memberi nasehat.
Datang lagi seseorang mengadukan keadaan dirinya kepada Hasan. “ Guru, saya ingin punya keturunan. Doakanlah kepada Tuhan agar aku dikaruniai anak,” pintanya. Hasan menjawab: “Istighfarlah kepada Allah agar kamu dikaruniai anak.”
Datang lagi orang ketiga pada Hasan. Orang ini mengeluh tentang tanamannya yang tidak kunjung berbuah. Hasan lalu berkata: “Mohon ampunlah kepada Allah agar tanamanmu cepat berbuah.” Para murid yang mendengar jawaban gurunya heran. Tiga pertanyaan berbeda dijawab dengan jawaban yang sama: Istighfar atau minta ampun. Tapi diperlukan keberanian bagi seorang murid menegur gurunya, apalagi guru sekelas Hasan al-Basri.
Salah seorang memberanikan diri. “Wahai guru kami. Ada tiga orang berbeda datang kepada guru dengan keluhan berbeda. Tetapi mengapa guru memberi jawaban yang sama atas tiga keluhan berbeda?” tanya murid itu. Hasan dengan senyum ramah mengatakan: “Jawabanku itu bukan atas kemauanku sendiri melainkan berdasarkan firman Allah.” Hasan lalu membacakan surat Nuh ayat 10-13: “Maka aku katakan: mohon ampunlah kepada Tuhanmu. Sesungguhnya Dia Maha Pengampun. Niscaya Dia akan menurunkan hujan lebat dari langit untukmu. Dia akan memberimu banyak harta dan anak-anak dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan (mengadakan pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai. Mengapa kamu tidak meletakkan harapan kepada Allah.”
Cara ulama besar Hasan al-Basri menjawab keluhan umatnya sungguh menarik. Ia memfokuskan pada satu kata kunci yaitu istighfar. Al-Qurtubi dan Ibnu Katsir menyatakan bahwa ayat ini merupakan bukti bahwa beristighfar dan bertaubat akan menambah rezeki dan keturunan serta hujan turun membasahi bumi yang gersang. Hamka dalam tafsir Al-Azhar memberi komentar tentang ayat ini bahwa ampunan Tuhan adalah cahaya hidup. Jika Tuhan memberi ampunan, segala pekerjaan menjadi mudah, dada pun lapang dan hidup terang benderang.
Zaman kita ini adalah sebuah zaman yang padat dengan keluhan dan amat sedikit beristighfar. Suka mencari kambing hitam tetapi enggan evaluasi diri. Suka menuding-nuding orang tetapi enggan menerima koreksi. Suka tergesa-gesa dikejar waktu, sehingga tak sempat berhenti sejenak untuk merenung. Bertanya, apa yang aku cari dalam hidup ini?
Ketika ada puluhan ribu calon legislatif yang kecewa karena gagal meraih kursi, saya teringat nasehat Hasan al-Basri ini. Ketika angka pengangguran terus merambat naik, saya teringat pesan beliau. Kita tidak tahu apakah kita sempat beristighfar, merenungi kesalahan diri, mengakui dosa-dosa kita pribadi maupun dosa kolektif ketika gagal mencapai keinginan?
Tetapi istighfar bukanlah mantera yang sekali ucap bisa menyulap keinginan menjadi kenyataan. Istighfar adalah kesadaran bahwa telah terjadi kesalahan langkah, kesalahan strategi bahkan mungkin kesalahan niat sejak awal. Istighfar adalah pintu taubat. Ketika seorang caleg gagal meraih kursi, maka istighfar berarti juga melakukan evaluasi dengan penuh kerendahan hati.
Ketika pimpinan persyarikatan mengeluhkan tentang Muhamamdiyah yang banyak rintangan di daerahnya, pimpinan itu harus istighfar, menemukan kesalahannya dan bertaubat dalam arti tekad mengubah langkahnya, cara dan pendekatan dakwahnya. Istighfar adalah kesediaan untuk berubah. Misalnya dari pendekatan fiqih berubah pendekatan kesejahteraan dan ekonomi sehingga ‘penolakan’ bisa berkurang secara signifikan. Tentu ketulusan nawaitu tetap menjadi kunci karena niat itu sumber motivasi dan militansi.
Menjelang usia satu abad, Muhammadiyah harus tetap berpegang pada jati dirinya yaitu kembali pada al-Quran dan tradisi Nabi, antara lain keseimbangan antara zikir dan fikir, doa dan usaha. Jangan ada orang Muhammadiyah yang hanya getol berikhtiar, tetapi mengabaikan zikir atau istighfar. Dalam al-Quran beberapa ayat menyerukan agar kita beristighfar pada ujung malam. Sebaliknya jangan hanya zikir merenungi nasib tanpa usaha maksimal. Yang terjelek dan tidak boleh terjadi pada orang Muhammadiyah adalah lemah dalam zikir dan. Ini tipe manusia benalu.
oleh : MuhKholidAS
Pengarang : Nur Cholis Huda
Diterbitkan di: Juni 21, 2009

Dialog IMAJINER KYAI DAHLAN & KI HAJAR

Alkisah di akhirat, bertemulah KH. Ahmad Dahlan dengan temannya, Ki Hajar Dewantara, sesama begawan pendidikan. Keduanya terlibat pembicaraan mengenai kondisi pendidikan di negara mereka dulu, Indonesia.
“Assalamu’alaikum, Ki. Apa kabar?,” Kyai Dahlan menyapa Ki Hajar. “Wa’alaikum salam. Baik Kyai,” jawab Ki Hajar. “Bagaimana kondisi pendidikan di negeri kita sekarang, Ki?,” tanya kyai Dahlan.
“Lho, kita kan sama-sama bisa melihat dari alam akhirat ini, Kyai. Orang-orang di negara kita memang berhasil membangun lembaga pendidikan yang besar-besar gedungnya, sekolah ada dimana-mana, bahkan saya dengar berita dari beberapa orang yang baru meninggal, di sana pendidikan mulai di gratiskan,” jawab Ki Hajar.
“Kan itu perkembangan positif, Ki?” tanya Kyai Dahlan.
“Memang, tetapi beberapa dari mereka menganut paradigma yang mulai melenceng. Pendidikan tidak lebih dari proses mendapat kerja, bukan memahami dunia. Menuntut ilmu hanya untuk mencari uang, bukan untuk mencari kebenaran. Budaya instan merajalela. Siswa hanya diajarkan menjawab soal, bukan memahami persoalan. Dalam ujian, yang penting lolos, bukan lulus. Bahkan yang lebih memprihatinkan, guru cenderung menjadi pekerjaan, bukan panggilan kesadaran. Ikhlas tidaknya mengajar berbanding lurus dengan gaji dan tunjangan. Apalagi di sekolah milik negara, guru diincar karena itu berarti bisa dapat pensiun saat tua. Hingga untuk mendapatkannya banyak yang berlaku curang,” jawab Ki Hajar. “Bagaimana dengan perkembangan sekolah swasta yang Kyai Dahlan rintis?”
“Tidak jauh berbeda Ki. Yang membuat saya prihatin adalah mereka merasa rendah diri di hadapan sekolah milik negara. Itu kan ahistoris. Saya mendirikan sekolah swasta jauh sebelum Indonesia merdeka dan memiliki sekolah. Tetapi sekolah swasta sekarang tidak punya keberanian merumuskan sistem pendidikan mereka sendiri. Dan lagi Ki, pendidikan Agama Islam dan Kemuhammadiyahan dianggap tidak penting, jadinya moral siswa berantakan,” jawab Kyai Dahlan.
Tiba-tiba ada orang datang, rupanya dia baru meninggal. Dia tampak sedih. Kyai Dahlan dan Ki Hajar menyapa orang itu. “Ada apa gerangan ki sanak, Anda kelihatan sedih?”. Orang itu menjawab: “Semasa hidup, saya seorang guru. Saya meninggal karena dihakimi massa karena mencabuli siswi saya sendiri.”
Ada lagi yang datang, kali ini seorang remaja. Dia juga tampak sedih. Kyai Dahlan dan Ki Hajar pun menyapanya. “Ada apa nak?”. Anak muda itu menjawab, “Saya meninggal karena bunuh diri. Saya stres karena tidak lulus ujian nasional. Padahal saya sudah menyiapkan contekan dan beli jawaban dari calo.”
Kemudian ada lagi yang datang, seorang pemuda. Dia tampak sayu. Kyai Dahlan dan Ki Hajar bertanya. “Ada apa kok tidak semangat ?”. “Saya mahasiwa yang meninggal karena tawuran,” jawabnya.
Mendengar jawaban mereka, Kyai Dahlan dan Ki Hajar kaget. Lalu mereka berembuk, dan sepakat untuk kembali ke dunia, memperbaiki kondisi pendidikan di negara mereka. Mereka lalu minta kepada Allah supaya diberi nyawa lagi. Mereka bertekat meluruskan pendidikan di Indonesia, bahkan dunia. Namun belum sempat minta dihidupkan, malaikat menghentikan mereka.
Kepada Kyai Dahlan dan Ki Hajar, malaikat berkata : “Kyai Dahlan dan Ki Hajar yang saya hormati. Maaf, Anda berdua tidak bisa hidup lagi. Untuk mewujudkan keinginan itu, Anda bisa mentransformasikan pemikiran dan keinginan Anda saja kepada yang masih hidup. Insya Allah, masih ada yang bisa merasakan semangat kebenaran Anda berdua,” kata malaikat.
Dengan berlinangan air mata, keduanya mengangguk. Dan kini mereka hanya bisa berharap.
Ahmad Faizin Karimi
Pengajar SMA Muhammadiyah 1 Gresik
oleh : MuhKholidAS
Pengarang : Ahmad Faizin Karim
Diterbitkan di: Juni 21, 2009
http://id.shvoong.com/social-sciences/education/1907399-dialog-imajiner-kyai-dahlan-ki/